Rabu, 24 Juni 2026

Arus Modal Asing Bisa Angkat Kurs Rupiah

Redaksi - Selasa, 11 Juni 2019 02:11 WIB
Arus Modal Asing Bisa Angkat Kurs Rupiah

Digtara.com | JAKARTA – Usai libur lebaran, kurs mata uang Garuda berhasil mempertahankan keunggulannya. Kemarin, kurs rupiah di pasar spot menguat 0,13% ke level Rp 14.250 per dollar Amerika Serikat (AS). Serupa, kurs tengah rupiah di Bank Indonesia juga terapresiasi 1,07% menjadi Rp 14.231 per dollar AS.

Baca Juga:

Ekonom Bank Permata Josua Pardede menilai, penguatan nilai tukar rupiah didorong oleh data ekonomi AS yang gagal memenuhi ekspektasi saat dirilis akhir pekan lalu. Ambil contoh data non-farm payroll Negeri Paman Sam di bulan Mei yang hanya mencapai 75.000 orang.

Angka ini lebih rendah dari hasil konsensus analis yang memprediksi non-farm payroll mencapai 177.000. “Ini membuat potensi penurunan suku bunga acuan oleh Federal Reserve makin besar seiring pelemahan data ekonomi AS. Ditambah situasi perang dagang antara AS dan China juga tak menentu,” ungkap Josua.

Analis Monex Investindo Futures Faisyal menambahkan, kenaikan peringkat utang Indonesia dari Standard & Poor’s (S&P) Global Ratings, dari semula BBB- menjadi BBB, memberi pengaruh signifikan terhadap penguatan rupiah. Arus modal asing menjadi meningkat berkat kenaikan rating, tutur dia.

Terbukti, di pasar saham, investor asing sudah mulai berebut masuk. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), kemarin, net buy asing mencapai Rp 480 miliar.

Sentimen positif lainnya juga datang dari data inflasi Mei. Walau melampaui ekspektasi para pelaku pasar, tingkat inflasi Indonesia periode Mei tercatat sebesar 0,68%. Realisasi ini masih dianggap wajar dan terkendali. Mengingat inflasi tahunan masih ada di kisaran 3,23%.

Namun menurut Faisyal, rupiah masih menemui batu sandungan berupa sentimen perang dagang dan penguatan harga minyak. Ia memprediksi, hari ini mata uang Garuda bergerak di kisaran Rp 14.200–Rp 14.350 per dollar AS. Sedangkan Josua memperkirakan, rupiah bergerak dalam rentang Rp 14.200–Rp 14.300 per dollar AS.[kontan]

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Rupiah Diproyeksi Melemah ke Rp17.890 per Dolar AS, Dipengaruhi Sentimen Global dan Domestik

Rupiah Diproyeksi Melemah ke Rp17.890 per Dolar AS, Dipengaruhi Sentimen Global dan Domestik

Rupiah Masih Tertekan Meski BI Kembali Naikkan Suku Bunga, Bergerak di Kisaran Rp17.790–Rp17.840 per Dolar AS

Rupiah Masih Tertekan Meski BI Kembali Naikkan Suku Bunga, Bergerak di Kisaran Rp17.790–Rp17.840 per Dolar AS

Rupiah Diproyeksi Melemah, Pasar Menanti Hasil RDG BI dan Arah Kebijakan The Fed

Rupiah Diproyeksi Melemah, Pasar Menanti Hasil RDG BI dan Arah Kebijakan The Fed

Rupiah Berpotensi Menguat pada Perdagangan 17 Juni 2026, Sentimen Perdamaian AS-Iran Jadi Pendorong

Rupiah Berpotensi Menguat pada Perdagangan 17 Juni 2026, Sentimen Perdamaian AS-Iran Jadi Pendorong

Rupiah Diproyeksikan Menguat, Bergerak di Kisaran Rp17.900–Rp18.000 per Dolar AS

Rupiah Diproyeksikan Menguat, Bergerak di Kisaran Rp17.900–Rp18.000 per Dolar AS

Rupiah Menguat ke Rp17.944 per Dolar AS, Didukung Sentimen Domestik

Rupiah Menguat ke Rp17.944 per Dolar AS, Didukung Sentimen Domestik

Komentar
Berita Terbaru