Bursa Asia Tertahan Kebijakan Donald Trump
Digtara.com | SYDNEY – Perang dagang Amerika Serikat (AS) dan Meksiko akan menekan pertumbuhan ekonomi global di mana laju kenaikan bursa saham Asia tertahan akibat kekhawatiran investor.
Baca Juga:
Bahkan investor bertaruh bahwa bank-bank sentral harus merespons dengan kebijakan stimulus baru.
Mengutip Reuters, Kamis (6/6), Indeks MSCI untuk saham Asia Pasific di luar Jepang turun 0,01% di awal perdagangan. Sementara Nikkei Jepang terlihat ragu-ragu pada kedua sisi mendatar, sementara E-Mini futures untuk S&P 500 turun 0,1%. Sentimen memburuk setelah pertemuan antara pejabat AS dan Meksiko yang berakhir dengan menghasilkan sedikit kemajuan.
Presiden AS Donald Trump mengatakan, negosiasi tentang imigrasi dengan perwakilan Meksiko yang dilakukan di Gedung Putih pada hari Rabu tidak memuaskan Trump. Karena itu, pembicaraan lanjutkan akan dilakukan pada hari Kamis waktu AS.
Sementara itu, Pasar Saham Meksiko mendapat tekanan tambahan pasca Lembaga Pemeringkat Fitch menurunkan peringkat kredit negara tersebut menjadi BBB, sementara Moody mengubah pandangannya menjadi negatif dari sebelumnya stabil. Akibatnya mata uang AS dollar melonjak 0,9% terhadap mata uang Meksiko Peso.
Di pasar mata uang safe haven mata uang Jepang Yen kembali diminati dan menekan dollar AS turun 0,1% menjadi 108,34. Sementara mata uang Euro melemah kembali ke level US$ 1.122,8 setelah sempat mencapai US$ 1.130,6 pada hari Rabu.
Kemudian di pasar komoditas, semua perbincangan masih seputar penurunan suku bunga yang menjadi katalis positif mengangkat harga emas ke harga tertingginya dalam 15 minggu dan logam mulai ini terakhir diperdagangkan pada harga US$ 1.329,64 per ons.
IHSG Ditutup Menguat ke 6.971 pada 4 Mei 2026, Saham BBNI, BREN, dan TLKM Jadi Penopang
IHSG Hari Ini Ditutup Menguat ke 7.101, Saham BREN dan AMMN Jadi Penopang Utama
IHSG Berpeluang Rebound Hari Ini 29 April 2026, Uji Level 7.270, Simak Rekomendasi Saham Pilihan Analis
IHSG Hari Ini 28 April 2026 Berpotensi Lanjut Koreksi ke 7.022, Ini Rekomendasi Saham ARCI hingga TINS
IHSG Hari Ini 27 April 2026 Diprediksi Uji Level 7.000, Tertekan Sentimen Global dan Harga Energi