Rupiah Tembus Rp14.465 Per Dollar AS
Digtara.com | JAKARTA – Nilai tukar rupiah kembali tak berdaya di hadapan dollar Amerika Serikat (AS). Mengutip Bloomberg, Jumat (17/5) pukul 10.08 WIB, di pasar spot rupiah melemah 0,09% dari posisi Rp 14.452 per dollar AS ke Rp 14.465 per dollar AS.
Baca Juga:
Senasib, pada kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), rupiah melemah 0,08% ke level Rp 14.469 per dollar AS dari posisi Rp 14.458 per dollar AS. Menempatkan mata uang Garuda pada pelemahan tujuh hari berturut-turut.
IHSG diprediksi naik, analis menyarankan mulai mencicil saham mumpung sedang murah
Asal tahu, dollar AS berada di jalur penguatan berada di dekat level tertinggi dua pekan di hadapan sekeranjang mata uang lainnya hari ini. Otot rupiah didukung data ekonomi yang kuat lonjakan imbal hasil Treasury.
Indeks dollar versus sekeranjang enam mata uang utama berdiri di 97,836 setelah mencapai 97,882 pada hari Kamis (16/5), tertinggi sejak 3 Mei.
Greenback mencapai puncak dua pekan setelah data perumahan AS yang kuat dan laporan klaim pengangguran mingguan yang menunjuk kekuatan pasar tenaga kerja yang berkelanjutan.
Rupiah Diproyeksi Melemah ke Rp17.890 per Dolar AS, Dipengaruhi Sentimen Global dan Domestik
Rupiah Masih Tertekan Meski BI Kembali Naikkan Suku Bunga, Bergerak di Kisaran Rp17.790–Rp17.840 per Dolar AS
Rupiah Diproyeksi Melemah, Pasar Menanti Hasil RDG BI dan Arah Kebijakan The Fed
Rupiah Berpotensi Menguat pada Perdagangan 17 Juni 2026, Sentimen Perdamaian AS-Iran Jadi Pendorong
Rupiah Diproyeksikan Menguat, Bergerak di Kisaran Rp17.900–Rp18.000 per Dolar AS