Dewan Guru Besar USU Bahas Selat Malaka Dalam 4 Perspektif
digtara.com | MEDAN – Selat Malaka dewasa ini telah mengalami perkembangan yang sangat pesat, sebagai salah satu jalur transportasi laut terpenting di dunia. Keberadaannya tidak hanya bernilai strategis (baik ekonomis maupun politik) bagi negara pantai (Indonesia, Malaysia dan Singapura), namun juga bernilai strategis bagi negara-negara pengguna (Cina, Korea, Jepang, Filipina, Negara-Negara Timur Tengah, dan lain berbagai Negara lainnya).
Baca Juga:
- Korban Keracunan MBG Agnesia dan Febiona Dipulangkan dari RSCM, Gibran Sampaikan Pesan
- Satu Warga Sumba Tengah Jadi Korban Saat Aksi Massa di Mapolres Sumba Barat, Kapolres Sumba Tengah dan Pemda Melayat ke Rumah Duka
- Kunjungi Pengungsi di Maumere, Ketua PMI Jusuf Kalla Ingatkan Soal Rehabilitasi dan Rekonstruksi Kehidupan Masyarakat
Untuk itu, Indonesia harus mampu mengoptimalkan perannya agar dapat memperoleh manfaat maksimal, baik dalam hal pertumbuhan di sektor ekonomi dan bisnis, serta hubungan internasional.
Hal tersebut antara lain dibahas dalam Seminar Nasional Selat Malaka : Perspektif Hukum, Ekonomi, Sosial dan Politik yang dilaksanakan oleh Dewan Guru Besar Universitas Sumatera Utara.
Seminar menghadirkan 4 orang pembicara yakni Guru Besar Universitas Indonesia Prof Hikmahanto Juwana, SH, LL M, Ph D, Guru Besar Fakultas Hukum USU Prof. Dr. H. Ediwarman, SH, M Hum, Guru Besar Fakultas Ekonomi USU Prof Dr lic rer reg Sirojuzilam, SE, dan Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik USU Prof Subhilhar, Ph D.
Seminar dibuka oleh Rektor USU Prof Dr Runtung Sitepu, SH, M Hum, didampingi Ketua Dewan Guru Besar Universitas Sumatera Utara, Prof Dr dr Gontar Alamsyah Siregar, Sp PD, KGEH, selaku Ketua Panitia.
Sesuai tema, maka seminar tersebut membahas peluang, tantangan dan ancaman yang ada di Selat Malaka, kawasan paling strategis di Asia Tenggara, dari perspektif hubungan internasional, hukum maritim, pembangunan ekonomi dan sosial politik.
Dalam kesempatan itu, Dewan Guru Besar Universitas Sumatera Utara juga sekaligus me-launching Buku Pemikiran Guru Besar USU Untuk Pembangunan Provinsi Sumatera Utara. Buku yang memuat pemikiran-pemikiran dari para Guru Besar USU dalam berbagai bidang itu, disesuaikan dengan latar belakang kompetensi masing-masing Guru Besar.
Menurut Ketua DGB USU, semua itu dipersembahkan untuk sebuah tujuan besar yang kita cita-citakan bersama, yakni membangun Sumatera Utara yang lebih baik dan beradab.
Turut hadir dalam seminar Gubernur Sumatera Utara yang diwakili oleh Sekretaris Dinas Perikanan dan Kelautan Provsu Elidawati, SE, MAP, Pangdam I/BB yang diwakili Kolonel Igid Donolego, Kapoldasu yang diwakili oleh Wadir Pol Airud Polda Sumut AKBP Erwin Wijaya Siahaan, SIK, Danlantamal I Belawan yang diwakili oleh Komandan KAL Tarihu Mayor Laut (P) Zul Supri Nazara, SE, Kajatisu yang diwakili oleh Koordinator Bidang Tindak Pidana Khusus Haedar, SH, MH, para pimpinan Bank mitra USU, para anggota DGB, dosen dan mahasiswa pascasarjana USU.
Korban Keracunan MBG Agnesia dan Febiona Dipulangkan dari RSCM, Gibran Sampaikan Pesan
Satu Warga Sumba Tengah Jadi Korban Saat Aksi Massa di Mapolres Sumba Barat, Kapolres Sumba Tengah dan Pemda Melayat ke Rumah Duka
Kunjungi Pengungsi di Maumere, Ketua PMI Jusuf Kalla Ingatkan Soal Rehabilitasi dan Rekonstruksi Kehidupan Masyarakat
Mantan Wapres Jusuf Kalla Keliling Flores Pantau Korban Gempa Bumi
Ada Gempa Susulan, Pasien RSUD Komodo Manggarai Barat Panik dan Minta Menginap di Tenda