Menteri PPPA, Arifatul Choiri Fauzi; Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Penyelenggaraan Ibadah Haji, Petugas Haji Perempuan Capai 33 Persen
digtara.com - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi memberikan apresiasi tinggi terhadap terobosan Kementerian Haji dan Umrah RI (Kemenhaj) dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 ini. Hal itu ia isampaikannya saat memberikan pembekalan dalam Diklat Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu (28/01/2026) malam.
Baca Juga:
Arifatul menyoroti peningkatan signifikan jumlah petugas haji perempuan yang mencapai 33 persen dari total petugas sebanyak 1.600 lebih. Meski secara personal ia sempat mendorong angka 50 persen, capaian tahun ini merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah penyelenggaraan ibadah haji.
"Ini adalah kemajuan luar biasa. Kehadiran petugas perempuan yang lebih banyak adalah bentuk nyata dari komitmen Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan," ujar Arifatul di hadapan ribuan calon petugas.

Baca Juga:
Dia melihat data tahun lalu, Data Siskohat 2025 menunjukkan urgensi kebijakan ini. Mayoritas jemaah haji perempuan sebanyak 55,4 persen atau sekitar 112.000 jemaah haji Indonesia adalah perempuan. Populasi Lansia terdapat 44.000 jemaah berusia 65 tahun ke atas yang memerlukan pendampingan khusus.
Menurut Menteri PPPA, layanan publik yang berkeadilan dan bermartabat adalah hak seluruh jemaah. "Pemerintah berkomitmen menghadirkan rasa aman, nyaman, dan perlindungan sebagai bentuk layanan terbaik bagi masyarakat," tegasnya.
Menteri Arifatul tidak menampik adanya tantangan besar dalam mewujudkan ekosistem haji yang ideal. Beberapa poin krusial yang menjadi catatan antara lain, terkait regulasi peraturan haji yang belum secara eksplisit mengatur aspek gender.
Kebutuhan akan fasilitas dasar yang lebih privat dan aman bagi perempuan. Kepadatan saat Tawaf, Sai, dan Lempar Jumrah yang berisiko tinggi bagi lansia dan perempuan. Kemudian masih minimnya protokol penanganan kekerasan berbasis gender di lapangan. Karena itu peran strategis petugas menjadi "Sumber Rasa Aman" bagi para jemaah.
"Jangan heran nanti saat bertugas para petugas haji akan banyak di cari dan menjadi rasa aman bagi para jemaah, bahkan bisa menjadi calon menantu idaman juga," ujar menteri yang tahun lalu menjadi Amirul haj.
Baca Juga:
Kepada para petugas, Menteri berpesan agar tidak sekadar menjadi pelaksana teknis, tetapi juga menjadi pengambil keputusan yang empatik di lapangan.
"Kalian adalah garda terdepan yang memastikan jemaah, khususnya perempuan dan lansia, merasa dimanusiakan dan terlindungi," pesan Arifatul.
Keberhasilan penyelenggaraan haji, menurutnya, tidak hanya diukur dari kelancaran ritual, tetapi dari sejauh mana jemaah merasa aman dan mendapatkan hak-hak dasarnya dengan penuh empati. Sinergi lintas kementerian serta lembaga dan komitmen kebijakan yang kuat menjadi kunci utama untuk mewujudkan impian besar ini. (San).
Ketemu Anaknya Bertugas di Bandara Madinah. Giyatmi Harto Wiyono Jemaah Asal Sukoharjo: Saya Sangat Bersyukur, Senang, dan Bangga
Ketua IPHI Wonosobo: Pelaksanaan Haji 2026 Terbaik Dibanding Tahun-tahun Sebelumnya
Hari Ke-62 Operasional Haji, 66 Persen Jemaah Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air
Nek Sania. Pulang Haji, Tapi Punya Hutang
Kepulangan Jemaah Haji Capai Lebih dari 121 Ribu, Kemenhaj Ajak Jaga Nilai Haji Sepanjang Hayat
Kemenhaj Terima 72 Aduan Travel Umrah Bermasalah, 19 Kasus Berhasil Dimediasi
Cara Melacak iPhone yang Hilang Meski Dalam Keadaan Mati
Rabies Ancam Warga di Amfoang Utara, Polisi dan Masyarakat Musnahkan Anjing Rabies
Kolaborasi TNI dan Polri di Nagekeo Melalui Bakti Kesehatan Bersama
Taat Bayar Pajak Kendaraan, Warga Sumba Timur Dapat Diskon dari Hotel Padadita
Rupiah Diproyeksi Melemah ke Rp17.890 per Dolar AS, Dipengaruhi Sentimen Global dan Domestik
IHSG Ditutup Melemah 0,98 Persen, MNC Sekuritas Rekomendasikan Empat Saham untuk Dicermati
Belasan Tahanan Polres TTS Jalani Terapi Pemuilihan Kesehatan Mental