Mbak Tietha Kirim Bantuan Warga Terdampak Bencana Longsor Majenang, Minta Ada Pendampingan Trauma Healing Pasca Bencana
digtara.com - Bantuan terhadap warga yang terdampak bencana tanah longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap terus mengalir hingga saat ini. Bantuan-bantuan tersebut datang dari berbagai pihak diantaranya dari instansi dan pejabat pemerintahan, dunia usaha, organisasi dan komunitas, hingga dari pihak terkait lainnya.
Baca Juga:
- Wahid Su’udi PHD Asal Demak Ungkap Pelayanan Haji 2026 Memiliki Tantangan yang Lebih Kompleks, Sekda Jateng Minta Pelayanan Jadi Prioritas Utama
- Dr KH Multazam Ahmad: Puasa Sehatkan Fisik dan Ruhani
- UIN Walisongo Raih Collaborative Award 2026 dari Pemprov Jateng pada Momen Satu Tahun Kepemimpinan Luthfi-Yasin
Selain itu, juga ada bantuan penompang penting lainnya, seperti selimut, pakaian, termasuk keperluan bayi dan lansia juga berdatangan.
Kali ini bantuan datang dari Anggota Fraksi Golkar DPRD Jateng Tietha Ernawati Suwarto untuk turut membantu meringankan beban warga terdampak longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap ini.
Legislator dari Dapil Jateng XI Cilacap Banyumas ini mengirimkan bantuan berupa beras, minyak, gula, pakaian, sarung, kasur lipat, popok bayi, pembalut wanita, dan pakaian. Dirinya mengirimkan bantuan itu karena bentuk kepedulian sebagai putra daerah di Majenang.
Baca Juga:
"Bantuan kita kirim sejak hari Sabtu (15/11/2025)," ujar Mbak Tietha sapaan akrabnya, Kamis (20/11/2025).
Menurutnya, sebagai Puteri Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji periode 2012-2022 sudah sangat paham kondisi Cilacap. Dirinya menyebut titik rawan bencana di Cilacap sangat banyak. "Tahun 2012 sejak ayah njabat, pakar Geodesi ITB menyebut ternyata titik rawan bencana banyak," ujarnya.
Menurut Anggota Komisi A DPRD Jateng ini, area rawan bencana ada beberapa titik misal Cilacap Timur berpotensi bencana tsunami.
Kemudian Cilacap Barat terdapat lempengan dan patahan sehingga sering terjadi gempa bumi.
"Nah untuk longsor Majenang di atasnya terdapat mata air yang bentuknya kubangan. Apalagi curah hujannya tinggi menyebabkan longsor," jelasnya.
Tietha menilai Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kabupaten sudah sangat responsif dalam menangani bencana di Majenang.
Baca Juga:
Dirinya meminta agar pemerintah segera merelokasi warga dan membuatkan hunian sementara di daerah yang tidak terkena longsor.
"Kemarin pak Gubernur sudah menyiapkan di tempat lain seluas 3,5 hektar. Tapi realiasi kapan belum tahu dan saya mendorong untuk mempercepat pembangunan hunian," imbuhnya.
Wahid Su’udi PHD Asal Demak Ungkap Pelayanan Haji 2026 Memiliki Tantangan yang Lebih Kompleks, Sekda Jateng Minta Pelayanan Jadi Prioritas Utama
Dr KH Multazam Ahmad: Puasa Sehatkan Fisik dan Ruhani
UIN Walisongo Raih Collaborative Award 2026 dari Pemprov Jateng pada Momen Satu Tahun Kepemimpinan Luthfi-Yasin
Satu Tahun Kepemimpinan Luthfi-Yasin: Diuji Bencana, Didorong Investasi, Kemiskinan Turun
Sarif Kakung Minta Peran Optimal BUMD