Jumat, 23 Januari 2026

Ratusan Santri Alumni Lirboyo Geruduk KPID Jateng, Tuntut Sanksi Berat dan Boikot Trans7

HIMASAL Jateng unjuk rasa di KPID Jateng
Ahsan Fauzi - Rabu, 15 Oktober 2025 14:26 WIB
Ratusan Santri Alumni Lirboyo Geruduk KPID Jateng, Tuntut Sanksi Berat dan Boikot Trans7
Foto dok
Ratusan santri dan alumni dari HIMASAL Jawa Tengah saat menggelar unjuk rasa di depan Kantor KPID Jateng
digtara.com - Ratusan anggota Himpunan Alumni Santri Lirboyo (HIMASAL) Jawa Tengah rame-rame mendatangi kantor Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah, Rabu (15/10/2025). Kehadiran mereka menggelar aksi unjuk rasa menuntut agar Trans7 dijatuhi sanksi berat hingga boikot tayang, setelah menayangkan program yang dianggap melecehkan kiai, santri dan pesantren.

Massa datang mengenakan sarung dan peci sambil membawa spanduk bertuliskan "Boikot Trans7! Jaga Marwah Pesantren!" serta "KPI Harus Tegas, Jangan Biarkan Media Hina Ulama!". Aksi dimulai kurang lebih sekitar pukul 11.00 WIB dan berlangsung damai di bawah pengawasan aparat kepolisian.

Baca Juga:

Tayangan Dianggap Lecehkan Ulama

Pemicu kemarahan santri bermula dari program Xpose Uncensored di Trans7 yang tayang pada 13 Oktober 2025 lalu. Dalam tayangan itu, terdapat narasi dan potongan gambar yang dinilai menyudutkan perilaku Santri terhadap Kyai di pesantren, terutama di lingkungan Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri.

Tayangan itu memancing kemarahan kalangan pesantren, karena dinilai memutarbalikkan nilai penghormatan menjadi kesan negatif dan tak bermoral.

Ketua PW HIMASAL Jawa Tengah, KH M. Nur Machin Ch menilai, tayangan tersebut telah mencoreng nama baik pesantren.

"Kami datang ke sini untuk menyampaikan, bahwa tayangan itu telah menodai martabat pesantren. Pesantren adalah lembaga pendidikan moral dan agama yang melahirkan banyak ulama besar. Tayangan itu berarti menghina seluruh santri di Indonesia," tegas Kiai Machin

Desak KPID dan KPI Beri Sanksi

Dalam aksinya, HIMASAL Jateng mendesak KPID Jateng dan KPI segera memberikan sanksi berat kepada Trans7 dengan menyampaikan tiga tuntutan utama, yaitu :

1. KPID Jawa Tengah dan KPI Pusat segera memberikan sanksi berat kepada Trans7.

2. Trans7 wajib menyampaikan permintaan maaf terbuka di media nasional.

3. Boikot sementara seluruh program Trans7 hingga permintaan maaf disiarkan secara resmi.

Sementara itu, Ketua KPID Jawa Tengah Muhammad Aulia Assyahiddin menyatakan, pihaknya telah menerima laporan resmi dari perwakilan massa dan akan segera memprosesnya.

"Kami akan menindaklanjuti laporan ini sesuai mekanisme hukum penyiaran. Prinsip kami, setiap konten yang menyinggung SARA dan melecehkan kelompok keagamaan tidak bisa ditoleransi," ujarnya kepada awak media

Salah satu perwakilan HIMASAL Jateng, KH. Mustamsikin menambahkan, tindakan Xpose Unsensored yang menayangkan potret tentang Lirboyo yang tidak sesuai dengan fakta. Menurutnya, tidak hanya alumni Ponpes Lirboyo saja, namun lebih para santri di Indonesia merasa sakit hati atas framing Trans7.

"Kita sebagai santri Lirboyo tidak terima, kami menuntut mencabut izin penyiaran Trans7, lebih amannya dicabut," tegas Kiai Mustamsikin yang juga Ketua PCNU Kabupaten Kendal.

Respons Trans7

Menanggapi gelombang protes dari berbagai daerah, pihak Trans7 sebelumnya telah menyampaikan permintaan maaf melalui siaran pers. Mereka mengakui, adanya kesalahan dalam proses penyajian tayangan dan menegaskan tidak bermaksud menghina pesantren atau kyai.

Namun, HIMASAL menilai pernyataan tersebut belum cukup. Mereka meminta permintaan maaf disiarkan di jam tayang utama, agar dapat diketahui masyarakat luas.

Aksi HIMASAL Jawa Tengah di Semarang, menambah daftar panjang protes terhadap Trans7 setelah berbagai pesantren dan organisasi keagamaan di Indonesia menyatakan keberatan atas tayangan yang dinilai menyinggung marwah ulama.

Publik kini menanti langkah tegas dari KPI sebagai regulator penyiaran agar kasus serupa tidak terulang kembali. (San).

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Tiga Calon Ketua GP Ansor Kota Semarang Masa Khidmah 2026-2030 Ditetapkan Panitia Konfercab X

Tiga Calon Ketua GP Ansor Kota Semarang Masa Khidmah 2026-2030 Ditetapkan Panitia Konfercab X

Atasi Ancaman Abrasi, Warga Purworejo Bonang Gandeng Komunitas Phylosopicture KPI UIN Walisongo Tanam Mangrove di Sepanjang Pesisir

Atasi Ancaman Abrasi, Warga Purworejo Bonang Gandeng Komunitas Phylosopicture KPI UIN Walisongo Tanam Mangrove di Sepanjang Pesisir

Jawa Tengah Memiliki 5.346 Pesantren, Diharapkan Berperan Turunkan Angka Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem

Jawa Tengah Memiliki 5.346 Pesantren, Diharapkan Berperan Turunkan Angka Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem

Mahasiswa KPI UIN Walisongo Ajak Siswa SDN Purwoyoso 3 Peduli Alam Sejak Dini

Mahasiswa KPI UIN Walisongo Ajak Siswa SDN Purwoyoso 3 Peduli Alam Sejak Dini

DPW PKB Jateng Gelar Tasyakuran Pahlawan Nasional. Gus Yusuf: Kiai Kholil Bangkalan Guru Segala Guru, Gus Dur Guru Bangsa

DPW PKB Jateng Gelar Tasyakuran Pahlawan Nasional. Gus Yusuf: Kiai Kholil Bangkalan Guru Segala Guru, Gus Dur Guru Bangsa

Wapres Gibran Bakar Semangat Kader Ansor Jateng dengan Pantun

Wapres Gibran Bakar Semangat Kader Ansor Jateng dengan Pantun

Komentar
Berita Terbaru