Sabtu, 17 Januari 2026

Khawatir Akan Merusak Ekosistem Alam di Gunung Lawu, Politikus Partai Demokrat Asrar Tolak Proyek Geothermal

Proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP)
Ahsan Fauzi - Senin, 13 Oktober 2025 09:03 WIB
Khawatir Akan Merusak Ekosistem Alam di Gunung Lawu, Politikus Partai Demokrat Asrar Tolak Proyek Geothermal
Dok pribadi
Anggota Fraksi Demokrat DPRD Provinsi Jateng Asrar
digtara.com -Anggota DPRD Provinsi Jateng Asrar menolak Rencana proyek geothermal oleh pemerintah pusat di lereng Gunung Lawu, tepatnya di wilayah Kecamatan Jenawi, Karanganyar.

Penolakan tersebut bukan tanpa alasan, politikus Partai Demokrat ini menilai, proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) itu dikhawatirkan akan merusak ekosistem alam di Gunung Lawu. Padahal selama ini, ekosistem di gunung tersebut sudah terjaga.

Baca Juga:

"Gunung Lawu bukan sekadar tumpukan batu. Melainkan pusat budaya, spiritual dan warisan leluhur Jawa yang harus dijaga keutuhannya," kata wakil rakyat dari Dapil VI Jateng (Karanganyar, Wonogiri, Sragen) melalui rilisnya, Senin (13/10/2025)

"Ada nilai historis, sosial, budaya dan spiritual yang melekat di Gunung Lawu. Kami menolak rencana proyek geothermal, karena ini bukan hanya soal kerusakan alam yang akan ditimbulkan. Tapi juga soal sejarah panjang, sosial, budaya dan spiritual tanah Jawa," tandas Anggota Komisi C DPRD Provinsi Jateng ini.

Menurut Asrar, proyek dari Kementerian ESDM itu juga menjadi ancaman terhadap candi dan warisan budaya yang ada di Gunung Lawu. Ia mengaku, penolakan ini juga didorong oleh kekayaan warisan budaya di lereng Lawu sisi Karanganyar.

Asrar membeber, di Kecamatan Tawangmangu, Ngargoyoso dan Jenawi itu, terdapat banyak artefak maupun candi yang masih berdiri kokoh. Seperti Candi Sukuh dan Candi Cetho, yang merupakan candi Hindu bercorak punden berundak dari akhir masa Majapahit.

"Pembangunan proyek geothermal berisiko mengganggu situs-situs bersejarah, yang orientasinya menghadap ke puncak Lawu sebagai wujud penghormatan," tandas anggota Fraksi Demokrat DPRD Provinsi Jateng ini.

Asrar menambahkan, Gunung Lawu adalah pusaka spiritual yang mengikat pada sejarah dan tradisi.

"Eksploitasi alam di kawasan sakral hanya akan merusak interaksi harmonis antara manusia, alam dan warisan leluhur. Kami berharap, pemerintah pusat mempertimbangkan kembali rencana proyek geothermal tersebut, dengan melihat aspek sejarah, sosial, budaya dan spiritual yang ada," imbuhnya. (San).

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Gelar Upacara HAB ke-80, Kanwil Kemenag Jateng Komitmen Perkuat Pengabdian dan Kerukunan Serta Kualitas Layanan

Gelar Upacara HAB ke-80, Kanwil Kemenag Jateng Komitmen Perkuat Pengabdian dan Kerukunan Serta Kualitas Layanan

Refleksi 2025 BWI Kota Semarang: Dari Optimalisasi Aset Wakaf hingga Semarang Kota Wakaf

Refleksi 2025 BWI Kota Semarang: Dari Optimalisasi Aset Wakaf hingga Semarang Kota Wakaf

224 Desa di Aceh Belum Teraliri Listrik Pascabencana

224 Desa di Aceh Belum Teraliri Listrik Pascabencana

Kementerian P2MI Antarkan Pulang Jenazah Pekerja Migran Indonesia Korban Kebakaran di Hong Kong Asal Grobogan

Kementerian P2MI Antarkan Pulang Jenazah Pekerja Migran Indonesia Korban Kebakaran di Hong Kong Asal Grobogan

Rinto Subekti Sosialisasikan Bhinneka Tunggal Ika sebagai Modal Sosial Pembangunan Daerah

Rinto Subekti Sosialisasikan Bhinneka Tunggal Ika sebagai Modal Sosial Pembangunan Daerah

BAZNAS RI Launching Tiga Program untuk Entaskan Kemiskinan

BAZNAS RI Launching Tiga Program untuk Entaskan Kemiskinan

Komentar
Berita Terbaru