Nelayan yang Hilang di Pantai Sumba Timur Ditemukan, Begini Kondisinya
digtara.com – Hoki Mbanga Puru (62), nelayan asal Tanapaberi RT 04/RW 02, Dusun Pangadu Tembang, Desa Mondu, Kecamatan Kanatang, Kabupaten Sumba Timur yang hilang akhirnya ditemukan Kamis (5/5/2022).
Baca Juga:
Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di pantai Kerilawitu, Desa Mondu, Kecamatan Kanatang, Kabupaten Sumba Timur.
Sebelumnya Hoki Mbanga Puru (62), dilaporkan hilang pada Rabu (4/5/2022).
Ia hilang di pantai Kerilawitu, Desa Mondu, Kecamatan Kanatang, Kabupaten Sumba Timur.
Sehari berselang, ia ditemukan meninggal dunia.
Korban pertama kali ditemukan di pinggir pantai oleh Hardi Pandji Djawa (32), nelayan asal Warahe, Desa Rambangaru, Kecamatan Haharu, Kabupaten Sumba Timur.
Hardi menerangkan, pada pukul 06:00 wita, ia dari Desa Rambangaru menuju ke pantai Rodang, Desa Kadahang dengan berjalan kaki, melewati pesisir pantai.
Ia mengaku kalau hampir setiap hari mencari hasil ikan di laut dengan menggunakan jala/jaring.
Sekira pukul 07.00 wita, ia melihat jenazah yang terdampar di bibir pantai.
Hardi merasa ketakutan pasca menemukan jenazah korban.
Ia pun lari menuju ke kantor Desa Kadahang, Kabupaten Sumba Timur untuk menyampaikan informasi penemuan jenazah di pinggir pantai.
Tim Basarnas bersama POS AL yang juga melakukan pencarian sejak pukul 06.00 wita hingga pukul 08:52, menerima informasi penemuan jenazah korban.
Sekira pukul 08:30 wita, keluarga korban dan Basarnas bersama POS AL tiba di lokasi di Pantai Rodang, Desa Kadahang, Kecamatan Haharu.
Jenazah kemudian dibawa ke Puskesmas Rambangaru Kabupaten Sumba Timur menggunakan mobil SAR, untuk dilakukan tindakan medis.
Namun setelah tiba di Puskesmas Rambangaru, jenazah korban dibawa ke rumah di Kampung Tanapaberi, Desa Mondu, Kecamatan Kanatang, Kabupaten Sumba Timur.
Pihak keluarga berterima kasih atas bantuan pencarian yang dilakukan oleh Basarnas, Polsek Haharu dan masyarakat yang ikut melakukan pencarian selama 2 hari.
Keluarga korban juga menerima kejadian dengan ikhlas dan tidak mau dilakukan otopsi dan telah dibuatkan surat pernyataan oleh keluarga.
Taat Bayar Pajak Kendaraan, Warga Sumba Timur Dapat Diskon dari Hotel Padadita
Dua Pria di Sumba Timur Jadi Tersangka Penganiayaan Dan Pembunuhan, Ditahan Selama 20 Hari Kedepan
Polres Sumba Timur Salurkan 10.000 Liter Air Bersih untuk Warga Padadita
Kurang dari 24 Jam, Polres Sumba Timur Bekuk Para Pelaku Penganiayaan Menyebabkan Orang Meninggal
Gara-gara Mangga Untuk Tolakan Miras, Pria di Sumba Timur Tewas Ditebas Dengan Parang