Setahun Diresmikan, Pasar Induk Tebingtinggi Berbiaya Rp 13 Miliar Terbengkalai
digtara.com – Pemerintah Kota (Pemko) Tebingtinggi sudah meresmikan pasar induk sejak setahun silam. Namun kini pasar yang dibangun dengan biaya Rp 13 miliar itu terbengkalai.
Baca Juga:
Dilihat digtara.com, Senin (23/8), Pasar Induk di Jalan Kutilang Kelurahan Lubuk Baru, Kecamatan Padang Hulu kota Tebingtinggi itu tampak sepi. Nyaris tidak ada aktifitas di sana. Hanya segelintir pedagang yang berjualan.
Padahal, pasar tersebut sebelumnya dijanjikan sebagai sentral para pedagang besar menyuplai kebutuhan masyarakat ke pasar lainnya di Kota Tebingtinggi
Namun kenyataannya, tak ada pedagang maupun pembeli yang mau kesana. Hal ini terjadi karena akses jalan menuju ke lokasi pasar induk tersebut cukup jauh dari pemukiman warga. Ditambah lagi, jalan menuju lokasi juga rusak parah dan akses angkutan umum juga minim.
Rusty (48), seorang pedagang sembako mengatakan, sejak awal pasar dibuka, ia sudah berjualan. Namun warga Jalan Bajenis Kota Tebingtinggi ini mengaku terkadang harus menelan kerugian karena sepi pembeli.

“Kita sendiri pun harus termakan modal dan rugi, sebab barang dagangan kita tidak laku terjual kadang busuk dan tidak layak lagi dijual,” tuturnya.
Untuk itu, ia berharap pemerintah memberikan solusi untuk kelangsungan usaha mereka.
“Pemerintah kota harus perhatikan permasalahan pedagang di sini,” ujarnya.
Pemko Tebingtinggi mulai membangun Pasar induk pada tahun 2017 dengan anggaran 12 miliar dari dana alokasi khusus.
Kemudian pada tahun 2019 pemerintah Kota Tebingtinggi, kembali menganggarkan biaya satu koma satu miliar rupiah,dana bersumber dari APBD dan APBD Perubahan. Namun sangat disayangkan sejak diresmikan pada 2020 hingga saat ini, pasar induk tak berfungsi.
Plt Kadis Perdagangan Kota Tebingtinggi Zahidin S Pd SMd mengatakan, pihaknya secara bertahap akan melakukan sosialisasi kepada para pedagang yang ada di pasar Inpres, Jalan Gurami, Kelurahan Badak Bejuang Kota Tebingtinggi agar bersedia dipindahkan ke pasar unduk.
“Kita masih memerlukan waktu panjang untuk merelokasi para pedagang ke pasar induk, namun kita upayakan secepatnya,” ujar Zahidin.
Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat
Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS
Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya
Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia
Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur