Selasa, 03 Maret 2026

Guru Yang Juga Aktivis di Nagekeo-NTT Ditemukan Tewas Dalam Pondok

Imanuel Lodja - Senin, 08 September 2025 21:00 WIB
Guru Yang Juga Aktivis di Nagekeo-NTT Ditemukan Tewas Dalam Pondok
net
Ilustrasi

digtara.com -Rudolfus Oktavianus Ruma alias Vian Ruma (30), guru mata pelajaran Matematika pada SMPN 1 Nangaroro, Kabupaten Nagekeo, NTT ditemukan meninggal dunia pada Jumat (5/9/2025) lalu.

Baca Juga:

Vian yang juga aktivis lingkungan hidup ditemukan meninggal dunia di rumah pondok di Wodo Mau, Desa Tonggo, Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo.

Korban ditemukan pada posisi tergantung pada seutas tali sepatu miliknya sendiri dengan lutut korban yang menekuk serta telapak kaki masih menyentuh lantai bambu pondok.

Barang-barang pribadi seperti handphone, tas, sepatu, dan sandal ditemukan masih ada di sekitar jenazah korban.

Sementara sepeda motor milik korban ditemukan di luar pondok di dekat lokasi kejadian.

Diperkirakan korban sudah meninggal beberapa jam sebelum ditemukan.

Kapolres Nagekeo, AKBP Rachmat Muchamad Salihi yang dikonfirmasi membenarkan kejadian ini.

"Sedang didalami," ujar Kapolres dalam keterangannya pada Minggu (7/9/2025) malam.

Informasi lain menyebutkan kalau korban terakhir kali dilihat rekannya pada Selasa (2/9/2025).

Korban sempat minta izin ke Kepala Sekolah SMPN 1 Nangaroro untuk mengikuti kegiatan akbar Mbay Youth Day atau pertemuan Orang Muda Katolik Kevikepan Mbay di Kecamatan Keo Tengah, Kabupaten Nagekeo karena korban merupakan panitia.

Kegiatan ini difasilitasi otoritas gereja Katolik setempat.

Pasca mendapat izin dari Kepala Sekolah, korban tidak berkabar.

Pihak sekolah menduga korban sibuk di lokasi kegiatan sehingga tidak berkabar. Sementara rekan-rekan korban di lokasi kegiatan menduga korban belum mendapat izin sehingga belum ke tempat kegiatan.

Baru pada Jumat (5/9/2025), korban malah ditemukan meninggal dunia di sebuah pondok di Wodo Mau, Kabupaten Nagekeo.

Jenazah korban malah sudah dimakamkan pada Sabtu (6/9/2025) lalu di kampung halamannya di Desa Ngera, Kecamatan Keo Tengah, Kabupaten Nagekeo.

Kasat Reskrim Polres Nagekeo, Iptu Leonardo Marpaung mengakui kalau polisi sudah meminta keterangan dari sejumlah pihak.

Namun polisi belum bisa memastikan penyebab kematian korban.

"Yang pasti hasil penyelidikan (penyebab) belum dapat kesimpulan karena menunggu otopsi kalau pihak keluarga korban meninggal meminta untuk otopsi," ujar Kasat.

Walau korban sudah dikuburkan namun pihak keluarga tetap melaporkan kasus ini ke kepolisian di Polsek Nangaroro, Polres Nagekeo.

"(Korban) sudah dikuburkan dan kemarin sudah dilaporkan ke Polsek terdekat (Nangaroro) locus delicti nya," tandas Kasat.

Dari beberapa sumber diperoleh informasi kalau korban sudah hampir enam tahun mengajar di SMP Negeri 1 Nangaroro, Kabupaten Nagekeo.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Jaga Ketersediaan Pangan Jelang Hari Raya, Polres Nagekeo dan Instansi Gelar Operasi Pasar

Jaga Ketersediaan Pangan Jelang Hari Raya, Polres Nagekeo dan Instansi Gelar Operasi Pasar

Impian Jadi Polisi Terwujud Melalui Prestasi Olahraga

Impian Jadi Polisi Terwujud Melalui Prestasi Olahraga

Tenggelam Saat Mandi, Pelajar di Nagekeo Ditemukan Meninggal Dalam Muara

Tenggelam Saat Mandi, Pelajar di Nagekeo Ditemukan Meninggal Dalam Muara

Ketua DPKS Dr Budiyanto: Pendidikan Karakter Anak Tanggung Jawab Bersama

Ketua DPKS Dr Budiyanto: Pendidikan Karakter Anak Tanggung Jawab Bersama

AKTA Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Pangkalan Brandan, Langkat

AKTA Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Pangkalan Brandan, Langkat

Tujuh Alasan Ketua PGSI Muh Zen ADV Dukung Enam Hari Sekolah. Simak ulasannya!

Tujuh Alasan Ketua PGSI Muh Zen ADV Dukung Enam Hari Sekolah. Simak ulasannya!

Komentar
Berita Terbaru