Harga Minyak Global Turun Imbas Kemajuan Perundingan Nuklir AS-Iran
digtara.com - Harga minyak mentah dunia terkoreksi lebih dari 1% pada perdagangan Senin (21/4/2025).
Baca Juga:
- Kemnaker: Seleksi Wawancara Program Pelatihan Vokasi Nasional Batch 3 Berlangsung hingga 15 Juli 2026
- Timur Tengah Membara Lagi! Iran Balas Serangan AS, Luncurkan Rudal dan Drone ke Sejumlah Pangkalan Militer Amerika
- Inggris Lolos ke Semifinal Piala Dunia 2026 Usai Taklukkan Norwegia Lewat Perpanjangan Waktu
penurunan tersebut dipicu kemajuan perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran yang berpotensi meningkatkan pasokan global.
Rincian Penurunan Harga
- Minyak Brent: Turun 1,15% (78 sen) ke US$67,18/barel.
- Minyak WTI AS: Anjlok 1,19% (77 sen) ke US$63,91/barel.
- Harga Domestik AS: Menembus US$60/barel, level yang dianggap tidak menguntungkan bagi produsen.
Pemicu Pelemahan
1. Kemajuan Diplomasi:
- Menteri Luar Negeri Iran (19/4) menyatakan AS dan Iran sepakat menyusun kerangka kerja kesepakatan nuklir.
- Pejabat AS menyebut perundingan "berjalan sangat baik".
- Pasar khawatir kembalinya ekspor minyak Iran jika sanksi dicabut.
2. Sinyal Permintaan Melemah:
- Penurunan jumlah rig aktif di AS mencerminkan antisipasi penurunan permintaan.
- Proyeksi JPMorgan Chase:
- Industri minyak AS berpotensi memangkas 50 rig dan mengurangi produksi 500.000 barel/hari jika harga WTI bertahan di US$60/barel.
- Analis memperingatkan dampak lebih parah jika harga jatuh ke US$55/barel.
Tantangan Produsen AS
- Meski Presiden Donald Trump mendorong peningkatan produksi, harga rendah memaksa produsen shale oil menahan ekspansi.
- Penurunan rig menjadi indikator perlambatan aktivitas pengeboran.
Prospek ke Depan
Pergerakan harga akan dipengaruhi oleh:
- Kelanjutan kesepakatan AS-Iran.
- Respons OPEC+ terhadap fluktuasi pasar.
- Kebijakan produksi AS dan permintaan global.
Kemajuan diplomasi AS-Iran menjadi kunci pelemahan harga minyak pekan ini.
Jika kesepakatan final tercapai, pasokan global berpotensi melonjak dengan kembalinya ekspor minyak Iran.
Sementara itu, produsen AS diprediksi mengurangi produksi untuk menstabilkan pasar.
Kemnaker: Seleksi Wawancara Program Pelatihan Vokasi Nasional Batch 3 Berlangsung hingga 15 Juli 2026
Timur Tengah Membara Lagi! Iran Balas Serangan AS, Luncurkan Rudal dan Drone ke Sejumlah Pangkalan Militer Amerika
Inggris Lolos ke Semifinal Piala Dunia 2026 Usai Taklukkan Norwegia Lewat Perpanjangan Waktu
Cek Harga Emas ANTAM dan UBS di Pegadaian Hari Ini Minggu 12 Juli 2026
ASN di Kupang-NTT Meninggal dalam Kecelakaan Tunggal