Terkait Pilkada Medan, Posbakumadin Dampingi Warga yang Diintimidasi
digtara.com – Terkait dengan intimasi terhadap BPJS-PBJ warga yang terancam dicabut karena mendukung Bobby Nasution sebagai Calon Wali Kota Medan nomor urut 2. Terkait Pilkada Medan, Posbakumadin Dampingi Warga yang Diintimidasi
Baca Juga:
Lembaga pos bantuan hukum advokat Indonesia (Posbakumadin) Kota Medan mendampingi warga tersebut dan segera berkordinasi dengan pihak terkait untuk mengumpulkan bukti-bukti. Serta berencana mendapinginkorban untuk membuat laporan ke polisi.
Hal itu disampaikan oleh ketua Posbakumadin kota Medan, Irwansyah Rambe kepada digtara.com, Rabu (21/10/2020).
“Kami sudah rapat internal baik di organisasi profesi maupun organisasi bantuan hukum. Kami menduga bahwa terjadi pelanggaran hukum. Kami akan kawal kasus ini hingga selesai,” ujarnya.
Adapun informasi sebelumnya, beredar luas di media sosial sebuah video seorang warga yang mengaku diancam terkait pilihannya pada Pilkada Medan 2020.
Video berdurasi 2 menit 14 detik itu memperlihatkan seorang perempuan yang mengaku mendapat ancaman jika dirinya mendukung pasangan Bobby-Aulia di Pilkada Medan 2020.
Diketahui, perempuan tua tersebut bernama Kaisem, warga Jalan Karya, Gang Karangsari, Lingkungan 2, Kelurahan Karang Berombak, Kecamatan Medan Barat.
Ia mengaku, anaknya telah didatangi seorang bernama Juli yang diduga dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Saat didatangi itu, Kaisem mengaku tidak sedang berada di rumahnya.
“Ceritanya gini, kalau dia dukung pak Bobby, JAM JPSnya (BPJS-PBI) diputus, yang ngomong itu Ibu Juli dari PKS, diancamnya gitu,” katanya, Selasa 20 Oktober 2020.
Mengetahui polemik itu, Posbakumadin telah menganalisa secara hukum bahwa benar ada unsur pidana yang sudah terpenuhi, tinggal melakukan proses hukum.
“Berdasarkan informasi (video) yang kita dapat serta kunjungan langsung ke ibu Kaisem. Benar bahwa ada oknum yang melakukan intimidasi kepadanya. Kami juga dari ranah hukum menganalisa bahwa benar kalau dikaji dari unsur pidana sudah terpenuhi namun butuh proses hukum. Kami juga masih tetap mengawasi keterkaitannya dengan pesta demokrasi di kota Medan,” terangnya.
Dijelaskannya, bahwa program BPJS bukanlah dari partai politik. Melainkan program dari pemerintah pusat dan daerah.
Selain itu beliau juga tegaskan lembaga yang dipimpinnya tidak berafiliasi dengan pasangan calon manapun dalam konteks pilkada Medan 2020. “Perlu saya tegaskan kami organisasi profesi yang berafiliasi dengan Organisasi bantuan hukum itu sendiri. Dan terkait apakah kami berafiliasi dengan salah satu calon, kami tegaskan tidak berpihak ke pasangan manapun,” pungkasnya.
Dijelaskan, Posbakumadin fokus pada pendampingan kepada masyarakat yang termarginalkan yang butuh pendampingan hukum. Sehingga kami akan tetap hadir jika ada masyarakat yang merasa ketidakadilan termasuk dalam proses pilkada Medan.
“Kalau ada warga yang diintimidasi dan di paksa seperti kasus diatas, silahkan sampaikan ke Posbakumadin, akan kami dampingi,” tandasnya.
[ya]Â Terkait Pilkada Medan, Posbakumadin Dampingi Warga yang Diintimidasi
Saksikan video-video terbaru lainnya hanya di Channel YoutubeDigtara TV. Jangan lupa, like comment and Subscribe.
Viral, Bayi Usia 11 Bulan di TTS-NTT Diberi Miras Oleh Ayah Kandungnya
Video Perkelahian Pelajar SMA di Rote Ndao Viral, Polisi Bina Belasan Siswa Yang Terlibat
Detik-Detik Pesawat ATR Jatuh karena Power Bank Terbakar Viral, Ini Fakta Sebenarnya
Video Penganiayaan Hewan Monyet di Malaka Viral, Polisi Amankan Petani dan Pelajar
Viral Video Wanita di NTT Tembak Mati Burung Hantu Jenis Manguni, Polda NTT Amankan Pelaku