Minggu, 15 Maret 2026

Kebobrokan di Medan Tanggung Jawab Petahana

- Selasa, 06 Oktober 2020 14:53 WIB
Kebobrokan di Medan Tanggung Jawab Petahana

digtara.com – Akhyar Nasution, selaku petahana dalam Pilkada Medan disebut sebagai pihak yang bertanggungjawab atas obroknya pembangunan dan lemahnya penataan kota di Medan dalam lima tahun terakhir. Selain itu, isu banjir, jalan rusak, kemiskinan dan berbagai keluhan warga tidak terjawab selama kepemimpinan lima tahun terakhir. Kebobrokan di Medan

Baca Juga:

Hal itu dipaparkan akademisi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) Universitas Sumatera Utara (USU) Ian Pasaribu. Ia menuturkan, dalam setiap Pilkada di Medan isu banjir, jalan rusak, penataan kota dan kemiskinan selalu dijadikan cerita politik.

Namun realisasi yang dirasakan masyarakat hanya sedikit. Karena itu masyarakat menjadi tidak aman sebagai warga kota.

“Masyakat takut hujan karena bisa menjadi banjir. Masyarakat takut melintas karena jalan banyak yang rusak. Masyarakat tidak dapat menggunakan fasilitas publik karena banyak yang rusak. Jadi secara umum masyarakat tidak aman. Serta kelemahan ini dapat menjadi isu politik baru saat menjelang Pilkada saat ini,” kata Ian, Selasa (6/10/2020).

Ian menambahkan, ada dua hal yang mungkin terjadi atas kekecewaan tersebut. Pertama, masyarakat ragu dengan janji pemimpin saat ini serta pesimis dengan janji calon pemimpin baru.

Baca: Didukung Komunitas Protestan dan Katolik, Akhyar Tawarkan Program Realistis Dalam 3,5 Tahun Bekerja

Perubahan

Hal itu, menurutnya akan menimbulkan lahirnya niat untuk tidak menggunakan suara dalam pemilihan kepala daerah. Kedua masyarakat akan mencari janji yang rasional dan tidak muluk-muluk serta akan menggunakan suara untuk perubahan.

“Keyakinan masyakarat untuk menggunakan suara itu didasari dua hal. Pertama petahana mampu meyakinkan publik untuk perbaikan dan meminta kesempatan dari warga untuk menata Medan lebih baik. Atau yang kedua masyarakat akan menggunakan suara sebaik mungkin memenangkan pendatang baru karena tidak yakin dengan janji petahana,” jelasnya.

Saat ini, katanya, masyarakat juga dihadapkan pada kegamangan. Karena masing-masing calon terbatas dalam mensosialisasikan program.

Hal itu disebabkan PKPU yang terbaru teekait aturan kampanye di masa pandemi.

“Jadi ini juga mempersulit masyarakat untuk mengenal calon yang tepat. Dengan kata lain, pemain dalam Pilkada saat ini harus mampu masuk menembus pendengaran warta untuk menyampaikan visi dan misi dalam membangun Medan lebih baik dengan cara yang baik juga,” jelasnya.

Saksikan video-video terbaru lainnya hanya di Channel Youtube Digtara TV. Jangan lupa, like comment and Subscribe.

Kebobrokan di Medan Tanggung Jawab Petahana

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo

Komentar
Berita Terbaru