Diduga Positif Covid-19, Seorang Pasien di RSUD Sidikalang Meninggal
digtara.com | Diduga terinfeksi virus korona (Covid-19), salah seorang warga Kelurahan Sidiangkat, Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi, meninggal dunia di RSUD Sidikalang, Sabtu (4/4) pagi.
Baca Juga:
Sumber di RSUD Sidikalang menyebut, berdasarkan hasil rapid test, pasien yang merupakan PNS itu dinyatakan positif Covid-19.
Pria berusia 40-an itu masuk rumah sakit beberapa hari lalu. Sempat dirawat di ruang VIP kemudian dia dipindah ke ruang isolasi.
“Kalau sudah positif rapid test berarti sudah kenalah. Tenaga medis cemas. Sebab tidak semua personel dilakukan rapid test. Ini yang saya keluhkan pekan lalu,” ujar sumber tersebut.
Sementara sumber lain menyebut pria itu sempat mengalami diare dan demam tinggi. Menurutnya korban sudah dirawat selama sepekan di RSUD Sidikalang.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Dairi, Rahmatsyah Munthe, mengatakan pihaknya segera memberi penjelasan mengenai informasi ini.
Namun ia belum mau menjawab apakah hasil rapid test itu benar adanya.
Sementara, berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Sumatera Utara (Sumut) update jumlah pasien COVID-19.
Jumlah pasien positif COVID-19 di Sumut kembali bertambah menjadi 36 dari sebelumnya 30 pasien.
Yang terkonfirmasi positif COVID-19 di Sumatera Utara saat ini sebanyak 36 jiwa. Di mana, 11 diantaranya merupakan hasil dari rapid test.
Selain pasien positif COVID-19. Kenaikan yang sama juga terjadi pada Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang bertambah menjadi 95 orang dari sebelumnya 84 orang.
“Sementara itu jumlah PDP juga mengalami peningkatan sebesar 11,5 persen. Di mana pada hari sebelumnya PDP di Sumatera Utara berjumlah 84 orang kini bertambah menjadi 95 orang,” terangnya.
“Sedangkan Orang Dalam Pemantuan atau ODP sebanyak 2.969 jiwa menurun di banding hari sebelumnya 12,4 persen yakni 3.338 orang,” sambungnya.
Peningkatan dan penurunan penyebaran COVID-19 di Sumut saat ini dipengaruhi oleh dua hal.
Kedua hal tersebut adalah upaya pencegahan yang dilakukan dan yang kedua adalah menghindari keramaian.
“Untuk itu partipasi masyarakat sangat dibutuhkan agar Sumatera Utara bisa menekan penyebaran COVID-19,” tandasnya.[ana]
Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat
Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS
Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya
Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia
Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur