Selasa, 13 Januari 2026

Keluarga Tolak Otopsi ASN Tewas Gantung Diri

Imanuel Lodja - Kamis, 17 Oktober 2019 04:01 WIB
Keluarga Tolak Otopsi ASN Tewas Gantung Diri

digtara.com | KUPANG – Keluarga Tony Nggili, korban tewas karena gantung diri menolak dilakukan otopsi. Pihak keluarga pun menandatangani surat pernyataan penolakan otopsi dan iklas menerima kematian korban.

Baca Juga:

Kapolsek Takari, Ipda Arifin Abdurahman, SH dikantornya, Kamis (17/10/2019) mengakui kalau keluarga korban menerima kematian korban. Disisi lain, menurut informasi pihak keluarga kalau korban sejak beberapa waktu lalu sudah memiliki gejala sakit stroke.

“Keluarga korban menerima kasus kematian tersebut karena menurut informasi korban mulai ada gejala sakit stroke,” ujar Kapolsek Takari.

Diperoleh informasi kalau tahun depan korban rencananya akan menikah. “Kita pihak Polsek Takari meminta untuk keluarga buat surat pernyataan menolak autopsi,” tandas Kapolsek Takari.

Tony Nggili (28), warga Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang. Korban ditemukan tewas gantung diri pada Rabu (16/10/2019) pagi sekitar pukul 05.50 Wita.

Korban diketahui baru lulus menjadi ASN di Kota Kupang pada tahun 2019 ini dan baru selesai mengikuti kegiatan prajabatan Sabtu (12/10/2019) lalu di Kota Kupang.

Pada Selasa (15/10/2019) petang korban datang ke rumah pamannya, Semi Nggili (35) warga Kabupaten Kupang. Korban datang dengan sepeda motor.

Rabu (16/10/2019) sekitar pukul 05.00 wita, korban menyuruh Semi Nggili untuk mengisi bensin di sepeda motor milik korban, karena korban mau pulang ke Kota Kupang.

Kemudian Semi Nggili pun pergi mengisi bensin di Kelurahan Takari Kecamatan Takari Kabupaten Kupang yang jaraknya sekitar 2 kilometer dari rumah Semi Nggili.

Sekitar pukul 05.40 wita, Semi Nggili pulang dari mengisi bensin sepeda motor korban dan belanja makanan. Namun ia heran karena kondisi rumah dalam keadaan terkunci dari dalam.

Semi Nggili mengetuk pintu dan dibukakan oleh Sandi Nggili (7) yang juga anak kandung Semi Nggili yang saat itu sedang tidur di dalam kamar.

Setelah itu Semi Nggili pun masuk ke dalam rumah. Ia kaget melihat korban sudah dalam keadaan tergantung menggunakan kain sarung dia atas kayu yang jarak dengan tanah sekitar 2,5 meter.

Melihat kejadian tersebut dan kondisi korban, Semi Nggili pun memberitahukan kepada Dominggus Sely (48) yang merupakan tetangganya. Semi pun melaporkan kejadian tersebut ke polisi di Polsek Takari.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Imanuel Lodja
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Warga Kupang-NTT Agar Waspadai Cuaca Ektrem, Polisi Pun Siaga

Warga Kupang-NTT Agar Waspadai Cuaca Ektrem, Polisi Pun Siaga

Pingsan Saat Berkendara, Penumpang Sepeda Motor di Kupang Ditolong Polantas ke Rumah Sakit

Pingsan Saat Berkendara, Penumpang Sepeda Motor di Kupang Ditolong Polantas ke Rumah Sakit

Hari Raya di Kupang Aman dan Kondusif, Kapolres Beri Apresiasi dan Terima Kasih Kepada Anggota

Hari Raya di Kupang Aman dan Kondusif, Kapolres Beri Apresiasi dan Terima Kasih Kepada Anggota

Anggota Polres Kupang Berdonasi Bagi Korban Bencana Sumatera

Anggota Polres Kupang Berdonasi Bagi Korban Bencana Sumatera

Diguyur Hujan, Polres Kupang Tetap Gelar Apel Operasi Zebra Turangga 2025

Diguyur Hujan, Polres Kupang Tetap Gelar Apel Operasi Zebra Turangga 2025

Ungkap Kasus Penikaman Di Fatuleu, Kapolres Kupang Bentuk Tim Gabungan

Ungkap Kasus Penikaman Di Fatuleu, Kapolres Kupang Bentuk Tim Gabungan

Komentar
Berita Terbaru