Sumba Barat Daya Diguncang Gempa Magnitudo 6,1 Tidak Berpotensi Tsunami
digtara.com -Gempa bumi mengguncang wilayah Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Minggu, 4 Oktober 2026 pagi.
Baca Juga:
Pusat gempa berada pada koordinat sekitar 9,70 Lintang Selatan dan 118,92 Bujur Timur, dengan kedalaman 10 kilometer.
Lokasi episenter disebut berada sekitar 14 kilometer barat daya Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT.
Gempa dengan kedalaman yang tergolong dangkal tersebut berpotensi menimbulkan guncangan yang cukup terasa di sejumlah wilayah di Pulau Sumba.
Informasi awal BMKG menyatakan gempa tidak berpotensi tsunami. Kendati demikian, masyarakat di wilayah yang merasakan guncangan diimbau tetap tenang dan waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.
Baca Juga:BMKG sendiri menyediakan pembaruan data gempa secara berkala dan menegaskan bahwa data kejadian gempa dapat diperbarui setelah dilakukan analisis terhadap rekaman seismik yang masuk.
Masyarakat yang merasakan guncangan diimbau tidak panik. Jika gempa kembali terjadi, warga sebaiknya segera berlindung di tempat yang aman, menjauhi kaca, lemari, tiang listrik maupun bangunan yang berpotensi roboh.
Bagi warga yang berada di kawasan pesisir, informasi resmi mengenai potensi tsunami tetap perlu menjadi rujukan utama.
Episenter gempa berada di laut pada koordinat 9,84° LS dan 118,90° BT. Titik tersebut berjarak sekitar 59 kilometer barat daya Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya.
BMKG menjelaskan, karakteristik gempa berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposentrumnya menunjukkan bahwa peristiwa tersebut termasuk gempa bumi dangkal.
Analisis mekanisme sumber juga menunjukkan gempa mempunyai pola pergerakan turun atau normal fault. Informasi tersebut menjadi salah satu indikator penting dalam memahami sumber guncangan yang terjadi di wilayah Sumba Barat Daya.
Sementara intensitas IV MMI dirasakan di Kota Tambolaka, Kota Waikabubak, Kota Waibakul, dan Kota Raba. Guncangan lebih lemah dengan skala III MMI juga dirasakan di Kota Bima.
Meski pusat gempa berada di laut, BMKG memastikan tidak terdapat ancaman tsunami dari kejadian tersebut. "Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," demikian penegasan BMKG.
Hingga Minggu siang, belum terdeteksi aktivitas gempa susulan. BMKG tetap melakukan monitoring dan mengingatkan masyarakat agar menjauhi bangunan yang retak atau rusak serta memperoleh informasi hanya dari kanal resmi BMKG.
Baca Juga:
Gempa M6,1 Guncang Sumba Barat Daya NTT, Terjadi pada Kedalaman 10 Km
Ini Duduk Perkara Pembunuhan Berencana Yang Menyeret Lima Tersangka di Rote Ndao
Karyawati Rumah Makan Meninggal Diduga Sakit Lambung
Semangat Nasionalisme, Polres Sumba Tengah Gelar Upacara Hari Kesaktian Pancasila
Diduga Jatuh dari Pohon Saat Ambil Pakan Ternak Kambing, Pria di Kabupaten Nagekeo Ditemukan Meninggal Dunia