Selasa, 24 Februari 2026

Menguak Misteri Lubang Raksasa yang Mendadak Muncul di Siberia

- Jumat, 19 Februari 2021 08:37 WIB
Menguak Misteri Lubang Raksasa yang Mendadak Muncul di Siberia

digtara.com – Tahun lalu, sebuah ledakan keras tiba-tiba menggema di Siberia. Ledakan itu melemparkan gumpalan es dan batu ratusan meter ke udara, meninggalkan lubang raksasa di tanah kosong tersebut.

Baca Juga:

Itu menjadi lubang ke-17 yang muncul di Semenanjung Yamal dan Gyda di Kutub Utara Rusia, sejak lubang pertama terlihat pada 2013. Fenomena ini sangat ‘membagongkan’ para ilmuwan dan telah menjadi misteri selama bertahun-tahun.

Kini, para ilmuwan mengatakan bahwa kemungkinan kawah tersebut berkaitan dengan perubahan iklim. Kamera drone, pemodelan 3D, dan kecerdasan buatan membantu mengungkap misteri tersebut.

“Kawah baru terawat dengan baik, karena air permukaan belum terakumulasi di kawah saat kami mensurveinya, yang memungkinkan kami mempelajari kawah ‘segar’, tidak tersentuh oleh degradasi,” kata Evgeny Chuvilin, ilmuwan peneliti utama di Pusat Pemulihan Hidrokarbon Institut Sains dan Teknologi Skolkovo di Moskow.

Berdasarkan risetnya yang rilis di jurnal Geosciences, untuk mengungkap misteri lubang raksasa, peneliti menerbangkan drone jauh ke dalam kawah mencapai 10 hingga 15 meter di bawah tanah. Ini memungkinkan mereka untuk menangkap bentuk rongga bawah tanah tempat metana terbentuk.

Di sana, drone mengambil sekitar 80 gambar, memungkinkan peneliti membangun model 3D dari kawah yang memiliki kedalam hingga 30 meter. Gambar gua di bawah kawah berhasil mengkonfirmasi hipotesis ilmuwan.

Faktor Gas Metana

Peneliti mengatakan, ledakan terjadi ketika gas metana terbentuk di rongga es, menyebabkan gundukan muncul di permukaan tanah. Gundukan bertambah besar sebelum menghempaskan es dan batuan ke udara hingga meninggal kawah raksasa.

Yang belum terjawab adalah dari mana sumber metana berasal, apakah dari lapisan dalam Bumi atau di dekat permukaan, atau mungkin kombinasi dari keduanya.

Musim panas yang lebih hangat di Kutub Utara telah melemahkan lapisan permafrost (tanah membeku berusia ribuan tahun) yang berfungsi sebagai penutup sehingga memudahkan gas untuk keluar.

Beberapa ahli menyebut bahwa tanah di wilayah permafrost menyimpan karbon dua kali lebih banyak daripada atmosfer, menjadikan wilayah ini sangat penting dalam perang melawan perubahan iklim.

“Perubahan iklim, tentu saja, berdampak pada kemungkinan munculnya kawah ledakan gas di permafrost Arktik,” kata Chuvilin.

Kendati kawah-kawah ini muncul di wilayah jarang penduduk, namun ini bisa menimbulkan risiko bagi masyarakat adat dan infrastruktur minyak dan gas. Lubang biasanya ditemukan secara tidak sengaja selama penerbangan helikopter atau penggembala rusa kutub.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
:
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Heboh dan Bikin Penasaran! Rumah Warga Tiba-Tiba Muncul Api Misterius, Perabotan Ikut Terbakar

Heboh dan Bikin Penasaran! Rumah Warga Tiba-Tiba Muncul Api Misterius, Perabotan Ikut Terbakar

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Komentar
Berita Terbaru