Dua Atlet Futsal SEA Games Pulang Tanpa Penjemputan
digtara.com -Dua atlet futsal putri asal Nusa Tenggara Timur (NTT) menorehkan prestasi membanggakan di ajang SEA Games 2025 Thailand.
Baca Juga:
Namun, kepulangan mereka ke daerah pada Minggu (21/12/2025) justru menyisakan cerita miris. Tanpa seremoni, tanpa penjemputan resmi, keduanya pulang layaknya penumpang biasa.
Dua atlet tersebut adalah Asselah Terecita Lukuaka (18) dan Quisepina Anastasia T. Olin (21), yang terpilih memperkuat Tim Nasional Futsal Putri Indonesia.
Keduanya turut mengantarkan Garuda Pertiwi meraih medali perak, prestasi terbaik Indonesia sepanjang sejarah keikutsertaan futsal putri di SEA Games.
Baca Juga:
Meski kalah, raihan perak ini melampaui pencapaian sebelumnya, yakni medali perunggu pada SEA Games 2017.
Setibanya di Indonesia, para atlet sempat mendapat sambutan dari Asosiasi Futsal di Jakarta.
Namun ketika Asselah dan Quisepina tiba di Bandara El Tari Kupang, sekitar pukul 10.00 Wita menggunakan penerbangan Super Air Jet, tak satu pun perwakilan pemerintah daerah tampak menyambut.
Keduanya hanya dijemput keluarga dan meninggalkan bandara menggunakan kendaraan pribadi, tanpa pengalungan bunga ataupun ucapan selamat resmi.
Baca Juga:
Kekecewaan disampaikan Kasmir Toni, paman Quisepina. Ia menilai pemerintah daerah NTT maupun Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) kurang memberikan perhatian terhadap atlet berprestasi.
Ia menambahkan, prestasi internasional seperti SEA Games seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan KONI NTT.
"Ini sudah prestasi, bukan baru mau latihan. Atlet-atlet seperti ini berpotensi terus dipanggil tim nasional bahkan ke ajang lebih tinggi. Daerah seharusnya melihat ini sebagai aset," tegasnya.
Kasmir juga mengungkapkan, sejak proses seleksi hingga pemusatan latihan (TC), nyaris tidak ada keterlibatan pemerintah daerah.
Baca Juga:
"Kami begadang menonton perjuangan mereka lewat televisi. Tidak pernah terbayangkan anak-anak dari daerah bisa tampil sejauh ini," ungkapnya.
Meski demikian, kedua atlet mengaku tetap bangga dengan capaian yang diraih.
Ia menjelaskan, mereka meninggalkan NTT hampir empat bulan, menjalani seleksi selama tiga bulan di Yogyakarta, lalu pemusatan latihan satu bulan di Jakarta.
Baca Juga:
Ulangi Rekor 30 Tahun Silam, Indonesia Lampaui Target Medali di SEA Games 2025 Thailand
Indonesia Cetak Sejarah Baru di SEA Games 2025, Finis Runner-up untuk Pertama Kali dalam 30 Tahun
Hoki Indoor Putra Sumbang Emas di SEA Games 2025, Indonesia Tembus 88 Medali Emas
PSSI Targetkan Timnas Indonesia Raih Emas SEA Games 2025, Begini Peluang dan Tantangannya
Ini Target Pelatih Timnas Shin Tae-yong di Piala AFF 2024: Yang Penting...
Indonesia Juara Umum Esports SEA Games 2023 Kamboja
Kemnaker Tindak 12 Perusahaan Pelanggar TKA, Denda Rp4,48 Miliar Masuk Kas Negara
Pak Kajari! Menu MBG Ramadhan di Sidimpuan Bikin Heboh. Tolong Periksa Anggarannya
Diperiksa Sebagai Tersangka Kasus Cabul, Piche Kotta Tidak Ditahan Penyidik
Polres Belu Tangkap Tersangka RM di Timor Leste
Kapolres Kupang Minta Kapolsek Dukung Program Pemerintah
Kasus Naik ke Penyidikan, Polres Sikka Tetapkan Tersangka Kasus TPPO 13 LC
Mengadu ke KDM, 13 LC Korban TPPO di Sikka-NTT Dipulangkan ke Jawa Barat