Jumat, 09 Januari 2026

Dua Atlet Futsal SEA Games Pulang Tanpa Penjemputan

Imanuel Lodja - Senin, 22 Desember 2025 08:59 WIB
Dua Atlet Futsal SEA Games Pulang Tanpa Penjemputan
ist
Atlet Futsal SEA Games Thailand 2025, Asselah Terecita Lukuaka dan Quisepina Anastasia T. Olin tiba di Bandara El Tari Kupang, Minggu (21/12/2025) tanpa penyambutan

digtara.com -Dua atlet futsal putri asal Nusa Tenggara Timur (NTT) menorehkan prestasi membanggakan di ajang SEA Games 2025 Thailand.

Baca Juga:

Namun, kepulangan mereka ke daerah pada Minggu (21/12/2025) justru menyisakan cerita miris. Tanpa seremoni, tanpa penjemputan resmi, keduanya pulang layaknya penumpang biasa.

Dua atlet tersebut adalah Asselah Terecita Lukuaka (18) dan Quisepina Anastasia T. Olin (21), yang terpilih memperkuat Tim Nasional Futsal Putri Indonesia.

Keduanya turut mengantarkan Garuda Pertiwi meraih medali perak, prestasi terbaik Indonesia sepanjang sejarah keikutsertaan futsal putri di SEA Games.

Baca Juga:

Pada partai final yang berlangsung di Bangkok Thonburi University Gymnasium, Kamis (18/12/2025), Indonesia harus mengakui keunggulan Vietnam dengan skor 0–5.

Meski kalah, raihan perak ini melampaui pencapaian sebelumnya, yakni medali perunggu pada SEA Games 2017.

Setibanya di Indonesia, para atlet sempat mendapat sambutan dari Asosiasi Futsal di Jakarta.

Namun ketika Asselah dan Quisepina tiba di Bandara El Tari Kupang, sekitar pukul 10.00 Wita menggunakan penerbangan Super Air Jet, tak satu pun perwakilan pemerintah daerah tampak menyambut.

Keduanya hanya dijemput keluarga dan meninggalkan bandara menggunakan kendaraan pribadi, tanpa pengalungan bunga ataupun ucapan selamat resmi.

Baca Juga:

Kekecewaan disampaikan Kasmir Toni, paman Quisepina. Ia menilai pemerintah daerah NTT maupun Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) kurang memberikan perhatian terhadap atlet berprestasi.

"Ini bukan kejuaraan biasa atau PON, mereka bertanding mewakili Indonesia di tingkat ASEAN. Kami tidak menuntut seremoni besar, tapi setidaknya ada perhatian dan dukungan agar mereka terus berprestasi membawa nama NTT," ujarnya dengan nada kecewa.

Ia menambahkan, prestasi internasional seperti SEA Games seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan KONI NTT.

"Ini sudah prestasi, bukan baru mau latihan. Atlet-atlet seperti ini berpotensi terus dipanggil tim nasional bahkan ke ajang lebih tinggi. Daerah seharusnya melihat ini sebagai aset," tegasnya.

Kasmir juga mengungkapkan, sejak proses seleksi hingga pemusatan latihan (TC), nyaris tidak ada keterlibatan pemerintah daerah.

Baca Juga:

"Kami begadang menonton perjuangan mereka lewat televisi. Tidak pernah terbayangkan anak-anak dari daerah bisa tampil sejauh ini," ungkapnya.

Meski demikian, kedua atlet mengaku tetap bangga dengan capaian yang diraih.

"Kami sangat senang bisa terpilih mewakili Indonesia dan NTT di tingkat internasional. Ini pengalaman berharga, walau awalnya sangat deg-degan," kata Asselah Terecita Lukuaka.

Ia menjelaskan, mereka meninggalkan NTT hampir empat bulan, menjalani seleksi selama tiga bulan di Yogyakarta, lalu pemusatan latihan satu bulan di Jakarta.

Baca Juga:

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru