Minggu, 25 Januari 2026

Dituding Rasis oleh Mahasiswa Papua, Guru Besar USU Tak Mau Minta Maaf

- Selasa, 02 Februari 2021 09:01 WIB
Dituding Rasis oleh Mahasiswa Papua, Guru Besar USU Tak Mau Minta Maaf

digtara.com – Guru Besar USU Prof Yusuf L Henuk menghadiri dialog antara Mahasiswa Papua dan Rektorat USU soal rasisme yang ditujukan padanya di Biro Rektorat USU, Selasa (2/2/2021).

Baca Juga:

Dialog ini dilakukan usai aksi unjuk rasa digelar oleh Ikatan Mahasiswa Papua (IMP) Sumut di halaman biro Rektorat USU pagi tadi. Dialog ini difasilitasi oleh pihak Rektorat USU yang diwakili oleh Wakil Rektor V Luhut Sihombing.

Setelah perbincangan selesai, Henuk mengungkapkan kekesalannya. Pasalnya, mahasiswa Papua tersebut dianggapnya belum memahami kata-katanya di Twitter.

“Saya tidak akan minta maaf atas dugaan rasisme yang mereka tuduhkan. Karena maksud saya bukan ke suruh orang Papua. Tapi ke beberapa orang yang sebelumnya berdebat dengan saya di Twitter,” jelasnya kepada digtara.com di Biro Rektorat USU, Selasa (2/2/2021).

Dikatakannya, kata-kata yang memuat ‘orang Papua bodoh’ bukan ditujukan kepada seluruh orang Papua. Melainkan diarahkan kepada orang Papua yang anti kemerdekan.

“Sama orang Papua yang pro dengan Veronika Coman dan Natalius Pigai,” pungkasnya.

“Jadi bukan berarti keseluruhan orang Papua. Lagi pula, saya tidak pernah melihat mahasiswa USU ikut dalam pendiskusian di Twitter. Mereka hanya kaget kemudian lapor-lapor,” tambahnya.

Diketahui sebelumnya, puluhan IMP Sumut melakukan aksi unjuk rasa untuk menolak Guru Besar USU yang bertindak rasisme, di depan kantor Biro Rektorat USU, Selasa (2/2/2021).

Amatan digtara.com aksi ini dimulai sejak 09.30 Wib. Terlihat mahasiswa membawa spanduk berisi tuntutan – tuntutan mereka kepada Rektor USU yang baru saja dilantik, Muryanto Amin.

Diantaranya, ‘Hentikan intimidasi terhadap orang Papua’, ‘Kami manusia bukan monyet’, ‘Stop rasis kepada orang Papua’, ‘Hitam kulit keriting rambut kita juga manusia’, dan lain – lain.

“Kami mahasiswa Papua melawan rasisme. Ini adalah USU bersama sehingga kasus ini tidak boleh dipelihara. Kami menuntut keras agar rasisme dihentikan,” ujar Koordinator Aksi, Yance Emany saat diwawancara.

Dikatakannya, jangan ada lagi elemen dari USU yang menimbulkan rasisme. Serta pelakunya harus segera diproses hukum sesuai aturan yang berlaku.

“Rasisme ini dilakukan oleh guru besar USU, yakni Prof Yusuf L Henuk. Itu dilontarkan di Twitter mengatakan orang Papua itu bodoh dan kayak monyet,” tandasnya.

Maka dari itu, IMP Sumut menyampaikan 3 poin tuntutan yakni 1. Copot jabatan Prof Yusuf L Henuk Guru Besar USU. 2. Kami IMP Sumut meminta Prof Yusuf L Henuk ditangkap dan diproses hukum, 3. Hentikan rasisme terhadap orang Papua.

 

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo

Komentar
Berita Terbaru