116 Orang Penumpang KM Nggapulu Jalani Karantina Setibanya di Pelabuhan Ambon

digtara.com – Sebanyak 116 penumpang Kapal Motor (KM) Nggapulu langsung diamankan setibanya di Pelabuhan Yos Soedarso, Ambon. Mereka diamankan untuk menjalani karantina di Balai Diklat Pertanian Provinsi Maluku dan Balai Diklat Keagamaan Kementerian Agama Kota Ambon.
Baca Juga:
Pengkarantinaan ini sebagai bagian dari langkah preventif yang diambil untuk mencegah penyebaran virus korona (Covid-19) di Provinsi Maluku.
“Sebanyak 116 orang penumpang KM Nggapulu itu, berasal dari Bau-Bau, Makasar dan Surabaya. Ada juga yang dari Jakarta,†kata Plt Kepala Biro Humas dan Protokoler Sekretariat Daerah Maluku, Melky Lohy, Senin (30/3/2020).
Lohy kemudian menjelaskan, 116 orang yang dikarantina itu, merupakan bagian dari 429 penumpang KM Nggapulu yang sandar di Pelabuhan Yos Sudarso, Kota Ambon, malam itu. Dari jumlah tersebut, hanya 258 penumpang yang mengantongi KTP Maluku, sementara 171 lainnya ber-KTP luar Maluku.
“Para penumpang yang kita karantina ini tidak ber-KTP Maluku. Sedangkan yang ber-KTP Maluku kita kembalikan ke keluarga. Kita meminta mereka melakukan karantina mandiri di rumah masing-masing. Ada juga warga yang tidak ber-KTP Maluku, tapi karena punya keluarga di Maluku, mereka kita kembalikan ke keluarganya,” jelas Lohy.
Ia merincikan, 80 orang dikarantina di Balai Diklat Keagamaan, dan 36 orang dikarantina di Balai Diklat Pertanian. Sebelum dibawa ke lokasi karantina, para penumpang ini terlebih dahulu menjalani pemeriksaan oleh tim kesehatan berupa pemeriksaan suhu tubuh, dan pemeriksaan identitas. Mereka yang dikarantina itu, tujuan kedatangannya ke Maluku. Yakni ke Ambon, Maluku Tengah, Buru, Buru Selatan, Seram Bagian Timur dan Seram Bagian Barat.
DIBERIKAN KARTU
Penumpang yang ber-KTP Maluku, khususnya yang domisili di Pulau Ambon diberikan kartu hijau. Para penumpang ini keluar dari areal pelabuhan melewati pintu keluar biasa, dan diminta melakukan karantina mandiri di rumah.
Sementara penumpang dengan KTP luar Maluku diberikan kartu kuning, dan diarahkan menuju tenda petugas. Mereka kemudian dibawa menuju lokasi karantina untuk menjalani masa karantina selama 14 hari.
“Sesuai Maklumat Gubernur, para penumpang yang datang dari luar Maluku ini dikarantina selama 14 hari di lokasi-lokasi yang telah kita siapkan,” kata Lohy.
Selain itu, salah satu penumpang lanjutan KM Nggapulu dari pelabuhan Surabaya tujuan Banda semalam langsung dikarantina di atas kapal karena memiliki riwayat tinggal di kos-kosan yang tetangga kosnya positif terpapar Covid-19.
“Ada juga dua penumpang dari Bali yang naik KM Nggapulu via Surabaya, tapi tadi pagi langsung balik lagi ke Bali,” katanya.
KM Nggapulu sebelum ke Ambon menyinggahi Jakarta, Surabaya, Makassar dan Bau-Bau. Dari Pelabuhan Yos Soedarso, kapal milik PT Pelni Persero tersebut akan menuju Banda Naira, Tual, Dobo, Kaimana, Fak-Fak, dan Sorong.
https://www.youtube.com/watch?v=RzWQ3_ThV08
Saksikan video-video terbaru lainnya hanya di Channel Youtube Digtara TV.
Jangan lupa, like comment and Subscribe.
[AS]

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur
