Senin, 12 Oktober 2026

Seorang Pria di Sikka Ditemukan Tenggelam di Pesisir Pantai dan Meninggal

Imanuel Lodja - Senin, 12 Oktober 2026 07:55 WIB
Seorang Pria di Sikka Ditemukan Tenggelam di Pesisir Pantai dan Meninggal
net
Ilustrasi.

digtara.com -PNL, seorang pria ditemukan tenggelam di perairan pantai Lela, tepatnya di depan Kantor Camat Lela, Desa Lela, Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (10/10/2026) dan akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Baca Juga:

Peristiwa tragis ini menyita perhatian warga setempat, terutama setelah diketahui bahwa sejumlah nelayan yang berada di sekitar pantai sempat berupaya menyelamatkan korban dari dalam laut.

Dengan kemampuan dan tenaga yang terbatas, para saksi berusaha membawa korban menuju bibir pantai. Namun, upaya pertolongan tersebut tidak berakhir sebagaimana yang diharapkan.

Informasi mengenai kejadian itu diterima anggota Polsek Lela, Aipda Jefrianus Soko bersama anggota piket, dari masyarakat sekitar pukul 09.00 WITA.

Menindaklanjuti laporan tersebut, aparat kepolisian melakukan penanganan di tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan keterangan para saksi, mendata identitas korban, serta berkoordinasi dengan tenaga medis dan pihak yang bertanggung jawab atas korban.

Berdasarkan keterangan awal yang dihimpun, korban sebelumnya terlihat beraktivitas di sekitar pantai sebelum akhirnya diketahui berada di dalam laut dan membutuhkan pertolongan.

Baca Juga:
Warga yang mengetahui keadaan tersebut segera berupaya memberikan bantuan, meskipun kondisi korban saat ditemukan telah menimbulkan kekhawatiran serius.

Berdasarkan keterangan saksi pertama BY (62), seorang nelayan di wilayah tersebut kalau saat itu ia berada di kawasan pantai sejak sekitar pukul 06.00 WITA. Saat itu, BY turun ke pantai dan beristirahat di atas sampan miliknya.

Sekitar pukul 08.00 WITA, BY melihat korban berada di pinggir pantai. Korban disebut sedang menari dan melompat-lompat, perilaku yang menurut saksi sudah biasa terlihat dalam keseharian korban.

Dalam keterangannya, saksi menyebutkan bahwa korban kerap bermain di sekitar pantai dan terkadang membantu nelayan menarik sampan atau perahu ke daratan.

Aktivitas tersebut membuat korban tidak asing bagi sejumlah warga yang setiap hari beraktivitas di kawasan pesisir Lela.

Namun, saksi melihat korban sudah berada di dalam laut dan berusaha meminta pertolongan.

BY segera bangkit dari sampan dan berlari menuju bibir pantai. Ia berusaha berenang mendekati korban yang diperkirakan berjarak sekitar 10 meter dari posisinya.

Dalam kondisi tersebut, ia berusaha meraih bahu korban dan membawanya menuju daratan. Akan tetapi, upaya penyelamatan itu tidak berjalan mudah.

Setelah berenang sekitar lima meter, BY mengaku tidak lagi sanggup melanjutkan pertolongan seorang diri. Ia kemudian berteriak meminta bantuan kepada nelayan lain yang berada di sekitar pantai.

Baca Juga:
Teriakan meminta pertolongan tersebut mendapat respons dari MS (52) yang juga seorang nelayan yang saat itu berada di sekitar pantai untuk mempersiapkan aktivitas melaut.

MS segera menuju lokasi dan ikut membantu proses penyelamatan. Ia berusaha berenang mendekati korban dan saksi pertama, kemudian membantu membawa korban menuju bibir pantai.

BY dan MS berusaha memberikan pertolongan ditengah kondisi yang tidak mudah. Mereka berusaha mengevakuasi korban dari perairan agar dapat segera ditangani lebih lanjut.

Korban akhirnya berhasil dibawa ke bibir pantai. Namun, ketika proses evakuasi berlangsung, kedua saksi menyatakan bahwa korban sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Mereka juga menerangkan adanya busa yang keluar dari mulut korban.

Warga kemudian menghubungi ambulans Puskesmas Nanga untuk mengevakuasi korban ke Rumah Sakit St. Elisabeth Lela. Korban selanjutnya dibawa ke fasilitas kesehatan tersebut untuk mendapatkan penanganan medis.

Korban selama ini diketahui tinggal seorang diri di sebuah pondok milik warga, MVR (61) selama kurang lebih lima tahun terakhir.

Baca Juga:
Menurut keterangan MVR, selama tinggal di tempat tersebut, korban kerap mendapat bantuan berupa makanan dan minuman. Ia juga menyebutkan bahwa dirinya sesekali memberikan rokok kepada korban dan telah menganggap korban sebagai bagian dari keluarganya sendiri.

MVR juga menyampaikan bahwa korban memiliki riwayat gangguan kesehatan jiwa dan pernah mendapatkan obat dari Puskesmas Nanga untuk dikonsumsi.

Informasi mengenai kondisi kesehatan korban turut disampaikan oleh pihak keluarga. Meski demikian, riwayat kesehatan tersebut tidak dengan sendirinya menjelaskan penyebab korban masuk ke dalam laut ataupun memastikan faktor yang menyebabkan kematiannya.

Setelah menerima informasi dari masyarakat, anggota Polsek Lela melakukan sejumlah tindakan untuk menindaklanjuti peristiwa tersebut.

Polisi mendatangi tempat kejadian perkara dan berkoordinasi dengan tim medis Rumah Sakit St. Elisabeth Lela, serta berkoordinasi dengan perwakilan keluarga atau pihak yang bertanggung jawab atas korban.

Pihak keluarga menyatakan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah. Keluarga juga menyampaikan penolakan terhadap tindakan otopsi dan proses hukum lebih lanjut.

Selanjutnya, keluarga merencanakan upacara pemakaman almarhum pada Senin, 12 Oktober 2026, pukul 09.00 WITA.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Pantai Bungawaru-Alor Jadi Sasaran World Cleanup Day Polri-TNI dan Masyarakat

Pantai Bungawaru-Alor Jadi Sasaran World Cleanup Day Polri-TNI dan Masyarakat

Distribusi Bantuan Ketua Umum Bhayangkari Pakai KP Pulau Ndao 3009

Distribusi Bantuan Ketua Umum Bhayangkari Pakai KP Pulau Ndao 3009

Pemerintah-Polri Data Warga Korban Gempa Flores dari Rumah Ke Rumah

Pemerintah-Polri Data Warga Korban Gempa Flores dari Rumah Ke Rumah

Petani di Kabupaten Sikka Ditemukan Meninggal di Pematang Sawah

Petani di Kabupaten Sikka Ditemukan Meninggal di Pematang Sawah

Anggota Polairud Polda NTT Bantu Evakuasi Korban Tenggelam di Dermaga Pelni

Anggota Polairud Polda NTT Bantu Evakuasi Korban Tenggelam di Dermaga Pelni

Pergi dari Rumah Karena Masalah Hutang, IRT di Sikka Tinggalkan Sepucuk Surat

Pergi dari Rumah Karena Masalah Hutang, IRT di Sikka Tinggalkan Sepucuk Surat

Komentar
Berita Terbaru