Senin, 05 Oktober 2026

Lagi Dua Pelaku Diamankan, Total Empat Pelaku Kasus Penyerangan di Sumba Barat Daya Ditangkap Polisi

Imanuel Lodja - Senin, 05 Oktober 2026 15:36 WIB
Lagi Dua Pelaku Diamankan, Total Empat Pelaku Kasus Penyerangan di Sumba Barat Daya Ditangkap Polisi
net
Kasat Reskrim Polres Sumba Barat Daya, Iptu Yakobus K. Sanam, SH

digtara.com - Dua lagi pelaku penyerangan dan penganiayaan berat menyebabkan korban meninggal dunia diamankan polisi dari Polres Sumba Barat Daya.

Baca Juga:

"Hingga hari ini sudah empat orang pelaku yang kita amankan," ujar Kasat Reskrim Polres Sumba Barat Daya, Iptu Yakobus K. Sanam, SH pada Senin (5/10/2026).

Pada Minggu (4/10/2026), polisi berhasil mengamankan dua orang pelaku masing-masing NRM alias Novan dan FDW alias Ferdi.

Pada Minggu petang, polisi kembali mengamankan DDT alias Daniel dan PPD alias Paulus.

Keempat pria yang diamankan ini sudah ditetapkan menjadi tersangka dan ditahan di sel Polres Sumba Barat Daya sambil menunggu proses hukum lebih lanjut.

"Dua orang lainnya masih didalami keterlibatannya. Jika sebagai pelaku maka akan segera kami tangkap," tegas Kasat Reskrim.

Baca Juga:
Aparat Polres Sumba Barat Daya mengidentifikasi enam orang pelaku penyerangan hingga pengeroyokan yang menyebabkan korban LLB alias Laurensius (64) meninggal dunia.

Para pelaku masing-masing PM alias Pata (50), DDW alias Minggus (21) yang merupakan warga Kampung Dimukadondok, Desa Kawangohari, Kecamatan Kodi.

PPD alias Paulus (26) dan FDW alias Ferdi (21) yang merupakan warga Kampung Bulu Kogha, Desa Kawangohari, Kecamatan Kodi.

DDT alias Daniel (36) dan NRM alias Novan (20) yang merupakan warga Kampung Bali Rama, Desa Kawangohari, Kecamatan Kodi.

DDW dan PPD merupakan adik kakak yang juga anak kandung korban dari istri kedua. Sementara Novan merupakan cucu korban dari istri kedua.

Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Polres Sumba Barat Daya dan tim dari Polsek Kodi berupaya mencari para pelaku.

Polisi juga mengamankan barang-barang yang terkait dengan tindak pidana ini yakni dua buah batu gunung, satu potong baju kemeja lengan warna hijau lumut, satu potong celana pendek warna hitam.

Satu lembar selendang pinggang warna abu-abu, satu lembar selendang kepala warna biru, dua bilah parang, satu batang tombak mata besi bergagang kayu panjang sekira 150 centimeter dan satu batang besi dengan diameter 6 milimeter panjang sekira 150 centimeter.

Jenazah korban juga dibawa ke Puskesmas Kori untuk dilakukan pemeriksaan medis dan visum.

Kondisi korban diperiksa oleh petugas Puskesmas Kawango Hari, Kabupaten Sumba Barat Daya.

Baca Juga:
Korban mengalami luka robek pada tangan kiri, kepala bagian belakang kanan, telinga bagian kiri bawah tembus tengkorak tulang leher.

Juga luka pada tengkuk, luka robek pada punggung kanan atas, daerah punggung tengah, pinggang bagian tengah dan luka pada belikat kiri sampai bawah ketiak.

Penyerangan yang mengakibatkan korban Laurensius meninggal dunia terjadi di Bulu Kogha, Desa Kawango Hari, Kecamatan Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya pada Sabtu. 3 Oktober 2026 sekitar pukul 14.30 Wita.

Korban sendiri memiliki dua orang istri. Dua dari enam pelaku merupakan anak dari korban dengan istri kedua serta satu orang cucu.

Diduga sebelumnya terjadi salah paham antara anak istri pertama dengan anak dari istri kedua korban.

Puncaknya pada Sabtu, 3 Oktober 2026 sekira pukul 14.30 wita korban dan Rosalia Ina Mete (anak istri pertama) sedang duduk di belakang rumah korban.

Baca Juga:
Tiba-tiba datang para pelaku dari arah belakang rumah tersebut yang berjumlah kurang lebih enam orang.

Salah satu pelaku, Ferdi (anak istri kedua) langsung mengayunkan parang kepada korban.

Namun Rosalia maju dan memukul tangan Ferdi sambil mencegah adik tirinya dan meminta korban untuk lari.

Korban langsung berlari lewat samping rumah. Namun tiba-tiba pelaku Novan (cucu dari istri kedua) langsung menikam korban dengan tombak mengenai punggung belakang korban.

Korban tidak jatuh dan tetap berlari menjauh dari para pelaku.

Karena takut, Rosalia masuk ke dalam rumah korban dan mengunci pintu bagian belakang dan berlari ke arah pintu depan. Dari tempat tersebut, ia melihat korban dikejar para pelaku dan langsung dibunuh dengan cara dipotong oleh pelaku Daniel pada bagian kepala menggunakan parang mengakibatkan korban jatuh tersungkur dan mengeluarkan banyak darah.

Pelaku lainnya langsung juga menganiaya/membunuh korban dengan memotong korban pada bagian punggung belakang dan bokong korban.

Ferdi sempat berlari ke arah rumah korban. Saat bersamaan Rosalia berlari masuk ke dalam rumah dan mengunci pintu depan rumah

Ferdi akan menendang pintu berulang kali serta menombak pintu tersebut namun pintu tersebut tetap tidak terbuka.

Ferdi kemudian langsung melarikan diri . Beberapa waktu kemudian setelah tidak mendengar suara dari luar rumah, Rosalia membuka kembali pintu dan berjalan ke arah korban dan mendapati korban sudah meninggal dunia.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
WNA Dan WNI Penyelam Ditemukan Selamat, Operasi SAR Diakhiri

WNA Dan WNI Penyelam Ditemukan Selamat, Operasi SAR Diakhiri

Pencarian Hari Kedua di Perairan Panga Batang-Sikka, Dua WNA dan Satu WNI Ditemukan Selamat

Pencarian Hari Kedua di Perairan Panga Batang-Sikka, Dua WNA dan Satu WNI Ditemukan Selamat

Selisih Paham Soal Hutang Berujung Pidana Diselesaikan Secara Damai

Selisih Paham Soal Hutang Berujung Pidana Diselesaikan Secara Damai

Unit Buser Polres Ngada Amankan Terduga Pelaku Penganiayaan Beserta Barang Bukti

Unit Buser Polres Ngada Amankan Terduga Pelaku Penganiayaan Beserta Barang Bukti

Empat Lapak di Pasar Marunggela-Ngada Terbakar

Empat Lapak di Pasar Marunggela-Ngada Terbakar

Dua Pelaku Penyerangan di Sumba Barat Daya Dibekuk Polisi, Empat Pelaku Lain Termasuk Anak Kandung Korban Masih Buron

Dua Pelaku Penyerangan di Sumba Barat Daya Dibekuk Polisi, Empat Pelaku Lain Termasuk Anak Kandung Korban Masih Buron

Komentar
Berita Terbaru