Basarnas Bersama Potensi SAR Intensifkan Distribusi Logistik Melalui Udara di Manggarai Timur
digtara.com -Memasuki hari kesembilan Operasi SAR penanganan gempa bumi bermagnitudo 7,7, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) bersama Potensi SAR terus mengintensifkan penanganan pascabencana di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Baca Juga:
Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo mengatakan, pada Minggu (23/8/2026) pukul 08.00 Wita, Helikopter Dauphin mendistribusikan paket bantuan dari TNI Angkatan Udara ke helipad di Ronting, Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur.
Bantuan tersebut diterima oleh personel Basarnas bersama Potensi SAR untuk selanjutnya disalurkan kepada masyarakat yang terdampak gempa.
"Helikopter Dauphin mendistribusikan paket bantuan dari TNI AU ke helipad yang ada di Ronting, Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur," ujarnya pada Minggu (23/8/2026).
Sebelumnya, Basarnas juga telah mendistribusikan logistik bantuan dari Kepresidenan serta bantuan dari Asosiasi Kapal Phinisi Labuan Bajo Graha Wisri untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak di wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Baca Juga:Selain mendukung distribusi bantuan, Helikopter Dauphin Basarnas yang bertolak dari Bandara Komodo, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, juga mengangkut personel untuk memperkuat dan melakukan pergantian tim yang bertugas dalam Operasi SAR di Manggarai Timur dan wilayah sekitarnya.
Basarnas bersama seluruh unsur Potensi SAR terus memastikan dukungan operasional dan bantuan kemanusiaan dapat menjangkau masyarakat terdampak, terutama di wilayah yang aksesnya masih terbatas akibat dampak gempa.
Terobos Lantai Dua Puskesmas Yang Rusak Parah, Polisi Selamatkan Peralatan Kesehatan
Polisi di Manggarai Timur Bantu Bangun Tenda Darurat Untuk Anak Sekolah
Judi Sabung Ayam di Manggarai Timur Dibubarkan Polisi
Akses Terbatas, Kapolres Manggarai Timur Antar Bantuan Warga Terdampak Gempa Pakai Sepeda Motor
Pengungsi di Manggarai Timur Mulai Berkurang, Tersisa 30 Ribu Pengungsi