15 Warga Manggarai Meninggal, Pelayanan RSUD Ruteng Tetap Berjalan
digtara.com -Gempa magnitudo 7,7 di Mbay Kabupaten Nagekeo, NTT juga berdampak hingga ke Kabupaten Manggarai.
Baca Juga:
Sejumlah bangunan mengalami kerusakan, akses jalan terganggu akibat longsor, sementara korban jiwa juga ditemukan di beberapa wilayah.
Berdasarkan data sementara Posko Bencana Kabupaten Manggarai di kantor BPBD, hingga saat ini tercatat 15 orang meninggal dunia.
Data tersebut merupakan hasil pendataan dan verifikasi terbaru setelah sebelumnya dilaporkan sebanyak 16 korban meninggal dunia.
Kapolres Manggarai AKBP Levi Defriansyah mengatakan proses pencarian, evakuasi dan pendataan masih terus dilakukan oleh personel bersama instansi terkait.
Baca Juga:"Prioritas utama kita adalah keselamatan masyarakat. Personel harus hadir di tengah masyarakat, membantu proses evakuasi, mengamankan lokasi, serta memastikan situasi tetap aman dan kondusif pascagempa," tegas AKBP Levi pada Sabtu petang.
Dari data sementara yang telah diverifikasi, tiga korban meninggal dunia berada di RSUD Ruteng, yakni Romanus Tangkang, Yohana Madi dan Herlina Matildis Bire.
Sementara itu, tujuh korban lainnya berada di Kecamatan Reok, masing-masing Resny (21), Faisal (42), Habibi (7), Ruslin Ahmad (61), Hamide (70), Asia (76) dan Kristoforus B. Titi (37).
Di Kecamatan Reok Barat tercatat tiga korban, yakni Mustamin (65), Rinto Harahap (45) dan Bunga Sari (40).
Sedangkan di Kecamatan Cibal terdapat satu korban atas nama Fabianus Efika Jas.
Polres Manggarai menegaskan data tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah sesuai perkembangan proses pencarian dan verifikasi di lapangan.
Potensi adanya korban tambahan masih terbuka karena sejumlah bangunan roboh, khususnya di Kecamatan Reok, masih dalam proses pencarian dan evakuasi.
Selain menelan korban jiwa, gempa juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan dan fasilitas umum.
Kantor Bupati Manggarai mengalami keruntuhan pada bagian depan. Kantor Bank NTT Kabupaten Manggarai mengalami kerusakan pada dinding bagian depan dan samping.
Baca Juga:Sementara Kampus Unika St. Paulus Ruteng mengalami keretakan pada bagian depan serta keruntuhan pada bagian samping bangunan.
Kerusakan juga terjadi di RSUD Ruteng, berupa kaca dan pintu ruang rawat inap lantai II yang pecah. Kantor Kejaksaan Negeri Manggarai mengalami keretakan pada sebagian tembok, sedangkan Kantor Inspektorat Kabupaten Manggarai mengalami keruntuhan pada bagian tembok pondok.
Dampak gempa juga dirasakan pada akses transportasi. Ruas jalan Ruteng–Reok dan Ruteng–Satar Mese dilaporkan terganggu akibat tanah longsor di sejumlah titik.
Di Kecamatan Cibal, beberapa titik longsor antara lain berada di Km 28 Desa Gapong, Wakal Desa Kentol, Golo Muwur Desa Riung dan Golo Ngencung Desa Riung.
Material longsor menghambat mobilitas masyarakat serta distribusi bantuan menuju sejumlah wilayah terdampak.
Baca Juga:Pelayanan RSUD Ruteng Tetap Berjalan
Di tengah kerusakan akibat gempa, pelayanan kesehatan di RSUD Ruteng tetap berjalan.
Sejumlah pasien untuk sementara dirawat di tenda darurat yang didirikan di halaman rumah sakit serta di area jalan raya depan RSUD Ruteng.
Langkah tersebut dilakukan sebagai antisipasi terhadap kondisi bangunan rumah sakit pascagempa.
Polres Manggarai juga terus melakukan pengamanan di lokasi terdampak untuk memastikan proses evakuasi dan pelayanan masyarakat dapat berjalan dengan aman.
Personel dikerahkan untuk membantu evakuasi korban, mengamankan lokasi, mengatur arus lalu lintas, melakukan pendataan serta memantau perkembangan situasi di seluruh wilayah terdampak.
Kapolres Manggarai juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.
Masyarakat diminta mengikuti arahan petugas serta informasi resmi yang disampaikan pemerintah dan instansi berwenang.
"Dalam situasi seperti ini, kami meminta masyarakat tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya. Ikuti arahan petugas di lapangan," ujar AKBP Levi.
Baca Juga:Polres Manggarai memastikan pemantauan dan pendataan akan terus dilakukan.
Setiap perkembangan terkait korban, kerusakan maupun kondisi wilayah akan diperbarui berdasarkan laporan personel di lapangan dan Posko Bencana Kabupaten Manggarai.
Polres Nagekeo Gandeng PT Indofood Siapkan Makanan Bagi Warga Terdampak Gempa
Korban Meninggal Akibat Gempa Flores Naik Jadi 51 Orang, Kabasarnas Pantau Langsung Penanganan dan Siagakan Helikopter
101 Personil BKO Brimob Polri Diterjunkan ke Manggarai dan Manggarai Timur
Polda NTT Kirim Tim Trauma Healing Dampingi Warga Berdampak Gempa Flores
Sentuhan Kasih Kapolres Nagekeo dan Ibu untuk Korban Gempa Bumi di Mbay