Wakapolda NTT : Konflik Adonara Selesai Jika Ada Komitmen Bersama
digtara.com - Polda NTT mendorong penyelesaian konflik sosial di Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur terus diwujudkan melalui langkah nyata.Wakapolda NTT Brigjen Pol. Faizal mewakili Kapolda NTT, Irjen Pol Dr Rudi Darmoko turun langsung menemui para kepala desa, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, hingga tim mediasi penanganan konflik komunal.
Baca Juga:
Wakapolda NTT didampingi Karo Ops Polda NTT, Kombes Pol. Joni Afrizal Syarifuddin, Dir Intelkam, Kombes Pol. Danang Kuswoyo, Dansat Brimob, Kombes Pol. Afrizal Asri, Kabid Propam, AKBP Muhammad Andra Wardhana dan Kapolres Flores Timur, AKBP Adhitya Octorio Putra.
Hadir pula unsur pemerintah daerah, Forkopimcam, para kepala desa se-Kecamatan Adonara Timur, serta tokoh masyarakat dan tokoh adat.
Dalam dialog bersama para kepala desa dan tim mediasi penanganan konflik komunal, berbagai masukan disampaikan mengenai pentingnya penyelesaian melalui pendekatan adat, kemanusiaan, kekeluargaan, serta dukungan seluruh unsur pemerintah dan aparat keamanan.
Ketua Tim Mediasi Penanganan Konflik Komunal Adonara, Anton Bapa Tokan, menjelaskan bahwa tim terus membangun komunikasi dengan seluruh pihak agar penyelesaian konflik dapat dilakukan secara damai dan berkelanjutan.
Baca Juga:Wakil Ketua Tim Mediasi, David Sabon Nama, menilai penyelesaian konflik harus tetap menghormati proses hukum, namun juga memperhatikan nilai-nilai kemanusiaan serta kearifan lokal yang selama ini menjadi perekat kehidupan masyarakat Adonara.
Wakapolda NTT menegaskan bahwa penyelesaian konflik hanya dapat tercapai apabila seluruh pihak memiliki komitmen bersama untuk menyelesaikan akar persoalan.
"Penyelesaian sengketa batas wilayah dan tanah ulayat harus dilakukan melalui musyawarah dengan melibatkan tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintah daerah, serta didukung penuh oleh TNI dan Polri. Kita ingin konflik yang sudah berlangsung bertahun-tahun ini dapat diselesaikan secara permanen sehingga masyarakat kembali hidup aman, damai, dan rukun," ungkap Wakapolda.
Wakapolda NTT juga menyerahkan bantuan sosial kepada masyarakat Desa Narasaosina sebagai bentuk kepedulian Polda NTT terhadap warga terdampak konflik.
Pada sore harinya, Wakapolda kembali melaksanakan dialog bersama Kepala Desa Waiburak, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda Dusun Bele.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa Waiburak, Muhammad Saleh, menyampaikan apresiasi atas perhatian Polda NTT serta menegaskan komitmen masyarakat untuk menyelesaikan konflik melalui musyawarah dan pendekatan kekeluargaan.
Ia juga menyampaikan bahwa masyarakat telah menyepakati tiga poin kesepakatan adat sebagai langkah awal rekonsiliasi.
Tokoh pemuda Dusun Bele, Syaid Hasyadi, dalam dialog tersebut menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wakapolda beserta rombongan yang dinilai memberikan semangat baru bagi masyarakat untuk membangun perdamaian.
Baca Juga:Menanggapi hal tersebut, Wakapolda kembali menekankan bahwa penyelesaian konflik harus berfokus pada tiga tahapan utama, yakni menyelesaikan akar permasalahan, melakukan cooling down pascakonflik, serta mencegah konflik berulang melalui komunikasi yang intensif dan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan.
Wakapolda juga menyampaikan bahwa konflik di Flores Timur menjadi perhatian Mabes Polri dan pemerintah pusat.
Karena itu, Polri akan terus hadir memberikan pengamanan, pendampingan, sekaligus mendukung seluruh proses penyelesaian hingga situasi benar-benar kondusif.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, Wakapolda NTT kembali menyerahkan bantuan sosial kepada warga Dusun Bele sebelum bertolak menuju Pelabuhan Tobilota untuk kembali ke Larantuka.
Polda NTT terus mengawal proses rekonsiliasi bersama pemerintah daerah, TNI, tokoh adat, tokoh agama, serta seluruh elemen masyarakat.
Distribusi Bantuan Ketua Umum Bhayangkari Pakai KP Pulau Ndao 3009
Polairud Polda NTT Kerahkan Kapal Antar Bantuan Korban Gempa Ke Wilayah Pulau di Flores
Investor Pariwisata di Sumba Barat Daya Ditipu Makelar Tanah Hingga Rugi Miliaran Rupiah
Dukung Kasus Dokter Icha Diusut Tuntas, Sanggar Suara Perempuan NTT Surati Kapolda NTT
Granat Belasan Tahun Disimpan Dalam Rumah, Warga Malaka Pilih Serahkan ke Polisi