Selasa, 08 September 2026

Wakapolda NTT : Konflik Adonara Selesai Jika Ada Komitmen Bersama

Imanuel Lodja - Rabu, 22 Juli 2026 14:35 WIB
Wakapolda NTT : Konflik Adonara Selesai Jika Ada Komitmen Bersama
istimewa
Wakapolda NTT membangun dialog dengan berbagai elemen masyarakat di Adonara Timur

digtara.com - Polda NTT mendorong penyelesaian konflik sosial di Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur terus diwujudkan melalui langkah nyata.Wakapolda NTT Brigjen Pol. Faizal mewakili Kapolda NTT, Irjen Pol Dr Rudi Darmoko turun langsung menemui para kepala desa, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, hingga tim mediasi penanganan konflik komunal.

Baca Juga:

Pertemuan di aula kantor camat Adonara Timur pada Selasa (21/7/2026) ini untuk memperkuat rekonsiliasi pasca konflik antara Desa Narasaosina dan Dusun Bele, Desa Waiburak, Kabupaten Flores Timur.

Wakapolda NTT didampingi Karo Ops Polda NTT, Kombes Pol. Joni Afrizal Syarifuddin, Dir Intelkam, Kombes Pol. Danang Kuswoyo, Dansat Brimob, Kombes Pol. Afrizal Asri, Kabid Propam, AKBP Muhammad Andra Wardhana dan Kapolres Flores Timur, AKBP Adhitya Octorio Putra.

Hadir pula unsur pemerintah daerah, Forkopimcam, para kepala desa se-Kecamatan Adonara Timur, serta tokoh masyarakat dan tokoh adat.

Dalam dialog bersama para kepala desa dan tim mediasi penanganan konflik komunal, berbagai masukan disampaikan mengenai pentingnya penyelesaian melalui pendekatan adat, kemanusiaan, kekeluargaan, serta dukungan seluruh unsur pemerintah dan aparat keamanan.

Ketua Tim Mediasi Penanganan Konflik Komunal Adonara, Anton Bapa Tokan, menjelaskan bahwa tim terus membangun komunikasi dengan seluruh pihak agar penyelesaian konflik dapat dilakukan secara damai dan berkelanjutan.

Baca Juga:
Wakil Ketua Tim Mediasi, David Sabon Nama, menilai penyelesaian konflik harus tetap menghormati proses hukum, namun juga memperhatikan nilai-nilai kemanusiaan serta kearifan lokal yang selama ini menjadi perekat kehidupan masyarakat Adonara.

Wakapolda NTT menegaskan bahwa penyelesaian konflik hanya dapat tercapai apabila seluruh pihak memiliki komitmen bersama untuk menyelesaikan akar persoalan.

"Penyelesaian sengketa batas wilayah dan tanah ulayat harus dilakukan melalui musyawarah dengan melibatkan tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintah daerah, serta didukung penuh oleh TNI dan Polri. Kita ingin konflik yang sudah berlangsung bertahun-tahun ini dapat diselesaikan secara permanen sehingga masyarakat kembali hidup aman, damai, dan rukun," ungkap Wakapolda.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Distribusi Bantuan Ketua Umum Bhayangkari Pakai KP Pulau Ndao 3009

Distribusi Bantuan Ketua Umum Bhayangkari Pakai KP Pulau Ndao 3009

Polairud Polda NTT Kerahkan Kapal Antar Bantuan Korban Gempa Ke Wilayah Pulau di Flores

Polairud Polda NTT Kerahkan Kapal Antar Bantuan Korban Gempa Ke Wilayah Pulau di Flores

Investor Pariwisata di Sumba Barat Daya Ditipu Makelar Tanah Hingga Rugi Miliaran Rupiah

Investor Pariwisata di Sumba Barat Daya Ditipu Makelar Tanah Hingga Rugi Miliaran Rupiah

Dukung Kasus Dokter Icha Diusut Tuntas, Sanggar Suara Perempuan NTT Surati Kapolda NTT

Dukung Kasus Dokter Icha Diusut Tuntas, Sanggar Suara Perempuan NTT Surati Kapolda NTT

Granat Belasan Tahun Disimpan Dalam Rumah, Warga Malaka Pilih Serahkan ke Polisi

Granat Belasan Tahun Disimpan Dalam Rumah, Warga Malaka Pilih Serahkan ke Polisi

Satlantas Polres Ngada Pulihkan Mental Anak Sekolah Korban Gempa Lewat Trauma Healing

Satlantas Polres Ngada Pulihkan Mental Anak Sekolah Korban Gempa Lewat Trauma Healing

Komentar
Berita Terbaru