Dua Anggota Dewan TTU Diduga Miras Saat Intimidasi Dokter Icha
digtara.com -Keluarga dr. Eliza Pricilia Utami Pakaenoni atau dr Icha mengungkap awal mula dugaan intimidasi tiga anggota DPRD Timor Tengah Utara (TTU) hingga membuat dokter tersebut depresi, trauma, kemudian meninggal saat menjalani perawatan kesehatan mental.
Baca Juga:
Kedua legislator pria tersebut diduga mabuk karena tercium bau minuman keras (miras) saat kejadian.
Intimidasi ini diungkapkan dr. Icha kepada keluarganya disertai bukti foto dan juga keterangan puluhan saksi-saksi di tempat kejadian.
Keluarga dr. Icha pun menyesali sikap tak pantas ketiga anggota DPRD TTU ini.
Kejadian bermula pada Sabtu, 13 Juni 2026, sekitar pukul 12.50 WITA saat seorang anak dipagut ular.
Baca Juga:Anak tersebut disebut merupakan keponakan Therensius yang juga sudah mendapat penanganan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kefamenanu.
Namun kemudian sekitar pukul 19.00 WITA mereka merujuknya ke Rumah Sakit Leona Kefamenanu tempat dr. Icha bertugas sebagai dokter jaga.
Fabi menyebut para dewan ini harusnya tahu bahwa RS Leona pun tak memiliki anti venom tapi ketiganya ngotot
"Yang kita sesalkan. Pasien ini dari RSUD dan dirujuk ke RS Leona yang tidak punya anti venom," ungkap dia.
Namun sebagai dokter, dr Icha tetap menerima dan melayani pasien dengan pengawasan dokter ahli.
Akan tetapi ketiga anggota dewan ini malah ngotot untuk diberikan anti venom bagi pasien dan menilai penanganan dr. Icha tidak tepat.
Fabi menyebut kurang lebih 23 saksi yang berada di tempat kejadian dan sudah menyatakan siap bersaksi untuk kasus dr. Icha.
Dalam keterangan para saksi ini, kata dia, Therens dan Nobertus yang mengaku keluarga dari pasien menyerobot masuk ke IGD dan langsung membentak dr. Icha. Salah satunya bahkan mengancam.
"Si Nobertus ini sambil pukul dada dia bilang dia anggota DPRD Komisi III yang berhubungan langsung dengan kesehatan sehingga akan menandai dr. Icha," kata dia.
Baca Juga:Mereka menyebut keduanya bau alkohol ketika mereka marah-marah di ruang IGD dan tak terima dengan penjelasan dr. Icha.
"Itu mulut mereka bau alkohol dan ada fotonya juga. Ada sekitar 23 orang dan mereka juga siap menjadi saksi di laporan pidana untuk dr. Icha. Mereka mengatakan hal yang sama kalau dua laki-laki itu bau minuman," tambah dia.
"Perilaku ketiganya, terlebih Veronika, menurut keterangan para saksi, bahwa dia ini biang kerok dan memprovokasi dengan bilang dia yang paling paham SOP," jelasnya.
Keluarga lantas melaporkan dugaan intimidasi ketiga anggota DPRD TTU ini ke Ikatan Dokter Indonesia (IDI) TTU yang kemudian menyelidiki dan membuat pernyataan pers atas kasus ini.
Dalam temuan IDI TTU disebut apa yang dilakukan dr. Icha sudah sangat sesuai SOP atau penanganan terhadap pasien gigitan ular.
"Itu kita, termasuk bapak kandung Icha, yang berinisiatif dengan Dinas Kesehatan TTU untuk melapor ke IDI. Temuan IDI sendiri sudah jelas seperti rilis yang sudah beredar bahwa dr. Icha sudah bekerja sesuai SOP dan tuduhan ketiga DPRD ini tidak benar," jelas dia.
Baca Juga:Fabi mengungkap, usai masalah ini viral sebelumnya, ketiga anggota DPRD TTU berniat bertemu keluarga dr. Icha namun ditolak.
Alasannya, kata Fabi, pihak keluarga ingin ada pernyataan publik terlebih dahulu bahwa ketiganya sudah berbuat tak pantas pada anak mereka.
Sayangnya, dalam keterangan pers tersebut Therens dan Nobertus membantah tak membentak tapi hanya mengeluarkan nada tinggi karena panik dengan kondisi pasien.
"Ini nada tinggi dan bentak letak bedanya apa? Ini kan alasan yang tidak bisa diterima," tandasnya.
Akibat Intimidasi dari ketiganya, kondisi mental dr. Icha memburuk hingga didiagnosa depresi berat, trauma dan mengalami guncangan mental yang bisa membahayakan nyawanya sendiri.
Kemudian dr. Icha ditemukan meninggal dunia di rumahnya di Blok F nomor 19, Perumahan RSS Baumata, Kabupaten Kupang pada Jumat (26/6/2026).
Ayah dokter Icha, Gabriel Pakaenoni dalam kabar duka kepada keluarganya menyebut kalau putri sulungnya ini ditemukan meninggal dunia sekitar pukul 18.30 WITA.
Pihak keluarga sendiri sudah melakukan pendekatan dengan Ketua DPRD TTU, Kristoforus Efi, untuk menindak tegas kelakuan ketiga anggota dewan tersebut.
Keluarga pada saat yang sama menyesalkan sikap pihak rumah sakit Leona Kefamenanu yang tidak pernah melaporkan kepada pemerintah daerah mengenai sikap ketiga anggota DPRD TTU ini serta soal tak ada CCTV yang lengkap pada rumah sakit tersebut.
Jenazah Dokter Icha Disambut Isak Tangis Keluarga di Rumah Duka
Ini Penjelasan Anggota DPRD Kabupaten TTU Yang Diduga Intimidasi Dokter
Mabuk Miras, Residivis di Kupang Aniaya Perempuan dan Tikam Warga
Masih Dengan Pakaian Seragam Sekolah, Sejumlah Pelajar di Kota Kupang Diamankan Polisi daat Pesta Miras
Polres Rote Ndao Tangani Ratusan Laporan Polisi, Pemicu Utama Masalah Miras