Ratusan Anak di Kota Kupang Ikut Jambore PART GMIT 2026, Fokus Pada Karakter Iman Anak
Baca Juga:
"Semua peserta sudah mendaftar sesuai minat mereka dan dibagi ke dalam kelas-kelas dengan menghadirkan pemateri profesional," jelasnya.
Sementara pada hari terakhir, peserta akan mengikuti kegiatan jelajah alam dengan titik start dari depan Gereja GMIT Pohonitos dan finis di Kolam Air Sagu.
"Setelah dua hari mengikuti berbagai kegiatan, peserta diajak refreshing melalui jelajah alam lalu ditutup dengan acara penutupan pada malam hari," tambahnya.
Namun setiap memulai kegiatan, diawali dengan ibadah pagi dan ditutup dengan ibadah malam.
Baca Juga:Para peserta diinapkan di rumah-rumah warga jemaat sehingga aktivitas ibadah wajib dilakukan setiap pagi.
"Ini menjadi bagian penting dari pembentukan iman sesuai tema kegiatan," ujarnya.
Menurut Rexsmith, tujuan utama jambore tersebut adalah membentuk karakter iman anak agar memiliki disiplin, jiwa kepemimpinan, rasa tanggung jawab, dan semangat kebersamaan ketika kembali ke lingkungan gereja masing-masing.
Ia menegaskan pembentukan karakter iman menjadi fokus utama kegiatan karena peserta tidak hanya mengikuti aktivitas formal, tetapi juga tinggal bersama warga jemaat selama kegiatan berlangsung.
Konsep jambore kali ini dirancang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat.
Konsep tersebut diharapkan mampu membentuk kemampuan anak dalam berinteraksi sosial, belajar hidup bersama, menjaga kebersihan, serta membangun kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Selama tiga hari kegiatan, peserta mengikuti berbagai agenda seperti pembukaan, kelas pengajaran, workshop kesehatan reproduksi dan lingkungan, hingga kelas minat dan bakat seperti musik, tari, public speaking, digital kreatif, fotografi, dan pentas seni antarjemaat.
Panitia juga menyiapkan kelas khusus bagi para pendamping terkait penanganan anak bermasalah dan penguatan peran pelayanan terhadap anak.
Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis menyatakan dukungan penuh Pemerintah Kota Kupang terhadap pelaksanaan Jambore PART Tahun 2026 yang dinilai menjadi ruang penting dalam membentuk karakter, spiritualitas, dan keterampilan generasi muda.
Baca Juga:Dukungan tersebut disampaikan saat menerima audiensi Tim Klasis Kota Kupang di Ruang Kerja Wakil Wali Kota Kupang, pekan lalu.
Hadir dalam audiensi tersebut Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Kota Kupang, Ivan Lenny Mila Meha, David Natun dari Majelis Harian Klasis Kota Kupang, Pdt. Evelien Lewaherilla, Pdt. Victori P.C. Henukh, selaku KMJ GMIT Pohonitas, Jemris Allung dari UPP PART Klasis Kota Kupang, serta Ketua Tim Pelaksana Jambore PART Klasis Kota Kupang, Rexsmith P.G. Djara Wadu.
Wakil Wali Kota Kupang mengapresiasi konsep jambore yang dinilai berbeda dan lebih menyentuh kehidupan masyarakat secara langsung.
"Ini kegiatan yang sangat baik untuk pendidikan rohani dan pembinaan anak muda. Pemerintah Kota Kupang mendukung langkah Klasis Kota Kupang," ujar Serena.
Menurutnya, kegiatan seperti jambore bukan sekadar pertemuan anak-anak gereja, tetapi menjadi wadah pembentukan karakter, kepemimpinan, kepedulian sosial, serta ruang belajar yang sehat bagi anak-anak Kota Kupang.
Usai Operasi Batu Empedu, Penghuni Kamar Kos Mekar Indah Kupang Ditemukan Meninggal Dunia
Bangunan Panti Asuhan di Kupang Terbakar
Gara-gara Kambing, Warga di Kupang Terluka Dibacok Rekannya
Wali Kota Kupang Respons Penggerebekan Dua Lurah, Tegaskan Sanksi Disiplin ASN
Operasi Ketupat Turangga 2026 di Kota Kupang Zero Korban Meninggal Dunia dan Luka Berat