Sabtu, 22 Agustus 2026

Pasca Blackout Sumatera, PLN Klaim Listrik 8,3 Juta Pelanggan Sudah Kembali Pulih

Arie - Sabtu, 23 Mei 2026 15:32 WIB
Pasca Blackout Sumatera, PLN Klaim Listrik 8,3 Juta Pelanggan Sudah Kembali Pulih

digtara.com - PT PLN (Persero) menyatakan pasokan listrik di sejumlah wilayah Pulau Sumatera mulai kembali pulih secara bertahap setelah terjadi blackout massal pada Jumat malam (22/5/2026).

Baca Juga:

Hingga Sabtu pagi (23/5/2026), PLN mengklaim sebanyak 8,3 juta pelanggan dari total 13,1 juta pelanggan terdampak telah kembali menikmati aliran listrik.

Sebelumnya, pemadaman massal melanda sejumlah provinsi seperti Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, hingga Jambi sejak pukul 18.44 WIB.

PLN: Lebih dari 3.192 MW Pasokan Listrik Sudah Dipulihkan

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengatakan hingga pukul 10.00 WIB lebih dari 3.192 MegaWatt (MW) pasokan listrik berhasil dipulihkan dari total 5.334 MW yang sebelumnya terdampak blackout.

Selain itu, sebanyak 157 gardu induk dari total 176 gardu induk terdampak kini telah kembali beroperasi.

"Seluruh petugas dan tim teknis PLN bekerja penuh selama 24 jam di lapangan. Proses pemulihan terus berjalan dan kami all out agar pasokan listrik kepada masyarakat dapat segera pulih kembali secara bertahap dan aman," ujar Darmawan dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu (23/5/2026).

Baca Juga:

Cuaca Buruk Disebut Jadi Pemicu Gangguan Sistem

PLN menjelaskan gangguan listrik massal tersebut dipicu cuaca buruk yang berdampak pada sebagian sistem kelistrikan Sumatra.

Gangguan tersebut kemudian memicu penurunan frekuensi akibat beban pembangkit yang terlalu berat dan menyebabkan efek domino di sejumlah wilayah.

Menurut Darmawan, jaringan transmisi utama yang terganggu berhasil dipulihkan dalam waktu sekitar dua jam.

Setelah transmisi kembali normal, PLN langsung fokus mengoperasikan kembali pembangkit listrik yang terdampak agar dapat disinkronkan dengan sistem transmisi.

PLN Gunakan PLTA dan Pembangkit Gas untuk Pemulihan Cepat

Dalam proses pemulihan awal, PLN mengandalkan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dan pembangkit berbahan bakar gas karena dinilai lebih cepat dioperasikan.

Sementara itu, pembangkit termal seperti PLTU membutuhkan waktu lebih lama untuk kembali normal, yakni sekitar 15 hingga 20 jam mulai dari tahap awal hingga sinkronisasi penuh.

PLN menegaskan proses pengoperasian pembangkit dilakukan bertahap demi menjaga keamanan dan kestabilan sistem kelistrikan.

Ratusan Personel Dikerahkan

Untuk mempercepat pemulihan blackout, PLN mengerahkan ratusan personel teknis yang bekerja tanpa henti di berbagai daerah terdampak.

Wilayah prioritas pemulihan meliputi Jambi, Sumatra Barat, Riau, Sumatera Utara, hingga Aceh.

Pemulihan dilakukan secara bersamaan pada sektor transmisi, gardu induk, serta pembangkit listrik di seluruh sistem interkoneksi Sumatra.

PLN juga memastikan proses normalisasi terus dilakukan hingga seluruh pelanggan kembali mendapatkan pasokan listrik secara penuh dan stabil.

Baca Juga:

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Listrik di Nagekeo Masih Padam Dan Pasien Rumah Sakit Dipindahkan ke Tenda Darurat

Listrik di Nagekeo Masih Padam Dan Pasien Rumah Sakit Dipindahkan ke Tenda Darurat

7 Kebiasaan yang Bikin AC Boros Listrik, Sering Menyalakan dan Mematikan Salah Satunya

7 Kebiasaan yang Bikin AC Boros Listrik, Sering Menyalakan dan Mematikan Salah Satunya

Modena Eco Series Hadir, Kompor 200 Watt dan Teknologi Inverter untuk Rumah Lebih Hemat

Modena Eco Series Hadir, Kompor 200 Watt dan Teknologi Inverter untuk Rumah Lebih Hemat

Warga di Kabupaten TTS Tewas Tersengat Aliran Listrik

Warga di Kabupaten TTS Tewas Tersengat Aliran Listrik

4 Peralatan Rumah Tangga Hemat Energi yang Bisa Mengurangi Tagihan Listrik

4 Peralatan Rumah Tangga Hemat Energi yang Bisa Mengurangi Tagihan Listrik

10 Cara Menghemat Listrik dengan AC Inverter, Ikuti Tips Ini agar Tagihan Bulanan Lebih Murah

10 Cara Menghemat Listrik dengan AC Inverter, Ikuti Tips Ini agar Tagihan Bulanan Lebih Murah

Komentar
Berita Terbaru