Minggu, 12 April 2026

Bentrok di Perumahan Eks Pejuang Timor-Timur, Empat Warga Terluka dan Sejumlah Pelaku Diamankan

Imanuel Lodja - Minggu, 12 April 2026 11:15 WIB
Bentrok di Perumahan Eks Pejuang Timor-Timur, Empat Warga Terluka dan Sejumlah Pelaku Diamankan

digtara.com -Bentrok warga terjadi di perumahan 2.100 yang dihuni eks pejuang Timor-Timur, Sabtu (11/4/2026).

Baca Juga:

Perumahan ini terletak di Desa Camplong II, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang.

Bentrok terjadi pasca seorang security di wilayah tersebut dikeroyok oleh beberapa pria yang tidak dikenal pada Sabtu siang.

Dalam bentrok ini, terdapat empat korban luka diantaranya dua orang mengalami luka berat, dan dua orang lainnya mengalami luka ringan.

Baca Juga:

Korban luka berat yakni BS alias Benedito (59), warga Desa Oebelo, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang dan DSB alias Dude, seorang tukang yang tinggal di Desa Naibonat, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang.

Korban luka ringan yakni DS alias Dominggus (53), warga Desa. Naibonat, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang dan DES alias Daniel (43), warga Desa Manusak, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang.

Polisi langsung membawa korban ke rumah sakit Bhayangkara untuk mendapatkan penanganan medis.

Awalnya korban Daniel mendatangi rumah Yandri Tapatap (32) yang berada di lokasi perumahan 2.100 Blok K-4 di Desa Oebola, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang.

Saat itu korban diduga berada dalam kondisi mabuk akibat konsumsi minuman keras.

Baca Juga:

Korban masuk ke dalam rumah Yandri dan mereka sama - sama minum kopi yang sudah ada di atas meja.

Sementara bercerita, korban sempat mengeluarkan kata kasar dan memaki Mariana Dethan (23) yang juga istri dari Yandri.

Mariana tersinggung dan tidak terima dengan kata kasar dan makian dari korban, sehingga ia marah dan langsung mengusir korban pulang.

Korban tersinggung dan mengancam akan memanggil kerabanya. Ia pun langsung pulang dengan sepeda motor.

Beberapa saat kemudian, dua orang berpakaian bercorak loreng dari Forum Komunikasi Pejuang Timor Timur (FKPTT) warna biru putih mendatangi rumah Yandri mengunakan sepeda motor.

Baca Juga:

Mereka mengaku mendapat laporan dari korban kalau ia dianiaya.

Adik korban pun datang dan menanyakan kejadian tersebut. Yandri menjelaskan tidak memukul korban.

Adik korban langsung menendang perut Renaldi N yang juga ada di lokasi kejadian sebanyak tiga kali.

Ia langsung kembali mengunakan sepeda motor.

Karena merasa terancam, Yandri dan keluarga mengungsi ke rumah mertua yang berjarak kurang lebih satu kilometer dari perumahan 2100 mengunakan dua sepeda motor.

Baca Juga:

Kapolres Kupang, AKBP Rudy JJ Ledo bersama personel turun ke lokasi untuk menghentikan bentrokan.

Beredar pula rekaman video berdurasi pendek terkait situasi di tempat kejadian perkara (TKP) yang mencekam.

Video pertama dengan durasi 18 detik itu, nampak Kapolres Kupang sedang berdialog dengan sekelompok warga yang merupakan keluarga dari korban pengeroyokan tersebut.

Dalam rekaman video, seorang pria meminta kepada Kapolres Kupang untuk segera menangkap para terduga pelaku.

Baca Juga:

"Minta maaf bapak, kami di sini tidak ada tujuan apa-apa. Intinya pelaku ditangkap. Kalau sudah ditangkap, berarti aman" ujar seorang pria dalam rekaman tersebut.

Video kedua dengan durasi 15 detik memperlihatkan dua kelompok warga saling berhadapan dengan jarak dekat dan siap melakukan serangan balasan.

Dalam potongan video itu, terlihat warga membekali diri dengan berbagai jenis senjata tajam dan senjata rakitan, di antaranya parang, busur dan anak panah hingga senapan angin.

Melihat situasi yang semakin mencekam akibat saling serang dengan melempar batu, Kapolres Kupang langsung mengambil langkah berani dengan berdiri tepat di tengah-tengah massa.

Ada pula personel Polres Kupang terlihat memakai helm SNI sambil mengangkat kedua tangan ke atas untuk menghentikan aksi balas dendam tersebut.

Baca Juga:

"Cukup, cukup, cukup. Berhenti, berhenti." teriak seorang anggota polisi yang terlihat berdiri tepat di tengah kedua kelompok warga yang saling melempar batu itu.

Kapolres Kupang dan personel serta anggota TNI melakukan negosiasi persuasif dan meminta warga untuk menahan diri serta tidak melakukan tindakan main hakim sendiri yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.

Meski situasi saat ini mulai terkendali, pihak kepolisian tidak mau mengambil risiko.

Pengamanan ketat masih dilakukan untuk mengantisipasi adanya serangan susulan atau provokasi baru.

Pihak kepolisian juga mengimbau seluruh lapisan masyarakat agar tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya penanganan masalah ini kepada aparat penegak hukum.

Baca Juga:

Polda NTT sudah menerjunkan anggota untuk mem back up dari Dit Samapta dan Sat Brimob Polda NTT.

Dalam kejadian tersebut ada pengrusakan pos jaga di perumahan dan kendaraan bermotor roda dua dan roda empat.

Kapolres Kupang, AKBP Rudi JJ Ledo menyebutkan kalau kondisi dan situasi di lokasi sudah aman dan kondusif.

"Walau sudah kondusif, kami tetap siaga di lokasi kejadian sampai nanti malam. Kami juga dibantu anggota Polda NTT untuk mengamankan lokasi," ujar Kapolres pada Sabtu petang.

Para korban pun sudah dievakuasi di rumah sakit. "Beberapa korban sudah pulang (rumah). Masih ada yang menjalani perawatan," tambah Kapolres.

Baca Juga:

Pihaknya juga sudah mengamankan beberapa pelaku. "Ada (pelaku) yang kita amankan untuk pemeriksaan lebih lanjut," ujar mantan Kapolres Malaka.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru