Empat Warga Di Sabu Raijua Meninggal Dunia Diduga Infeksi Virus Leptospirosis, Satu Warga Dirawat Intensif
Baca Juga:
Ia mulai sakit pada Senin, 23 Maret 2026 dengan keluhan badan panas dan demam. Ruben sudah diambil sampel darahnya oleh dokter Puskesmas Seba untuk diperiksa.
Para korban diketahui tinggal dengan rumah berdekatan di perbatasan desa antara Kelurahan Mebba dan Desa Raeloro, Kecamatan Sabu Barat.
Baca Juga:Plt Direktur RSUD Menia, dr Lino menerangkan bahwa empat orang meninggal dunia akibat dugaan infeksi Leptospirosis.
Ia menyebutkan kalau Leptospirosis merupakan penyakit infeksi akut yang disebabkan bakteri Leptospira dan menular dari hewan ke manusia (zoonosis).
Penularan umumnya terjadi melalui urine tikus yang masuk ke dalam tubuh melalui luka terbuka atau selaput lendir, terutama saat musim hujan atau banjir.
Sejak akhir pekan lalu sudah dilakukan investigasi oleh tim gabungan dari Kelurahan Mebba bersama Bhabinkamtibmas, tim kesehatan gabungan Dinas Kesehatan dan Puskesmas Seba di rumah Ruben Bunga Alu.
Dari hasil pantauan dari ketua RW dan RT setempat, serta masyarakat yang datang melayat juga mengeluhkan bahwa lingkungan tempat tinggal keluarga Bunga Alu sangat berpengaruh sehingga bisa mengakibatkan terganggunya kesehatan di lingkungan setempat.
Baca Juga:Hasil Investigasi kasus kematian beberapa warga dalam satu rumah dalam kurun waktu dua pekan bahwa tanda dan gejala semua korban yang sempat dirawat mengarah pada diagnosa penyakit Leptospirosis yang disebabkan oleh bakteri Leptospira yg berasal air kencing tikus.
Namun dari pemeriksaan sampel darah yang dikirim ke Kupang malah menunjukkan hasil negatif.
Untuk sementara dilakukan himbauan untuk pembersihan lokasi sekitar rumah dan kemungkinan dilakukan fogging karena dari salah satu pasien yang sempat dirawat dan akhirnya meninggal hasil laboratoriumnya menunjukkan ada demam dengue (virus dengue) positif tapi belum mengarah ke demam berdarah.
Rakor dihadiri oleh Sekda Kabupaten Sabu Raijua, Septimius M. Bule Logo, Danramil 1608-04 Sabu Raijua, Lettu Inf. Daniel Mahoklory, Plt. Direktur RSUD Menia, Kasat Pol PP Kabupaten Sabu Raijua, Kalakhar BPBD Kabupaten Sabu Raijua, perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Sabu raijua, Puskesmas Seba, Camat Sabu Barat dan Lurah Mebba.
Rapat tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan dan langkah konkret yang akan segera dilaksanakan bahwa pemerintah daerah melalui dinas teknis segera meninjau langsung lokasi, kondisi sanitasi air, serta, pemukiman warga yang berada di dekat area persawahan.
Baca Juga:Juga dilakukan kegiatan kerja bakti (korve), bersama unsur TNI, Polri, Pemda, Dinas Kesehatan, Camat, Lurah, dan masyarakat untuk membersihkan dan merapikan lingkungan.
BPBD Kabupaten Sabu Raijua segera membuat lubang biopori dan resapan air untuk meminimalisir genangan air yang berpotensi menjadi sarang bakteri.
DPO Polres Sabu Raijua Yang Ditangkap di Sumba Timur Berulang Kali Cabuli Keponakan Hingga Hamil
Sempat Kabur ke Hutan, DPO Polres Sabu Raijua Diamankan Anggota Polres Sumba Timur
Masalah Anak, Pria di Sabu Raijua Dianiaya Besan Hingga Sekarat
Warga Sabu Raijua Tenggelam dan Meninggal Saat Memancing
Kapolsek Sabu Barat dan Jajaran Bantu Duda Penyandang Tuna Netra