Wilayah NTT Masuk Musim Kemarau Lebih Awal
digtara.com -Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah merilis adanya peralihan dari musim hujan ke musim kemarau di Indonesia yang mana bermula dari wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
Baca Juga:
Sti mengimbau kepada para pemudik agar selalu memantau prakiraan cuaca dari BMKG selama melakukan perjalanan.
BMKG sebelumnya telah merilis awal musim kemarau di wilayah Indonesia.
Baca Juga:Namun Sti menegaskan wilayah NTT yang akan lebih dahulu mengalami kemarau mulai dari bagian selatan. Kondisi ini akan meluas hingga NTT masuk periode musim kemarau sepenuhnya pada April 2026 nanti.
Wilayah seperti Kota Kupang, Sabu Raijua, Rote Ndao, akan berada di awal peralihan ke musim kemarau ini.
Oleh sebab itu di periode minggu ketiga dan keempat Maret ini memang masih terjadi hujan kendati sudah dalam peralihan musim.
NTT saat ini tentunya masih akan mengalami hujan terutama pada saat periode Nyepi dan Idul Fitri.
Ia menyebut intensitas curah hujan sedang hingga lebat dapat berpotensi terjadi selama periode minggu ketiga dan keempat.
Baca Juga:"Prediksi BMKG, pada minggu ketiga dan keempat periode lebaran ini intensitas hujannya menurun. Ini berada pada periode peralihan musim," tambah dia.
Untuk pekan ini atau dalam beberapa hari ke depan hujan sedang hingga lebat juga masih berpotensi terjadi.
Penyebabnya, akibat adanya pusat tekanan rendah yang terpantau ada di Darwin, utara Australia, yang berdampak pada cuaca di NTT.
Sti mengimbau kepada pemudik yang akan beraktivitas di luar ruangan untuk tetap memantau perkembangan informasi cuaca dari BMKG.
Pihaknya juga rutin berkomunikasi dengan Air Traffic Control (ATC) atau Pengatur Lalu Lintas Udara juga otoritas perhubungan lainnya.
Baca Juga:"Kami aktif memberikan data kami pada posko mudik dan setiap menit juga kami mengirimkan data ke ATC untuk informasi cuaca bagi maskapai. Instansi lainnya juga kami support data demi kelancaran arus mudik dan balik selama periode lebaran," jelas dia.
Sebelumnya Kepala Stasiun Klimatologi NTT, Rahmatulloh Adji, menyatakan musim kemarau diprediksi datang lebih cepat dibandingkan rata-rata klimatologi 30 tahun terakhir.
Aniaya Warga Karena Dendam Lama, Polisi Amankan Warga Alor
Bangunan Sekolah Roboh, Satu Siswa Meninggal Dan Dua Siswa Luka-luka
Belasan Warga Di Belu-NTT Jadi Korban Gigitan Kucing Rabies
Konflik Warga Di Flores Timur Diakhiri Dengan Sumpah Adat
Polisi Di TTS Bantu Warga Kurang Mampu Melalui Program Rumah Harapan Kapolda NTT