Dukung Pembangunan Rumah Pastori II GMIT Hosana Sungkaen, Walikota Kupang Bantu Rp 50 juta
digtara.com -Walikota Kupang, dr Christian Widodo mendukung penuh keberadaan rumah Pastori II bagi pelayan di GMIT Hosana Sungkaen, Kota Kupang.
Baca Juga:
Bantuan ini dijanjikan walikota Kupang saat peletakan batu pertama rumah pastori II Jemaat Hosana Sungkaen Klasis Kota Kupang Timur di Kelurahan Naimata, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang pada Senin (9/3/2026).
Namun bantuan tersebut baru bisa direalisasikan pada akhir tahun anggaran 2026 karena anggaran ini baru bisa diselipkan dalam dana perubahan anggaran 2026.
Baca Juga:"Bangun saja dulu dan pasti akan kami bantu namun baru bisa terealisasi di akhir tahun 2026 ini," ujar Walikota Kupang, dr. Christian Widodo.
Ia menyebutkan kalau rumah pastori merupakan tempat umat berkeluh kesah, tempat pembangunan karakter dan ruang dimana jemaat menaruh pengharapan.
"Hari ini kita bukan hanya peletakan batu pertama tapi ada pondasi besar yakni pondasi pelayanan dan kasih. Ini merupakan moment sakral dan penting untuk meletakkan pondasi," ujar walikota.
"(Bantuan) ada di perubahan anggaran untuk bantu pastori gereja Rp 50 juta tapi baru bisa cair pada akhir 2026," tegas walikota Kupang.
Walikota mengajak warga untuk terus membangun kerjasama dan mendukung kerukunan di Kota Kupang.
Baca Juga:"Kita harus berbuat baik apapun agama mu. Kita sama-sama doakan agar pastori jadi berkat bagi jemaat dan masyarakat kota Kupang," tandas Walikota Kupang.
Ketua Majelis Klasis Kota Kupang Timur, Pdt Mersy Kapioru-Pattikawa mengatakan kalau pembangunan pastori ibarat jemaat sedang menulis sebuah surat yang hidup tentang pemberian diri dan kesetiaan.
Ia mengapresiasi semangat dan niat baik pada jemaat Hosana Sungkaen untuk menghadirkan rumah pastori II.
"Setiap pdt datang dengan berkat masing-masing sehingga kehadiran dua pendeta juga menambah berkat," tandasnya.
Pdt Mersy juga terharu karena jemaat berani membangun pastori dalam kekurangan dan keterbatasan bahkan ditargetkan untuk selesai dibangun pada Juni 2026.
Baca Juga:"Sebuah keberanian yang kudus dan tulus membangun pastori dari kekurangan dan keterbatasan," tambahnya.
Diingatkan pula bahwa gereja adalah organisasi yang dinamis karena Allah turut bekerja sehingga pembangunan pastori bukti dari gereja yang dinamis dilandasi iman.
Selain itu, membangun pastori juga membangun persekutuan dan jemaat tidak ingin pelayan Tuhan tidak ada 'kemah' atau pastori.
Gelar Natal Bersama, Kapolres TTU Ingatkan Kamtibmas Jadi Tanggungjawab Semua Pihak
Di Perayaan Natal Pemuda GMIT Imanuel Mola, Kapolres Alor Ajak Pemuda Jadi Agen Terang dan Damai
Pulang Latihan di Gereja, Remaja Putri di Sabu Raijua Tergelincir ke Sungai dan Ditemukan Meninggal Dunia
Polres TTS-Relawan Geser Bedah Rumah Janda di Kabupaten TTS
Menuju Inklusifitas Pelayanan Gereja, GMIT Meluncurkan Gereja Ramah Disabilitas