Warga Dua Desa di Flores Timur Bentrok Masalah Tanah, Polisi dan TNI Siaga di Lokasi
digtara.com -Bentrok warga terjadi antar warga dari Desa Lewonara dan Desa Bele, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, NTT pada Jumat (6/3/2026).
Baca Juga:
Korban bentrokan antar desa di Kecamatan Adonara Timur, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), bertambah menjadi lima orang.
Lima korban itu terdiri dari tiga warga Desa Narasaosina dan dua warga Desa Waiburak.
Baca Juga:Direktur Rumah Sakit Pratama Adonara, Danny Gunawan, mengatakan tiga warga asal Desa Narasaosina itu bernama Siprianus Toda Geroda (66), Agustinus Notan Kraeng, dan Inosensius Daeng (36). Ketiga warga ini terkena luka tembak senjata rakitan di paha dan kaki.
Sementara dua warga Desa Waiburak bernama Mansyur Ola (39) dan Jumadin Saputra (22).
Dua warga Waiburak dirujuk ke RSUD Hendrikus Fernandez Larantuka guna mengeluarkan proyektil senjata rakitan itu
Personel gabungan TNI dari Koramil dan Polri dari Polsek Adonara Timur bergerak cepat melakukan pengamanan dan langkah preventif guna meredam bentrokan antar warga Desa Lewonara dan Desa Bele, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Jumat (06/03/2026).
Baca Juga:Kejadian yang berlangsung pada hari ini langsung ditangani oleh aparat kewilayahan dengan melakukan berbagai langkah pengamanan untuk mencegah konflik meluas.
Kapolres Flores Timur AKBP Adhitya Octorio Putra menjelaskan bahwa aparat TNI–Polri segera turun ke lokasi setelah menerima laporan masyarakat terkait adanya ketegangan antarwarga.
"Begitu menerima informasi, personel TNI dan Polri langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan pengamanan serta langkah-langkah preventif guna menghentikan kontak fisik antar kelompok warga," ujar Kapolres pada Jumat (6//3/2026) malam.
Sebagai bentuk tanggung jawab terhadap keselamatan masyarakat, aparat keamanan mengevakuasi anak-anak sekolah yang masih berada di sekitar lokasi konflik.
Personel Polsek Adonara Timur melakukan penjemputan langsung terhadap anak-anak yang belum dijemput oleh orang tua mereka.
Baca Juga:Saat ini, anak-anak tersebut untuk sementara diamankan di Mapolsek Adonara Timur guna memastikan keselamatan mereka dari dampak konflik yang terjadi.
Aparat keamanan juga telah menjalin komunikasi dengan tokoh masyarakat dari kedua desa untuk meredakan situasi serta mencegah adanya provokasi yang dapat memperkeruh keadaan.
Kapolres Flores Timur menambahkan bahwa personel tambahan dari Polres Flores Timur saat ini sedang menuju lokasi untuk memperkuat pengamanan dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.
Baca Juga:"Personel tambahan dari Polres Flores Timur sedang dalam perjalanan menuju Adonara Timur untuk memperkuat pengamanan di lokasi serta memastikan situasi tetap kondusif," jelasnya.
Lebih lanjut, pihak kepolisian juga memfasilitasi pertemuan antara kedua belah pihak dengan melibatkan Pemerintah Daerah serta tokoh adat guna mencari solusi terbaik atas sengketa lahan yang menjadi pemicu konflik.
Aparat Kepolisian juga terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti terjadinya bentrokan serta memastikan proses penegakan hukum berjalan secara adil dan transparan.
Polisi-Warga Flores Timur Bergotong Royong Bangun Plat Deker Darurat
Sejumlah Remaja Pria di Flores Timur-NTT Jadi Korban Pencabulan Sesama Jenis dengan Ancaman Benda Tajam
Pelajar SMA di Adonara Flores Timur Ditemukan Tewas Gantung Diri di Kamar
Pelaku Curanmor Antar Kabupaten Diamankan Polisi di Flores Timur
Direkrut Pasutri, Tujuh Warga Korban TPPO di Flores Timur Diamankan Polisi