Mengadu ke KDM, 13 LC Korban TPPO di Sikka-NTT Dipulangkan ke Jawa Barat
digtara.com -Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau Kang Dedi Mulyadi (KDM) secara khusus datang ke Maumere, Kabupaten Sikka, NTT terkait kasus 13 perempuan asal Jawa Barat yang menjadi korban kekerasan seksual dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
Baca Juga:
KDM menemui 13 perempuan asal Jawa Barat ini di selter Truk-F Maumere, Kabupaten Sikka, NTT pada Senin (23/2/2026).
KDM didampingi bupati Cianjur dan bupati Purwakarta serta unsur terkait dari pemerintah provinsi Jawa Barat. Ikut serta direktur Res PPA dan PPO Polda Jawa Barat, Kombes Pol Rumi Untari.
Baca Juga:Di Selter Truk F, KDM diterima para suster dari biarawati. Hadir pula Dir Res PPA dan PPO Polda NTT, Kombes Pol Dr Nova Surentu dan Kasat Reskrim Polres Sikka, Iptu Reinhard Dionisius Siga.
Dalam pertemuan tersebut, KDM berdialog langsung dengan 13 LC asal Jawa Barat yang selama ini bekerja di Pub Eltras Maumere dan saat ini ditampung di selter Truk F karena menjadi korban kekerasan seksual dan TPPO.
KDM menawarkan untuk memulangkan mereka dan 13 perempuan ini pun langsung menyanggupi. Mereka pun langsung berkemas dan diberangkatkan ke bandara untuk selanjutnya dibawa menggunakan pesawat Susi Air menuju Bandung-Jawa Barat.
Sr Immaculata kemudian meminta jaminan dari pemerintah provinsi Jawa Barat soal kelanjutan proses hukum kasus ini.
KDM dan tim kemudian menjamin siap membantu proses hukum yang ada serta siap memfasilitasi kedatangan para korban jika dibutuhkan dalam proses hukum.
Baca Juga:Janji dan jaminan ini dituangkan dalam surat pernyataan, berita acara dan kesepakatan bersama yang menerangkan kalau KDM siap memfasilitasi mendatangkan para korban jika dibutuhkan untuk penuntasan kasus ini.
Sr Immaculata mengaku kalau dalam pertemuan tersebut, KDM mendengarkan langsung alasan kedatangan 13 perempuan tersebut ke Maumere, Kabupaten Sikka hingga bekerja sebagai LC.
Awalnya, suster dan biarawati di Truk-F mengira kedatangan KDM hanya untuk kunjungan biasa, namun ternyata KDM langsung memulangkan para korban.
Ia beralasan kalau 13 korban ini masih menjalani proses hukum di Polres Sikka. selama di selter pun, para suster berusaha memenuhi kebutuhan para korban dan tidak mengabaikan hak korban terutama untuk proses pemulihan.
Namun para korban mengaku bosan menunggu proses hukum di Polres Sikka yang cukup lama serta adanya tuntutan kebutuhan hidup termasuk kebutuhan ekonomi keluarga yang menjadi tanggungan mereka sehingga mereka ingin pulang.
Baca Juga:"Sedih juga waktu mereka pulang apalagi kami tidak sempat menyapa mereka satu per satu, padahal selama ini mereka sudah menjadi bagian dari kami dan kami selalu meluangkan waktu berdialog dengan mereka," ujar suster.
Gubernur Jawa Barat Desak Pelaku Eksploitasi 13 LC di Sikka-NTT Dijadikan Tersangka
Pengangkutan Puluhan Ekor Satwa Liar Digagalkan di Pelabuhan Maumere-Kabupaten Sikka
PSK Pengidap PMS di Sikka Terjaring Razia, Salah Satu PSK dalam Keadaan Hamil
Tidak Pakai Helm Saat ke Sekolah, Siswa di Maumere Diantar Dengan Kendaraan Polantas
Abu Vulkanik Hingga ke Maumere, Polres Sikka Evakuasi Sejumlah Warga