Minggu, 12 April 2026

Dua Pekan Lebih Diamankan di Rote Ndao, WNA Uganda Dibawa ke Imigrasi Kupang

Imanuel Lodja - Sabtu, 21 Februari 2026 14:45 WIB
Dua Pekan Lebih Diamankan di Rote Ndao, WNA Uganda Dibawa ke Imigrasi Kupang
ist
Penyidik Tipidter Satreskrim Polres Rote Ndao menyerahkan WNA Uganda kepada pihak Imigrasi Kupang pada Sabtu (21/2/2026) petang

digtara.com -RMM alias Ronal (40), Warga Negara Asing (WNA) asal negara Uganda sudah dua pekan lebih diamankan di Polres Rote Ndao

Baca Juga:

Ronal diamankan sejak Senin (2/2/2026) di pantai Sanama, Desa Fuafun, Kabupaten Rote Ndao.

Sabtu (21/2/2026), Ronal dibawa ke kantor Imigrasi Kupang untuk penanganan masalah keimigrasian.

Ia diberangkatkan dari Rote Ndao dengan kapal cepat dan dikawal anggota Unit Tipidter Satreskrim Polres Rote Ndao. Aipda Franklyn R. RAtu Radja.

Baca Juga:
Begitu tiba di pelabuhan Tenau, Kota Kupang, Ronal yang mengantongi nomor pasport A0017084 ini langsung dibawa ke kantor Imigrasi Kupang.

Ronal pun diserahkan ke pihak Imigrasi setelah terlebih dahulu dilakukan penyelesaian administrasi oleh penyidik unit Tipidter Satreskrim Polres Rote Ndao.

Polres Rote Ndao sendiri masih menangani dugaan kasus penipuan yang dialami Ronal dan diduga dilakukan V.

Polisi sudah memeriksa sejumlah saksi dan mengamankan barang bukti terkait dugaan kasus penipuan ini.

Namun karena Ronal adalah WNA maka proses keimigrasian diserahkan ke pihak Imigrasi apalagi diperoleh informasi kalau masa tinggal Ronal hanya berlaku hingga Maret 2026.

Dalam keterangannya kepada polisi di Polres Rote Ndao, Ronal mengaku masuk ke Australia tidak melalui jalur resmi karena tidak memiliki uang yang cukup untuk berangkat ke Australia sehingga memilih melalui jalur ilegal.

Baca Juga:
Ia mengaku pergi ke negara Australia karena ada salah satu keluarganya yang tinggal di Kota Perth-Australia.

Selain itu ia terpaksa datang ke Indonesia untuk perlindungan diri.

Ronal beralasan kalau negaranya ingin membunuh mereka karena masalaj tanah.

Tanah milik mereka berada di daerah perbatasan yang diklaim oleh Uganda dan Yordania Selatan karena di tanah tersebut terdapat kandungan emas didalamnya, sehingga terjadi perang besar-besaran untuk memperebutkan wilayah tersebut.

Warga yang tinggal di lokasi tersebut ingin dihancurkan dan dimusnahkan. Ia mengaku sudah banyak warga mati dibunuh.

Pada 20 November 2025 lalu, Ronal berangkat dari negara asalnya Uganda-Afrika ke Malaysia dan tinggal selama kurang lebih 3 minggu

Baca Juga:
Awal Desember 2025, ia berangkat dari Malaysia ke Indonesia dan masuk melalui Bandar Udara Ngurah Rai Bali dan tinggal selama dua hari di Bali.

Masih di awal bulan Desember, Ronal berangkat dengan bus ke Jakarta dan tinggal selama empat hari di Jakarta.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Beralasan Hendak Beli Kebutuhan Bayi, Mahasiswa di Kupang Curi Sepeda Motor di Parkiran Rumah Sakit

Beralasan Hendak Beli Kebutuhan Bayi, Mahasiswa di Kupang Curi Sepeda Motor di Parkiran Rumah Sakit

Diamuk Massa, Pelaku Curanmor Diamankan Anggota Resmob Polresta Kupang Kota

Diamuk Massa, Pelaku Curanmor Diamankan Anggota Resmob Polresta Kupang Kota

Modus Beli Sayur, Mahasiswa di Kupang Curi Tas Dan Ditangkap Saat Hendak Jual Barang Hasil Curian

Modus Beli Sayur, Mahasiswa di Kupang Curi Tas Dan Ditangkap Saat Hendak Jual Barang Hasil Curian

Dukung Semarak Pawai Paskah 2026, Polres Rote Ndao Beri Pengamanan Maksimal

Dukung Semarak Pawai Paskah 2026, Polres Rote Ndao Beri Pengamanan Maksimal

Lagi, Calo Tiket di Pelabuhan Tenau Diamankan Polisi

Lagi, Calo Tiket di Pelabuhan Tenau Diamankan Polisi

WFH Bagi ASN Kota Kupang Diberlakukan, Wajib Segera Respon Pekerjaan

WFH Bagi ASN Kota Kupang Diberlakukan, Wajib Segera Respon Pekerjaan

Komentar
Berita Terbaru