Kamis, 19 Februari 2026

Orang Tua Tersangka Kematian Sebastian Bokol Dilaporkan Ancam dan Intimidasi Sejumlah Saksi

Imanuel Lodja - Rabu, 18 Februari 2026 16:34 WIB
Orang Tua Tersangka Kematian Sebastian Bokol Dilaporkan Ancam dan Intimidasi Sejumlah Saksi
net
Ilustrasi.

digtara.com -Sejumlah saksi yang sempat diperiksa penyidik Ditreskrimum Polda NTT terkait kasus pembunuhan terhadap Sebastian Bokol alias Tian mendapat ancaman dan intimidasi.

Baca Juga:

Ancaman dan intimidasi ini datangnya dari Bertolens Ndolu alias Ben Ndolu yang merupakan orang tua tersangka MANd alias Medo.

Kedua saksi yang diintimidasi keluarga tersangka masing-masing Mahyudin dengan Maria Ukskulian (istri dari Silvester Mau).

Kedua saksi dan terlapor merupakan warga Jalan Lakbanu, RT 045 Kelurahan Liliba, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang.

Baca Juga:

Mahyudin dan Maria mengaku mendapatkan perlakuan kasar tersebut pada Rabu, 11 Februari 2026 malam sekitar pukul 20.30 Wita.

Maria alias Mia yang merupakan Istri dari saksi Sivester Mau mengaku kalau sekitar pukul 17.00 Wita, ia sedang melayani penjualan air galon di kiosnya di jalan perempatan TPU Liliba.

Maria mengaku didatangi oleh Ben Ndolu yang menanyakan bensin/pertalite. Maria pun mengaku kalau BBM yang ia jual sudah habis.

Ben Ndolu ke rumah Ferdinan Ndolu dengan berteriak mengeluarkan kata-kata ancaman "Om Vester (Silvester Mau/suami Maria) dengan paman (Mahyudin) siap menghadap dengan beta (saya), siap angkat kaki dari sini/pulang kampung".

Teriakan tersebut didengar dan disaksikan oleh ibu-ibu kompleks yang saat itu sedang berada di kedai milik Theresia yang juga orang tua dari salah satu saksi, Mario Seja.

Baca Juga:

Ben Ndolu kembali ke lapak jualan milik Maria dengan mengendarai sepeda motor sambil berteriak "Om Vester ada jual bensin/pertalite ko"? teriakan tersebut sebanyak dua kali namun tidak dijawab oleh Maria karena saat itu Ben Ndolu sedang dalam kondisi mabuk miras.

Pasca Ben Ndolu pergi meninggalkan lapak jualan miliknya, ia pun menceritakan perihal tersebut kepada istri Yan Wawo yang merupakan pemilik tanah yang ditempati oleh Maria dan Silvester untuk berjualan.

Ketua RT 045 Kelurahan Liliba, Daud Malei datang menemui Maria menanyakan kejadian yang dialami oleh Maria karena Daud mendengar cerita dari ibu-ibu yang ada di kedai Theresia.

Maria kemudian melaporkan kejadian tersebut karena ancaman tersebut membuat dirinya tidak nyaman dan terganggu.

Maria sehari-hari mencari hidup dengan berjualan, karena suaminya Silvester setiap pagi pergi bekerja sebagai tukang bangunan dan menjelang malam baru pulang.

Pemilik tanah, Yan Wawo juga sudah mengetahui ancaman dari Ben Ndolu kepada beberapa warga.

Yan Wawo berusaha menenanhkan Maria karena Ben Ndolu tinggal di RT lain.

Baca Juga:

Ancaman dari orang tua salah satu tersangka kasus pembunuhan Sebastian Bokol tersebut diduga karena rasa tidak puas karena Silvester (suami dari Maria) adalah salah satu saksi yang menerangkan bahwa pada malam kejadian, 1 Agustus 2022, melihat bahwa tersangka MANd alias Medo terlibat bersama para tersangka lain.

Pada malam itu, tersangka Medo pergi membeli bensin/pertalite di lapak milik Silvester-Maria yang kemudian diketahui bahwa bensin/pertalite tersebut dipakai tersangka Medo untuk menyulut api untuk membakar korban Sebastian Bokol di kali mati TPU Kasih Liliba.

Jenazah mahasiswa asal Kabupaten Sumba Barat Daya ini ditemukan pada 2 Agustus 2022 oleh saksi seorang anak SD, Ryan Tefa.

Intimidasi juga dialami Mahyudin yang juga menjadi saksi kasus pembunuhan ini.

Mereka kemudian melaporkan kejadian ini ke Polda NTT dan sedang dalam proses hukum.

Baca Juga:

Direktur Reskrimum Polda NTT, Kombes Pol Sigit Hariyono yang dikonfirmasi membenarkan adanya laporan ini dan sedang diproses.

Penyidik Subdit I/Kamneg Ditreskrimum Polda NTT sudah memeriksa pelapor/korban dan para saksi.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru