Orang Tua Tersangka Kematian Sebastian Bokol Dilaporkan Ancam dan Intimidasi Sejumlah Saksi
digtara.com -Sejumlah saksi yang sempat diperiksa penyidik Ditreskrimum Polda NTT terkait kasus pembunuhan terhadap Sebastian Bokol alias Tian mendapat ancaman dan intimidasi.
Baca Juga:
Ancaman dan intimidasi ini datangnya dari Bertolens Ndolu alias Ben Ndolu yang merupakan orang tua tersangka MANd alias Medo.
Kedua saksi yang diintimidasi keluarga tersangka masing-masing Mahyudin dengan Maria Ukskulian (istri dari Silvester Mau).
Kedua saksi dan terlapor merupakan warga Jalan Lakbanu, RT 045 Kelurahan Liliba, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang.
Baca Juga:
Maria alias Mia yang merupakan Istri dari saksi Sivester Mau mengaku kalau sekitar pukul 17.00 Wita, ia sedang melayani penjualan air galon di kiosnya di jalan perempatan TPU Liliba.
Maria mengaku didatangi oleh Ben Ndolu yang menanyakan bensin/pertalite. Maria pun mengaku kalau BBM yang ia jual sudah habis.
Ben Ndolu ke rumah Ferdinan Ndolu dengan berteriak mengeluarkan kata-kata ancaman "Om Vester (Silvester Mau/suami Maria) dengan paman (Mahyudin) siap menghadap dengan beta (saya), siap angkat kaki dari sini/pulang kampung".
Teriakan tersebut didengar dan disaksikan oleh ibu-ibu kompleks yang saat itu sedang berada di kedai milik Theresia yang juga orang tua dari salah satu saksi, Mario Seja.
Baca Juga:
Ben Ndolu kembali ke lapak jualan milik Maria dengan mengendarai sepeda motor sambil berteriak "Om Vester ada jual bensin/pertalite ko"? teriakan tersebut sebanyak dua kali namun tidak dijawab oleh Maria karena saat itu Ben Ndolu sedang dalam kondisi mabuk miras.
Ketua RT 045 Kelurahan Liliba, Daud Malei datang menemui Maria menanyakan kejadian yang dialami oleh Maria karena Daud mendengar cerita dari ibu-ibu yang ada di kedai Theresia.
Maria kemudian melaporkan kejadian tersebut karena ancaman tersebut membuat dirinya tidak nyaman dan terganggu.
Maria sehari-hari mencari hidup dengan berjualan, karena suaminya Silvester setiap pagi pergi bekerja sebagai tukang bangunan dan menjelang malam baru pulang.
Pemilik tanah, Yan Wawo juga sudah mengetahui ancaman dari Ben Ndolu kepada beberapa warga.
Yan Wawo berusaha menenanhkan Maria karena Ben Ndolu tinggal di RT lain.
Baca Juga:
Pada malam itu, tersangka Medo pergi membeli bensin/pertalite di lapak milik Silvester-Maria yang kemudian diketahui bahwa bensin/pertalite tersebut dipakai tersangka Medo untuk menyulut api untuk membakar korban Sebastian Bokol di kali mati TPU Kasih Liliba.
Jenazah mahasiswa asal Kabupaten Sumba Barat Daya ini ditemukan pada 2 Agustus 2022 oleh saksi seorang anak SD, Ryan Tefa.
Intimidasi juga dialami Mahyudin yang juga menjadi saksi kasus pembunuhan ini.
Mereka kemudian melaporkan kejadian ini ke Polda NTT dan sedang dalam proses hukum.
Baca Juga:
Direktur Reskrimum Polda NTT, Kombes Pol Sigit Hariyono yang dikonfirmasi membenarkan adanya laporan ini dan sedang diproses.
Usai Rekonstruksi, Polda NTT Limpahkan Berkas Perkara Pembunuhan Mahasiswa di Kupang
Muhaimin Soroti Ancaman Digital dan AI pada Remaja, Penguatan Regulasi dan Literasi Digital Harus Diperkuat
Anggota DPRD Kabupaten Sumba Barat Daya Mengaku Diancam Tim Sukses Paslon Lain
Tim Resmob Polres Kupang Bekuk Pelaku Pengancaman Istri dengan Senpi dan Sajam
Barbar! Rumah Ketua BEM UI Didatangi Orang Berseragam TNI-Polri, Intimidasi karena Lantang Tolak Putusan MK
Marhaban Ya Ramadhan, Ipong Dalimunthe SE: Momentum Solidaritas dan Tanggung Jawab Sosial
LBH APIK NTT Minta Polisi Tidak Main-Main Dengan Kejahatan Terhadap Perempuan dan Anak
Orang Tua Tersangka Kematian Sebastian Bokol Dilaporkan Ancam dan Intimidasi Sejumlah Saksi
Tiga Korban Mati Mesin dan Hilang Kontak di Perairan Diu-Rote Ndao Ditemukan Selamat
Wanita LC di Sikka Dipukul dan Dipaksa Tidur Dengan Tamu
Tes Urine Positif, ASN P3K Sikka Sudah Dua Kali Pesan Narkoba dari Makassar dan Mengaku Untuk Konsumsi Sendiri
Polres Kupang Tingkatkan Patroli KRYD dan Beri Himbauan Kamtibmas Bagi Masyarakat