Rabu, 18 Februari 2026

Dua Kelompok Pemuda di Alor Kembali Saling Serang, Kapolres Temui Pemerintah Untuk Tuntaskan

Imanuel Lodja - Rabu, 18 Februari 2026 06:50 WIB
Dua Kelompok Pemuda di Alor Kembali Saling Serang, Kapolres Temui Pemerintah Untuk Tuntaskan
ist
Kapolres Alor saat menggelar pertemuan dengan pemerintah dan warga di aula Polres Alor, Selasa (17/2/2026)
Masyarakat juga cepat percaya dengan informasi liar kalau ada yanh menyerang memakai busur, padahal itu semua bohong atau hoax.

Baca Juga:

"Banyak orang pintar di luar sana, bahkan ada yang posisinya di Makassar, tapi terus-terusan memprovokasi kita lewat media seolah-olah dia tahu kejadian di lapangan," ujarnya.

Orang tua harus lebih jeli dan cerdas dan kljangan membiarkan anak-anak mengonsumsi informasi yang salah.

"Kita harus berani menegur dan mengurus anak-anak kita sendiri sebelum masalahnya jadi terlalu besar untuk diatasi. Jangan sampai kita hanya diam melihat daerah kita hancur karena anak-anak yang mudah diprovokasi," tegasnya.

Baca Juga:
Harianto Manu, ketua RW 04 Kelurahan Wetabua menyampaikan kekecewaannya soal koordinasi dengan pihak kelurahan terasa lambat, padahal warga sudah menunggu sampai malam untuk mencari solusi damai.

Masalah bentrokan sudah sangat meresahkan masyarakat di Kabupaten Alor karena melumpuhkan aktivitas dan menghambat perekonomian kita semua.

Ia minta pemerintah turun langsung ke titik lokasi di Nusa Kenari dan Wetabua mendengar langsung masalah di bawah dan segera mendamaikan suasana agar tidak ada lagi yang saling serang antar wilayah.

Ketua RT 04 Kelurahan Nusa Kenari, Delviebce Langko menyebutkan kalau para pelaku tawuran merencanakan aksinya melalui media sosial sehingga lebih sulit dipantau oleh orang tua.

Para orang tua sudah berusaha aktif turun ke jalan untuk mencari dan membendung anak-anak mereka agar tidak terlibat tawuran, bahkan sempat berhasil mencegah bentrokan di malam kedua.

Warga yang mewakili masyarakat Pasar Bawah meminta maaf atas lata kasar mereka kepada aparat saat kejadian karena ingin masalah selesai dan bisa berdamai.

Baca Juga:
Perwakilan masyarakat Kelurahan Nusa Kenari mengakui tawuran digerakkan oleh anak-anak yang putus sekolah karena kendala biaya.

"Anak-anak yang masih sekolah ini sebenarnya cuma kena imbas dan ikut-ikutan karena dihasut oleh mereka yang sudah tidak sekolah lagi," ujarnya

Ia menyarankan agar pemerintah membuatkan kesibukan atau lapangan kerja buat anak-anak putus sekolah misalnya dipermudah menjadi Satpam di kantor-kantor wilayah.

Kepolisian diminta harus lebih tegas memantau Facebook dan WhatsApp, karena sudah menjadi media saling ejek dan memprovokasi.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Siswa SD di Welai dan Fanating Dapat Bantuan Perlengkapan Sekolah dari Kapolres Alor

Siswa SD di Welai dan Fanating Dapat Bantuan Perlengkapan Sekolah dari Kapolres Alor

Kapolres Alor Satukan Pemuda Sawalama dan Lipa Jelang Ramadhan

Kapolres Alor Satukan Pemuda Sawalama dan Lipa Jelang Ramadhan

Hadiri Perayaan Natal di GKII Welai, Kapolres Alor Sampaikan Sejumlah Pesan Kamtibmas

Hadiri Perayaan Natal di GKII Welai, Kapolres Alor Sampaikan Sejumlah Pesan Kamtibmas

Polres Alor Fasilitasi Penyelesaian Pemasangan Daun Pada Pintu Gereja dan Kantor Desa

Polres Alor Fasilitasi Penyelesaian Pemasangan Daun Pada Pintu Gereja dan Kantor Desa

Begini Penjelasan Kapolres Alor Terkait Insiden Dugaan Kekerasan Warga dan Anggota Polisi

Begini Penjelasan Kapolres Alor Terkait Insiden Dugaan Kekerasan Warga dan Anggota Polisi

KDRT Dominasi Masalah Kekerasan Terhadap Ibu dan Anak di Kabupaten Alor

KDRT Dominasi Masalah Kekerasan Terhadap Ibu dan Anak di Kabupaten Alor

Komentar
Berita Terbaru