Selasa, 17 Februari 2026

Dukung MBG, Camat Wajibkan Tiap Keluarga di TTU-NTT Tanam Pohon Pisang

Imanuel Lodja - Selasa, 17 Februari 2026 09:34 WIB
Dukung MBG, Camat Wajibkan Tiap Keluarga di TTU-NTT Tanam Pohon Pisang
net
Ilustrasi pohon pisang.

digtara.com -Pemerintah Kecamatan Musi, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), menerapkan kebijakan inovatif di tingkat masyarakat guna memperkuat ketahanan pangan lokal dan mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto sejak 2025,

Baca Juga:

Mulai tahun 2026, setiap kepala keluarga (KK) di wilayah Kecamatan Musi diwajibkan menanam minimal lima pohon pisang di lahan atau kebun miliknya masing-masing.

Jenis pisang yang diutamakan adalah pisang cavendish dan pisang susu, yang dipilih karena mudah dibudidayakan, produktif, serta kaya nutrisi sebagai sumber buah pendukung menu bergizi.

Camat Musi, Aloysius Neno menyampaikan kebijakan ini secara langsung di Kantor Camat Musi pada Selasa, 17 Februari 2026.

Baca Juga:
Menurutnya, inisiatif ini terinspirasi dari pengalaman sebelumnya saat menjabat sebagai Camat Insana Tengah, dimana pasokan sayur dan buah sering kali tidak mencukupi dan harus didatangkan dari daerah lain.

"Lahan kita sangat luas dan potensial untuk ditanami berbagai jenis buah serta sayuran. Jangan sampai kita terus bergantung pada pasokan luar, padahal potensi sudah ada di depan mata," tegas Aloysius Neno.

Sebagai langkah awal, Camat Aloysius telah melakukan sosialisasi intensif selama satu minggu terakhir melalui kunjungan ke enam desa di wilayah Kecamatan Musi.

Dalam waktu dekat, pihak kecamatan akan mengirimkan surat resmi kepada seluruh kepala desa agar segera menindaklanjuti kebijakan ini.

Pada Maret 2026, tim kecamatan berencana melakukan pemeriksaan lapangan langsung untuk memantau kesiapan lahan masyarakat serta memastikan penanaman berjalan sesuai target.

Meskipun pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Musi masih dalam tahap proses, Camat Aloysius optimistis bahwa gerakan tanam pisang massal ini akan menjadi fondasi penting dalam menjamin pasokan buah dan sayur lokal untuk kebutuhan SPPG.

Baca Juga:
"Gerakan ini tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan lokal, tapi ke depan diharapkan bisa menyuplai SPPG di wilayah lain. Dengan begitu, program MBG tidak hanya meningkatkan gizi masyarakat, tapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan warga Musi," tambahnya.

Kebijakan ini sejalan dengan semangat program MBG secara nasional, yang menekankan pemanfaatan sumber daya lokal untuk memenuhi kebutuhan gizi anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita, sekaligus menggerakkan ekonomi pedesaan melalui penyerapan hasil tani masyarakat.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Puluhan Siswa di Manggarai Pusing dan Mual Usai Konsumsi Menu MBG

Puluhan Siswa di Manggarai Pusing dan Mual Usai Konsumsi Menu MBG

SPPG Polres Malaka Perkuat Program Pemenuhan Gizi

SPPG Polres Malaka Perkuat Program Pemenuhan Gizi

Remaja Usia 11 Tahun di Sumba Barat Daya Hilang di Muara Diterkam Buaya

Remaja Usia 11 Tahun di Sumba Barat Daya Hilang di Muara Diterkam Buaya

Ratusan Siswa di Manggarai Barat-NTT Diduga Keracunan MBG

Ratusan Siswa di Manggarai Barat-NTT Diduga Keracunan MBG

Ketua Partai Gerindra Kabupaten TTU Dipolisikan Terkait MBG

Ketua Partai Gerindra Kabupaten TTU Dipolisikan Terkait MBG

Satu Lagi SPPG 3T di Kabupaten TTU Diresmikan, Total Tujuh SPPG Polri Layani 4.033 Penerima MBG

Satu Lagi SPPG 3T di Kabupaten TTU Diresmikan, Total Tujuh SPPG Polri Layani 4.033 Penerima MBG

Komentar
Berita Terbaru