Lansia di Kupang Tewas Terseret Banjir
digtara.com -Seorang warga lanjut usia ditemukan meninggal dunia di Kali Bonpo, RT 004/RW 002, Dusun I, Desa Oelfatu, Kecamatan Amfoang Barat Laut, Kabupaten Kupang akhir pekan lalu.
Baca Juga:
Korban diduga kuat meninggal akibat terseret arus banjir.
Korban diketahui bernama Lodia Sanmusus (69), seorang petani asal Dusun IV, Desa Timau, Kecamatan Amfoang Barat Laut.
Penemuan jasad korban pertama kali diketahui sekitar pukul 14.30 Wita oleh warga setempat dan segera dilaporkan kepada pihak kepolisian.
Baca Juga:
Namun, niat tersebut sempat dilarang oleh anak kandungnya, Elivas Lakusaba, karena kondisi banjir yang melanda wilayah tersebut.
Sekitar pukul 10.00 Wita, korban masih terlihat berada di rumah, namun pada siang hari sekitar pukul 13.00 Wita, korban diduga keluar melalui bagian belakang rumah tanpa sepengetahuan keluarga.
Awalnya dikira korban pergi ke rumah tetangga, sehingga keluarga tidak langsung mencari korban.
Namun sekitar pukul 15.00 Wita, ada warga mengetahui dari postingan Facebook bahwa ada seorang nenek ditemukan meninggal dunia.
Baca Juga:
Setelah dilihat, ternyata korban adalah ibu kandung Elivas.
Semri kemudian mendatangi lokasi kejadian dan memastikan kondisi korban sebelum melaporkannya ke pihak kepolisian.
Personel Polsek Amfoang Utara dipimpin Wakapolsek Amfoang Utara, Ipda Heronimus Neni langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) bersama sejumlah anggota, termasuk Bhabinkamtibmas Desa Honuk dan Desa Saukibe.
Hasil pemeriksaan luar oleh tenaga medis Puskesmas Soliu menyebutkan bahwa korban diperkirakan meninggal kurang dari empat jam sebelum ditemukan.
Baca Juga:Pada tubuh korban ditemukan luka berat di bagian kepala, memar pada mata kiri, serta luka di bagian dahi, sementara pada bagian tubuh lainnya tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.
Barang bukti yang ditemukan di lokasi kejadian antara lain satu rok dalaman berwarna merah, dua kalung muti, serta satu tas hitam berisi uang tunai sebesar Rp 16.000.
Dari hasil analisa sementara, korban diduga kuat meninggal dunia akibat terseret arus banjir sejauh kurang lebih 4,5 kilometer.
Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan otopsi, yang kemudian dituangkan dalam surat pernyataan resmi.
Baca Juga:
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap kondisi cuaca ekstrem dan banjir, serta menghindari aktivitas di sekitar sungai saat debit air meningkat demi keselamatan bersama.
Hendak ke Malaysia, Lima Calon PMI Non Prosedural Diamankan Tim Zero Ditres PPA dan PPO Polda NTT
Dibangun Sejak Januari 2026, Polres Kupang Kini Punya Ruangan Pelayanan PPA dan PPO
Salah Paham Berujung Kekerasan Fisik, Warga di Kupang Pilih Berdamai
Mobil Toyota Rush Rusak Parah Tertimpa Pohon
Batal Nikah Karena Selisih Paham, Polisi Bantu Mediasi Dan Kawal Pengembalian Belis
Pelaku Percobaan Percabulan Diamankan Polisi dan Warga
Kapal Milik Warga Sabu Raijua Tenggelam Saat Berlabuh di Pantai
7 HP Terbaik Rp1–4 Jutaan Versi David GadgetIn, Performa Kencang dan Worth It Dibeli 2026
Kasus Guru Dianiaya Perangkat Desa Dilimpahkan ke Polres TTS
Rupiah Diproyeksikan Melemah ke Rp18.160 per Dolar AS Hari Ini, Ini Faktor Penekannya
Baru Menikah, Pria di Lembata Malah Perkosa Anak Tirinya
IHSG Berpeluang Lanjut Menguat ke 6.219 Hari Ini, Simak Rekomendasi Saham AADI, BBRI, DEWA, dan TINS
Polda NTT Dukung BP3MI Latih Ketrampilan Calon Tenaga Kerja Dalam Berbagai Bidang