Belasan Korban TPPO Ditampung Sementara di Kantor Truk-F Sikka
digtara.com -Sebanyak 13 orang korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dititip dan ditampung sementara di kantor Tim Relawan Untuk Kemanusiaan Flores (TRUK-F) Maumere, Kabupaten Sikka.
Baca Juga:
Kantor TRUK F Maumere berlokasi di Jalan Jenderal Ahmad Yani nomor 30, Kompleks Susteran SSPS Komunitas Bunda Pembantu Abadi, Kelurahan Nangameting, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka.
Seluruh korban dilaporkan dalam kondisi sehat, aman, dan lengkap, serta berada dalam pendampingan lembaga kemanusiaan dengan pengawasan ketat dari aparat kepolisian.
Baca Juga:Polri pun memberikan perlindungan maksimal kepada para korban dan pengawasan terhadap korban.
Pengamanan dan pengawasan ini merupakan langkah strategis Polres Sikka dalam memastikan keamanan, keselamatan, serta stabilitas kondisi fisik dan psikologis para korban TPPO, sekaligus mencegah segala bentuk ancaman, gangguan, maupun upaya intervensi dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab selama proses penanganan hukum berlangsung.
Pengamanan dijadwalkan berlangsung selama satu bulan penuh, terhitung sejak 4 Februari 2026 hingga 3 Maret 2026, dengan pola pengawasan yang berkesinambungan dan terukur.
Para personel tersebut secara aktif melaksanakan penjagaan di area kantor, melakukan pengawasan lingkungan sekitar, serta menjalin koordinasi intensif dengan pengelola TRUK F dan pihak terkait lainnya guna menciptakan situasi yang aman dan kondusif.
Melalui kegiatan ini, Polres Sikka menegaskan kehadirannya sebagai garda terdepan dalam perlindungan korban kejahatan kemanusiaan, sekaligus meneguhkan komitmen Polri untuk menindak tegas pelaku TPPO dan memastikan hak-hak korban tetap terlindungi secara hukum dan kemanusiaan.
Baca Juga:
WNA Dan WNI Penyelam Ditemukan Selamat, Operasi SAR Diakhiri
Pencarian Hari Kedua di Perairan Panga Batang-Sikka, Dua WNA dan Satu WNI Ditemukan Selamat
Ke Flores, Kepala BNPB Pastikan Dana Bantuan Bagi Korban Gempa Cair Bulan Ini
Satu WNA Ditemukan Selamat, Tiga Penyelam Masih Dalam Pencarian
Operasi Gabungan Laut Batu Bara Dikerahkan, 130 Personel Awasi Jalur Ilegal di Selat Malaka