Cuaca Ekstrem, Pencarian Korban Tanah Longsor Secara Manual di Manggarai Timur Dilakukan Secara Manual
Baca Juga:
- Satu Korban Tertimbun Tanah Longsor di Manggarai Timur Ditemukan
- Tiga Warga Manggarai Timur Meninggal Akibat Longsor, Ratusan Warga Terpaksa Mengungsi
- Ancaman Gagal Panen Akibat Cuaca Ekstrem, Wakil Ketua DPRD Jateng Sarif Abdillah Minta Perkuat Mitigasi yang Baik dan Kesiapsiagaan Pemerintah Daerah
Albina Ria (45) saat itu sedang berada di dalam rumahnya sendiri. Korban merupakan istri dari saudara Kongradus Lasa dan saat kejadian suami korban sedang berada di kebun.
Yustina Mira (18), seorang pelajar yang merupakan anak dari Kongradus Lasa dan Albina Ria, saat kejadian sedang berada dalam rumah.
Korban lainnya, Apri Nikolaus Acan, adik dari Yusrina Mira atau anak dari Kongradus Lasa dan Albina Ria. Bocah berusia tiga tahun ini sedang ada dalam rumah saat kejadian tersebut.
Baca Juga:
Dalam peristiwa ini dua korban meninggal dunia akibat tertimbun material longsor yakni Theresia Resem (50) dan Yustina Mira (18)
Kedua korban tersebut tertimbun material longsor dan hingga saat ini belum ditemukan dan masih dalam proses pencarian manual sambil menunggu alat berat dari Dinas PUPR Kabupaten Manggarai Timur.
Dua orang warga mengalami luka-luka yakni Albina Ria dan Apri Acan. Kedua orang warga tersebut telah dievakuasi oleh TNI, Polri dibantu oleh Pemerintah Desa dan warga setempat dan dibawa ke Puskesmas Benteng Jawa untuk mendapatkan perawatan medis pada saat setelah kejadian yaitu pada Kamis 22 Januari 2026.
Pada Kamis tengah malam sekitar pukul. 24.00 wita, korban Albina Ria meninggal dunia di Puskesmas Benteng Jawa dan jenazah korban disemayamkan di rumah keluarga di kampung Pau, Desa Goreng Meni.
Baca Juga:
"Korban Apri Nikolaus Acan sudah bisa dipulangkan dan dilakukan perawatan jalan," tambah Kapolsek.
Selain itu, di halaman sekolah dan dua ruang kelas SDK Meni terdapat tumpukan material longsor, kebun kopi, kebun kemiri dan kebun cengkeh milik warga juga tertimbun material longsor.
Saluran Irigasi Wae Nua dan Irigasi Wejang Rating juga rusak berat dihantam tanah longsor.
Tercatat warga dari kampung Tuwa yang mengungsi sebanyak 67 KK atau kurang lebih 200 jiwa dan jumlah warga dari kampung Pau yang mengungsi sebanyak 89 KK atau kurang lebih 500 jiwa.
Baca Juga:
Warga tersebut mengungsi di rumah keluarga di kampung Rentung dan kampung Golo Pote, Desa Goreng Meni, Kecamatan Lamba Leda.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Manggarai Timur ke Posko bencana alam di kampung Rentung Desa Goreng Meni Kecamatan Lamba Leda Utara untuk membawa bantuan darurat berupa bantuan sembako, selimut dan terpal.
Satu Korban Tertimbun Tanah Longsor di Manggarai Timur Ditemukan
Tiga Warga Manggarai Timur Meninggal Akibat Longsor, Ratusan Warga Terpaksa Mengungsi
Ancaman Gagal Panen Akibat Cuaca Ekstrem, Wakil Ketua DPRD Jateng Sarif Abdillah Minta Perkuat Mitigasi yang Baik dan Kesiapsiagaan Pemerintah Daerah
Dua Perempuan di Manggarai Timur Masih Tertimbun Tanah Longsor
Dua Warga Hilang Pasca Longsor di Kabupaten Manggarai Timur
Dua Rumah Warga Tertimpa Pohon Tumbang Saat Hujan di Kabupaten Sikka
Jatuh di Dermaga, Remaja Putri di Sabu Raijua Ditemukan Tewas Mengapung di Laut
Cuaca Ekstrem, Pencarian Korban Tanah Longsor Secara Manual di Manggarai Timur Dilakukan Secara Manual
Satu Korban Tertimbun Tanah Longsor di Manggarai Timur Ditemukan
Stok BBM Menipis, Rote Ndao Terimbas Pemadaman Listrik
Tinjau Diklat PPIH Hari ke-16, Menhaj: Petugas Haji Ujung Tombak Pelayanan Jemaah Haji
Siklon Luana Berdampak Pada Cuaca Ekstrem di NTT
Tinggalkan Sepucuk Surat, Petani di Sumba Timur Ditemukan Tewas Gantung Diri