Senin, 26 Januari 2026

Cuaca Ekstrem, Pencarian Korban Tanah Longsor Secara Manual di Manggarai Timur Dilakukan Secara Manual

Imanuel Lodja - Senin, 26 Januari 2026 15:22 WIB
Cuaca Ekstrem, Pencarian Korban Tanah Longsor Secara Manual di Manggarai Timur Dilakukan Secara Manual
ist
Cuaca Ekstrem, Pencarian Korban Tanah Longsor Secara Manual di Manggarai Timur Dilakukan Secara Manual
Sementara empat orang warga tertimbun tanah longsor yakni Theresia Resem (30). Ia sudah satu minggu berada di rumah Kongradus Lasa untuk berobat tangannya yang patah, korban merupakan saudari kandung dari Kongradus Lasa.

Baca Juga:

Albina Ria (45) saat itu sedang berada di dalam rumahnya sendiri. Korban merupakan istri dari saudara Kongradus Lasa dan saat kejadian suami korban sedang berada di kebun.

Yustina Mira (18), seorang pelajar yang merupakan anak dari Kongradus Lasa dan Albina Ria, saat kejadian sedang berada dalam rumah.

Korban lainnya, Apri Nikolaus Acan, adik dari Yusrina Mira atau anak dari Kongradus Lasa dan Albina Ria. Bocah berusia tiga tahun ini sedang ada dalam rumah saat kejadian tersebut.

Baca Juga:

"Keempat korban tersebut merupakan istri, anak dan saudari kandung dari Kongradus Lasa," ujar Kapolsek Lamba Leda Timur, Iptu Aris Ahmad.

Dalam peristiwa ini dua korban meninggal dunia akibat tertimbun material longsor yakni Theresia Resem (50) dan Yustina Mira (18)

Kedua korban tersebut tertimbun material longsor dan hingga saat ini belum ditemukan dan masih dalam proses pencarian manual sambil menunggu alat berat dari Dinas PUPR Kabupaten Manggarai Timur.

Dua orang warga mengalami luka-luka yakni Albina Ria dan Apri Acan. Kedua orang warga tersebut telah dievakuasi oleh TNI, Polri dibantu oleh Pemerintah Desa dan warga setempat dan dibawa ke Puskesmas Benteng Jawa untuk mendapatkan perawatan medis pada saat setelah kejadian yaitu pada Kamis 22 Januari 2026.

Pada Kamis tengah malam sekitar pukul. 24.00 wita, korban Albina Ria meninggal dunia di Puskesmas Benteng Jawa dan jenazah korban disemayamkan di rumah keluarga di kampung Pau, Desa Goreng Meni.

Baca Juga:

"Korban Apri Nikolaus Acan sudah bisa dipulangkan dan dilakukan perawatan jalan," tambah Kapolsek.

Bencana tanah longsor juga merusak persawahan milik warga sebanyak 38 KK menyebar di tiga kampung yaitu kampung Pau, Rentung dan Tuw, satu tambak ikan, empat ekor kerbau milik warga juga mati.

Selain itu, di halaman sekolah dan dua ruang kelas SDK Meni terdapat tumpukan material longsor, kebun kopi, kebun kemiri dan kebun cengkeh milik warga juga tertimbun material longsor.

Saluran Irigasi Wae Nua dan Irigasi Wejang Rating juga rusak berat dihantam tanah longsor.

Tercatat warga dari kampung Tuwa yang mengungsi sebanyak 67 KK atau kurang lebih 200 jiwa dan jumlah warga dari kampung Pau yang mengungsi sebanyak 89 KK atau kurang lebih 500 jiwa.

Baca Juga:

Warga tersebut mengungsi di rumah keluarga di kampung Rentung dan kampung Golo Pote, Desa Goreng Meni, Kecamatan Lamba Leda.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Manggarai Timur ke Posko bencana alam di kampung Rentung Desa Goreng Meni Kecamatan Lamba Leda Utara untuk membawa bantuan darurat berupa bantuan sembako, selimut dan terpal.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru