Diterjang Angin Puting Beliung, Bocah di Kupang Terhempas Bersama Puing-puing Rumah
Imanuel Lodja - Senin, 26 Januari 2026 12:20 WIB
ist
Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma saat mendatangi lokasi bencana alam di Kelurahan Belo
"Saat itu dia pegang di balik pintu, jadi ketika angin kencang, dia ikut terbang sampai ke semak-semak," kenang Litwina dengan mata berkaca-kaca.
Malam itu, Litwina dan ketiga anaknya terpaksa mengungsi ke rumah tetangga hingga pagi.
Untuk sementara waktu, Litwina memilih tinggal di sebuah kos-kosan dekat rumahnya yang rusak parah. "Kami kos dulu sambil pelan-pelan bangun rumah," tambahnya.
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Baca Juga:
Saat fajar menyingsing, mereka bersama warga sekitar mulai menyusuri semak dan hutan kecil untuk mencari sisa-sisa rumah yang kini tinggal kenangan.
"Ternyata bukan rumah kami sendiri yang rusak. Banyak rumah yang rusak," tandasnya.
Baca Juga:Di samping rumah yang hancur, tampak pondasi berukuran sekitar 5 x 7 meter, tumpukan pasir, dan besi beton.
Bahan bangunan itu rencana digunakan untuk membangun rumah permanen bagi keluarganya.
"Kami sebenarnya rencana bulan depan sudah mulai bangun rumah permanen," katanya lirih.
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Gereja Yegar Sahaduta Belo Rusak Parah Diterjang Angin, Ibadah Minggu Bakal Digelar Dibawah Tenda
Janin Ditemukan Warga Dalam Sungai
Cemburu, Pria di Kupang Aniaya Istrinya
Jambret Kaum Difabel, Warga Pasir Panjang-Kota Kupang Segera Disidangkan
Cita-cita Jadi Perawat Pupus Gara-gara Dihamili Paman Kandung
Ungkap Kasus Penipuan Kemasan, Polda NTT Amankan 2,6 Ton Beras di Pasar Tradisional
Komentar