Jumat, 23 Januari 2026

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Senin 19 Januari 2026

Arie - Senin, 19 Januari 2026 08:33 WIB
Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Senin 19 Januari 2026
ist
Nilai tukar rupiah hari ini, Senin 19 Januari 2026, diperkirakan fluktuatif dan berisiko melemah ke kisaran Rp16.890–Rp16.920 per dolar AS.

digtara.com -Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah pada perdagangan hari ini, Senin 19 Januari 2026. Rupiah berpotensi ditutup di kisaran Rp16.890 hingga Rp16.920 per dolar AS.

Baca Juga:

Berdasarkan data Bloomberg, pada perdagangan terakhir Kamis, 15 Januari 2026, rupiah ditutup menguat 0,18 persen atau naik 3,50 poin ke level Rp16.895,5 per dolar AS. Namun, pada saat yang sama indeks dolar AS justru menguat 0,15 persen ke posisi 99,20.

Direktur PT Traze Andalan Futures sekaligus pengamat ekonomi Ibrahim Assuaibi menjelaskan bahwa penguatan dolar AS dipicu oleh meredanya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran.

Pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyatakan keyakinannya bahwa otoritas Iran akan menahan eskalasi terhadap demonstran telah meredam kekhawatiran pasar terhadap kemungkinan respons militer dalam waktu dekat.

Dari sisi data ekonomi, rilis penjualan ritel Amerika Serikat yang lebih baik dari perkiraan turut memperkuat dolar AS. Data tersebut mengindikasikan bahwa konsumsi rumah tangga AS masih solid di tengah tekanan ekonomi global.

Ibrahim menambahkan bahwa meskipun Indeks Harga Produsen (Producer Price Index/PPI) AS masih berada di atas target inflasi 2 persen, pelaku pasar tetap optimistis Federal Reserve akan melanjutkan rencana pemangkasan suku bunga pada tahun ini.

"Hari ini fokus pasar tertuju pada data klaim pengangguran awal AS untuk periode yang berakhir 10 Januari, dengan estimasi sebanyak 215.000 warga mengajukan tunjangan pengangguran, meningkat dari 208.000 pada pekan sebelumnya," ujar Ibrahim dalam keterangannya.

Dari dalam negeri, Ibrahim menyoroti kondisi konsumsi rumah tangga yang masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional. Namun, ia mencatat bahwa kelompok kelas menengah saat ini berada dalam tekanan dan mulai bergeser ke kategori masyarakat rentan.

Menurutnya, diperlukan stimulus ekonomi yang lebih luas bagi kelas menengah untuk menjaga daya beli. Selama ini, stimulus fiskal dinilai lebih banyak menyasar kelompok masyarakat miskin melalui bantuan sosial dan BLT.

Sementara itu, insentif pajak penghasilan (PPh 21) yang diberikan pemerintah masih terbatas pada lima sektor padat karya dan pariwisata, sehingga belum sepenuhnya menopang daya beli kelas menengah secara menyeluruh.

Untuk perdagangan hari ini, Senin 19 Januari 2026, Ibrahim memproyeksikan rupiah bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah di rentang Rp16.890 hingga Rp16.920 per dolar AS.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru