24 Masjid di Aceh Timur Rusak Berat Diterjang Banjir, BKPRMI Minta Bantuan Pemerintah
digtara.com - Sebanyak 24 masjid di Kabupaten Aceh Timur dilaporkan mengalami kerusakan berat akibat bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah dalam beberapa hari terakhir. Data tersebut disampaikan oleh Ketua BKPRMI Kabupaten Aceh Timur, Muhammad Ishak, dan masih bersifat sementara karena proses pendataan masih terus berlangsung.
Baca Juga:
Masjid Rusak Tersebar di Tiga Kecamatan
Muhammad Ishak menjelaskan, puluhan masjid yang terdampak banjir tersebut tersebar di tiga kecamatan, yaitu Peunaron, Pante Bidari, dan Simpang Jernih.
Baca Juga:Kerusakan yang dialami masjid-masjid tersebut tergolong berat. Sejumlah bangunan utama terendam air, menyebabkan kerusakan pada dinding dan lantai. Selain itu, berbagai fasilitas penunjang ibadah seperti mimbar, karpet, serta instalasi listrik juga tidak dapat digunakan.
"Kerusakan meliputi bangunan utama yang terendam, dinding dan lantai rusak, hingga fasilitas ibadah yang tidak bisa difungsikan," ujarnya.
Relawan Bersihkan Masjid Pascabanjir
"Relawan saat ini melakukan pembersihan lumpur, membersihkan dinding dan lantai, serta merapikan perlengkapan ibadah," jelas Ishak.
Masjid Rusak Berat Belum Bisa Digunakan
Baca Juga:Untuk masjid yang mengalami kerusakan berat, aktivitas ibadah belum dapat kembali dilaksanakan. Shalat berjamaah dan kegiatan keagamaan lainnya terpaksa dihentikan hingga perbaikan selesai dilakukan.
BKPRMI Aceh Timur berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah, lembaga kemanusiaan, serta para dermawan untuk membantu proses pemulihan dan perbaikan masjid yang terdampak.
"Masjid adalah pusat ibadah dan aktivitas sosial masyarakat. Kami berharap ada langkah cepat dan dukungan dari semua pihak agar masjid dapat segera diperbaiki dan kembali digunakan oleh jamaah," pungkasnya.
Karyawan Leasing Diduga Gelapkan 30 Unit Sepeda Motor, Kejari Aceh Barat Tahan Tersangka
Latsitarda Nusantara XLVI 2026 Resmi Digelar, Taruna Akademi TNI Bantu Pemulihan Masyarakat Aceh
Bupati Aceh Timur Copot Kepala BPBD karena Pendataan Korban Banjir Dinilai Lamban
Jalan Nasional Aceh Tamiang Dikebut Pulih, Kementerian PU Kerja Siang-Malam Pascabencana
UMP Aceh 2026 Berpotensi Tidak Naik, Bakal Jadi Beban Pekerja Menguat Pascabencana