Selasa, 24 Februari 2026

Polda NTT Dan Instansi Terkait Antisipasi Bencana di NTT

Imanuel Lodja - Selasa, 04 November 2025 13:20 WIB
Polda NTT Dan Instansi Terkait Antisipasi Bencana di NTT
ist
Wakapolda NTT saat mengecek peralatan pendukung penanggulangan bencana di NTT

digtara.com -NTT juga dikenal sebagai daerah rawan bencana alam sehingga perlu dilakukan langkah antisipasi.

Baca Juga:

Berkaitan dengan itu, Polda NTT melakukan apel gelar kesiapan dalam rangka tanggap darurat bencana hidrometeorologi tahun 2025 di Polda NTT, Selasa (4/11/2025).

Apel di lapangan Bhayangkara Polda NTT dipimpin Wakapolda NTT, Brigjen Pol Baskoro Tri Prabowo dihadiri Pemerintah daerah, TNI, Basarnas dan instansi terkait.

Wakapolda NTT menyebutkan saat ini wilayah Indonesia memasuki periode cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, angin puting beliung, gelombang tinggi, dan banjir rob.

Baca Juga:
Fenomena ini perlu dihadapi dengan kesigapan yang tinggi, disiplin, serta sinergi lintas sektor.

"Bencana adalah urusan kemanusiaan. tidak ada institusi yang dapat bekerja sendiri. Oleh karena itu, apel ini bukan hanya sebagai bentuk kesiapan personel dan peralatan, tetapi juga wujud komitmen kita untuk bersinergi, bergerak cepat, tepat, dan terpadu dalam melindungi masyarakat," ujar Wakapolda NTT.

Wakapolda menyampaikan beberapa arah kebijakan dan penekanan tugas agar anggota memperkuat deteksi dini (early warning system) dan penyebaran informasi yang cepat ke masyarakat.

"Laksanakan patroli daerah rawan dan pemetaan risiko pada kawasan terdampak," harap Wakapolda NTT.

Anggota juga agar meningkatkan koordinasi lintas sektor TNI-Polri, melalui Posko terpadu BNPB/BPBD, Basarnas, Pemda dan unsur lainnya.

Selain itu perlu mengoptimalkan kesiapan dari staf peralatan, termasuk fasilitas evakuasi, komunikasi, logistik, dan kesehatan.

Baca Juga:
"Prioritaskan penyelamatan jiwa (saving life first) dalam setiap langkah penanganan bencana," ujar Wakapolda NTT.

Dalam penanganan bencana perlu melibatkan peran masyarakat, tokoh lokal, relawan, dan komunitas, termasuk pembentukan desa tangguh bencana.

"Pastikan jalur logistik, komunikasi, dan fasilitas publik aman serta berfungsi dan tingkatkan literasi kebencanaan dan sosialisasi mitigasi kepada masyarakat sebagai bagian dari pencegahan," tandas Wakapolda NTT.

Anggota juga diharapkan harus hadir memberikan rasa aman untuk masyarakat.

"Perlindungan jangan menunggu bencana terjadi untuk bergerak, tetapi antisipasi lebih awal dengan perencanaan, sinergi, dan respon cepat," pesan Wakapolda NTT.

Baca Juga:
Penanganan bencana ini melibatkan 739 personil TNI dan Polri serta instansi terkait lainnya.

Wakapolda bersama Danrem 161/Wirasakti kemudian mengecek peralatan dan kendaraan yang mendukung pelaksanaan operasi ini.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Kasat Reskrim Polresta Kupang Kota dan Kapolsek Kota Lama Dimutasi

Kasat Reskrim Polresta Kupang Kota dan Kapolsek Kota Lama Dimutasi

Jadi Tersangka, Piche Kotta Mengaku Tidak Pernah Terlibat Kasus Pencabulan Dan Hargai Proses Hukum

Jadi Tersangka, Piche Kotta Mengaku Tidak Pernah Terlibat Kasus Pencabulan Dan Hargai Proses Hukum

Brimob Polda NTT Bangun Jembatan di Nanganae Bantu Akses Warga

Brimob Polda NTT Bangun Jembatan di Nanganae Bantu Akses Warga

Kapolda NTT Salurkan Bantuan Dua Ton Beras, Ratusan KK di Amanuban Timur-TTS Juga Jadi Sasaran

Kapolda NTT Salurkan Bantuan Dua Ton Beras, Ratusan KK di Amanuban Timur-TTS Juga Jadi Sasaran

Kunjungi Sekolah Yang Rusak Karena Bencana Alam, Wakapolda NTT Beri Bantuan Pendidikan

Kunjungi Sekolah Yang Rusak Karena Bencana Alam, Wakapolda NTT Beri Bantuan Pendidikan

Hadirkan Akses Aman Bagi Warga dan Pelajar di Alor, Brimob Bantu Bangun Jembatan Penghubung di Lipa

Hadirkan Akses Aman Bagi Warga dan Pelajar di Alor, Brimob Bantu Bangun Jembatan Penghubung di Lipa

Komentar
Berita Terbaru