Sabtu, 24 Januari 2026

Pindah Tugas Ke Polres TTS, Warga Kenang Kepemimpinan Ipda Diknas Aoliso selama memimpin Polsek Insana Utara-TTU

Imanuel Lodja - Kamis, 18 September 2025 10:45 WIB
Pindah Tugas Ke Polres TTS, Warga Kenang Kepemimpinan Ipda Diknas Aoliso selama memimpin Polsek Insana Utara-TTU
ist
Ipda Diknas Melvi Aoliso berpindah tugas menjadi Kapolsek Kualin-Polres TTS

digtara.com -Ipda Diknas Melvi Aoliso yang selama ini merupakan Kapolsek Insana Utara, Polres Timor Tengah Utara (TTU) berpindah tugas seiring dengan kepitusan mutasi dari Polda NTT.

Baca Juga:

Sejak Rabu (17/9/2025), Ipda Diknas mengakhiri pengabdiannya di Polsek Insana Utara.

Jabatan ini diserahkan kepada penggantinya Ipda Syahri Fajar Hamika dalam acara serah terima jabatan di Polres TTU.

Ipda Diknas selanjutnya ditugaskan menjadi Kapolsek Kualin, Polres Timor Tengah Selatan (TTS).

Pergantian jabatan dalam institusi kepolisian adalah hal yang biasa.

Namun jejak pengabdian seorang perwira sering kali meninggalkan makna yang melampaui lebih dari sekadar tugas formal.

Warga di Insana Utara mengenang kepemimpinan Ipda Diknas yang berpihak pada martabat manusia.

Selama di Polsek Insana Utara, Ipda Diknas menampilkan pendekatan humanis melalui sikap merangkul semua elemen masyarakat, giat menyambangi warga, dan mendengarkan kritik maupun saran.

Tindakan tersebut menggambarkan sebuah hubungan yang tidak menempatkan masyarakat sebagai objek, melainkan subjek yang bermitra dalam menciptakan keamanan.

Dengan pendekatan ini, hukum dapat dilihat sebagai ruang dialog yang hidup antara negara dan warga.

Contoh yang paling reflektif adalah ketika Ipda Diknas menangani kasus penganiayaan yang menyebabkan kematian Simon Sirene Sanak.

Alih-alih terjebak pada logika penghukuman semata, ia mampu menjelaskan proses hukum secara bijaksana kepada keluarga korban hingga mereka dapat menerima keputusan penghentian perkara (SP3).

Keputusan ini bukan berarti mengabaikan hukum, melainkan menghadirkan restorative justice, sebuah pendekatan yang kini diakui dalam sistem hukum modern sebagai jalan penyelesaian yang lebih humanis dan berkelanjutan.

Hal tersebut menunjukkan cara pandang hukum yang berbasis keadilan substantif sebagai upaya mewujudkan kebaikan bersama (bonum commune); Hukum tanpa nurani bisa jatuh pada formalisme yang dingin.

Kiprah Ipda Diknas di Insana Utara mencerminkan integrasi moral yang menekankan pentingnya keseimbangan antara norma etis, aturan hukum, dan kebutuhan sosial.

Empati pada masyarakat terlihat dari kehadirannya dalam berbagai kegiatan sosial, hingga membimbing anggotanya secara konsisten.

"Pak Diknas selalu konsisten dalam setiap rencana yang dibuat, merangkul semua elemen masyarakat dan membangun hubungan kerja sama yang sangat baik. Semua warga akui itu" kata Aipda Sekundus Meo, anggota Polsek Insana Utara.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Berkas Perkara Adik Bunuh Kakak di Sikka-NTT P21, Tersangka Dilimpahkan ke Jaksa

Berkas Perkara Adik Bunuh Kakak di Sikka-NTT P21, Tersangka Dilimpahkan ke Jaksa

Petani di Sikka-NTT Tewas Tertimpa Pohon Kemiri

Petani di Sikka-NTT Tewas Tertimpa Pohon Kemiri

Hari Kedua Pencarian, Nelayan di Alor-NTT Masih Belum Ditemukan

Hari Kedua Pencarian, Nelayan di Alor-NTT Masih Belum Ditemukan

Upah Tidak Jelas, Pekerja THM di Sikka-NTT Minta Perlindungan Polisi

Upah Tidak Jelas, Pekerja THM di Sikka-NTT Minta Perlindungan Polisi

Pelayaran Wisata Labuan Bajo Diusulkan Dilakukan Parsial

Pelayaran Wisata Labuan Bajo Diusulkan Dilakukan Parsial

Kurun Waktu Dua Bulan, Satreskrim Polres Lembata Tuntaskan 10 Laporan Kasus Pencurian

Kurun Waktu Dua Bulan, Satreskrim Polres Lembata Tuntaskan 10 Laporan Kasus Pencurian

Komentar
Berita Terbaru