Jumat, 29 Agustus 2025

GMIT Gelar Pelatihan Juru Bahasa Isyarat

Imanuel Lodja - Kamis, 28 Agustus 2025 16:01 WIB
GMIT Gelar Pelatihan Juru Bahasa Isyarat
ist
Para perwakilan dan utusan gereja mengikutu pelatihan juru bahasa isyarat yang digelar pengurus IDD Sinode GMIT di GMIT Paulus Kupang

digtara.com -Gereja Injili Masehi di Timor (GMIT) melalui pengurus Insan Dengan Disabilitas (IDD) Sinode GMIT menggelar pelatihan juru bahasa isyarat yang dipusatkan di gedung kebaktian GMIT Paulus Naikoten I.

Baca Juga:

Pelatihan sejak Selasa (26/8/2025) ini diikuti peserta dari wilayah pelayanan Klasis Kota Kupang, Klasis Kota Kupang Timur dan Klasis Kota Kupang Barat.

Kegiatan yang berlangsung hingga Rabu (27/8/2025) ini digelar untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, jejaring dan kinerja pelayanan di lingkungan GMIT.

Juga meningkatkan kesadaran dan pemahaman gereja tentang pentingnya inklusi bagi insan dengan disabilitas, memberikan pelatihan dasar penggunaan bahasa isyarat untuk pelayanan gereja serta mendorong gereja-gereja untuk menyediakan fasilitas dan pelayanan yang ramah disabilitas.

Pembukaan kegiatan ini diawali dengan ibadah yang dipimpin oleh Pdt. Leny H.F. Gana – Mansopu.

Ibadah pembukaan ini dilakukan dalam partisipasi yang inklusi dengan melibatkan insan dengan disabilitas sebagai petugas liturgi yaitu pembacaan Alkitab dilakukan oleh Agustinus Dilak yang adalah seorang tuna netra.

Agustinus Dillak membacakan Alkitab menggunakan huruf braille. Ada juga Pratama Risky Jusuf Lodo, seorang tuna netra memainkan organ mengiringi ibadah pembukaan.

Pdt. Leny H.F. Gana - Mansopu dalam khotbahnya menyampaikan bahwa hatinya merasa penuh kebahagiaan melihat keadaan peribadatan dan merasa ibadah pembukaan ini terasa sempurna karena tidak ada sekat yang membatasi setiap insan untuk bisa beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Dalam ibadah pembukaan kegiatan ini juga ada penyampaian suara gembala yang disampaikan oleh Wakil Ketua Sinode GMIT, Pdt. Saneb Y. E. Blegur.

Dalam suara gembala, ia menyampaikan bahwa isu ramah disabilitas merupakan isu strategis pemerintah sehingga ketika GMIT ingin mengambil peran dalam isu strategis ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah.

Ia memberikan apresiasi kepada pengurus Insan Dengan Disabilitas yang bergerak cepat dan tanggap untuk merealisasikan isu strategis dalam bentuk kegiatan.

Hal ini merupakan bagian yang penting karena sesuai dengan tema periodik Sinode GMIT yaitu memberikan keadilan dalam pelayanan dan penginjilan.

Lebih lanjut ia menyatakan bahwa bahasa isyarat itu adalah jembatan atau media komunikasi untuk pemberitaan injil sehingga dapat menjangkau jemaat yang selama ini mengalami kendala dan keterbatasan untuk mendapatkan penginjilan.

Harapannya, melalui pelatihan ini dapat memberikan kemampuan bagi para pelayan untuk memberitakan firman Tuhan kepada setiap jemaat termasuk kepada jemaat yang memiliki keterbatasan dalam pendengaran.

Ketua Umum Panitia, Wildrian Ronald Otta menyampaikan bahwa UPP dan panitia memang belum menyentuh semua ragam disabilitas karena terlalu banyak.

Namun dengan adanya kegiatan ini sudah menunjukkan keberpihakan sinode GMIT akan inklusifitas pelayanan bagi seluruh jemaat dan membangun kesadaran bahwa semua berada pada kondisi yang berbeda-beda.

GMIT sebagai sebuah lembaga yang besar memiliki keterpanggilan yang luar biasa untuk memfasilitasi segala kebutuhan jemaatnya termasuk dengan aksesibilitas di berbagai ragam disabilitas.

Walikota Kupang yang diwakili oleh Staf ahli walikota bidang ekonomi dan pembangunan, Marlen Detaq menyampaikan menyampaikan bahwa melalui kegiatan pelatihan ini menjadi bagian dari langkah-langkah perjalanan panjang untuk menghadirkan kota Kupang sebagai kota kasih, rumah bersama yang maju, mandiri, sejahtera dan berkelanjutan.

"Saya percaya inisiatif dan pelatihan hari ini menjadi babak baru kolaborasi strategis antara gereja, pemerintah dan masyarakat, kita tidak berhenti pada belas kasihan kata-kata melainkan menyediakan ruang nyata agar saudara-saudara dengan disabilitas dapat menjadi subjek aktif dalam pelayanan gereja dan kehidupan sosial," tandasnya.

Walikota Kupang juga berpesan kepada peserta kegiatan untuk memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya karena ilmu yang diperoleh akan menjadi jembatan kasih agar tidak ada seorang pun yang merasa ditinggalkan dalam persekutuan umat Tuhan.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi dari pengurus Insan Dengan Disabilitas tentang etika berinteraksi dengan penyandang disabilitas yang disampaikan oleh Dina Noach, seorang penyandang disabilitas fisik yang memiliki tinggi badan hanya 90 centimeter.

Materi yang disampaikan membantu peserta untuk memahami konsep disabilitas dan etika berinteraksi dengan penyandang disabilitas.

Selanjutnya kegiatan difasilitasi oleh teman-teman tuli dari komunitas tuli Kupang yang mengajarkan dan melatih peserta pelatihan tentang bahasa isyarat dasar mulai dari abjad, angka dan penggunaan bahasa isyarat untuk istilah-istilah yang dipakai sehari-hari dalam berkomunikasi yang disesuaikan dengan konteks daerah kupang.

Ada beberapa kata yang belum dibuatkan bahasa isyaratnya tetapi oleh teman-teman komunitas tuli kupang membuat isyarat sendiri sesuai dengan konteks kota Kupang dan sekitarnya agar bisa dipakai di wilayah kota Kupang dan sekitarnya.

Kegiatan selama dua hari ini diikuti 41 orang peserta terdiri dari delapan orang dari Klasis Kota Kupang Timur, 11 orang dari Klasis Kota Kupang Barat dan 22 orang dari Klasis Kota Kupang

Kegiatan ini difasilitasi oleh tim fasilitator dari komunitas tuli seperti Ritasari Boling S. Psi (juru bahasa isyarat), Fransky Nithanel Loa (Komunitas Tuli Kupang), Novelita P. B. Libing (Komunitas Tuli Kupang), Permata Barbara Kuma Kleden (Komunitas Tuli Kupang) dan ⁠Ike Beauty Mauboy (juru bahasa isyarat).

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Bangun Gereja Oikumene, Polres Sumba Barat Daya Dapat Sumbangan dari Pemerintah Daerah

Bangun Gereja Oikumene, Polres Sumba Barat Daya Dapat Sumbangan dari Pemerintah Daerah

GMIT Ramah Disabilitas, IDD Segera Gelar Workshop dan Pelatihan Bahasa Isyarat

GMIT Ramah Disabilitas, IDD Segera Gelar Workshop dan Pelatihan Bahasa Isyarat

Pasutri di Kupang Jadi Korban Pengancaman Tetangga saat Hendak Ke Gereja

Pasutri di Kupang Jadi Korban Pengancaman Tetangga saat Hendak Ke Gereja

Polisi di Manggarai Barat Bawakan Lagu Rohani di Gereja GMIT Gunung Zalmon Labuan Bajo

Polisi di Manggarai Barat Bawakan Lagu Rohani di Gereja GMIT Gunung Zalmon Labuan Bajo

Polda NTT Gelar Ibadah Paskah Oikumene 2025

Polda NTT Gelar Ibadah Paskah Oikumene 2025

3.148 Personel Polda NTT Amankan 9.001 Gereja di NTT Selama Perayaan Paskah 2025

3.148 Personel Polda NTT Amankan 9.001 Gereja di NTT Selama Perayaan Paskah 2025

Komentar
Berita Terbaru